Curug Genting, Air Terjun Yang Indah Namun Terlupakan

Batang - Selain mempunyai destinasi andalan berupa laut kabupaten yang satu ini tak henti-hentinya menyuguhkan keindahan tersembunyi, salah satunya adalah air terjun. Dari sekian banyak air terjun yang ada di Batang kali ini kita akan membahas mengenai curug Genting.

Memang banyak masyarakat luar yang kurang tau mengenai objek yang satu ini, maklum saja karena lokasinya cukup tersembunyi. Curug genting sendiri berada di desa Bawang, kecamatan Blado, kabupaten Batang. Atau berjarak sekitar 38 Km ke arah Selatan kota Batang. Untuk menuju kemari kita bisa melalui daerah Bandar, kemudian ke Blado. Nah dari situ coba tanya kepada warga sekitar mengenai lokasi curug genting. Memang agak susah untuk menemukanya karena letaknya yang tersembunyi. Namun nggak usah khawatir sob, karena orang sini sudah pada tau mengenai lokasi curug genting itu sendiri.

Curug genting | batang
Untuk menuju kemari kita bisa menggunakan sepeda motor. Kalau bawa mobil mungkin bisa tapi susah dan merepotkan, mending pakai sepeda motor saja.

Pada awal perjalanan menuju ke sana mungkin kita perlu banyak bertanya sob, soalnya memang nggak ada papan petunjuk arah yang disebar. Saat menuju ke lokasi curug kita akan disambut dengan medan jalan yang sangat menegangkan, yakni berupa jalanan yang berbatu dan menanjak tajam. Pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima ya sob, biar kuat menanjak.

Perjuangan menuju ke curug genting
Nggak cuma itu saja sob, setelah kita melewati pemukiman penduduk kita akan memasuki daerah hutan belantara yang lebat. Pepohonan berupa pohon pinus yang tinggi-tinggi akan mewarnai perjalanan kita menuju kesana. Untuk masalah jalanya sendiri sangat rusak parah. Aspal yang mengelupas menjadi bebatuan dan kerikil. Tak jarang ban motor sering selip saat mencoba melaju diatas bebatuan. Cukup lama sih sob, kurang lebih 2 sampai 3 Km kita akan berjibaku dengan medan seperti itu. Yang dikhawatirkan adalah kalau ban motor bocor atau bensin habis. Maka dari itu buat kamu yang mau kesini persiapan extra dari rumah ya sob, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.

Selain ban dan bahan bakar motor, kita juga wajib memperhatikan bekal makanan dan minuman, soalnya sampai disini udah nggak ada yang jualan lagi. Anggap saja kita sudah melewati aral rintangan tersebut ya sob. Yah jangan senang dulu, lega apanya? kita musti melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki lagi loh.

Ikuti saja jalan bebatuan tersebut sampai habis, nanti parkirkan kendaraan kita disitu ( jangan lupa kunci ganda karena nggak ada petugas parkir ). Setelah itu carilah anak tangga yang terbuat dari semen di sela-sela pepohonan ( sebelah kanan ), kalau udah ketemu silahkan ikuti anak tangga tersebut.

Perjuangan masih belum berakhir sob
Nanti kita akan melihat sebuah pintu gerbang, namun kondisinya sudah rusak parah. Tetap lanjutkan perjalanan menuruni anak tangga ya kawan. Nah, dari sini pun kita sebenarnya udah bisa melihat air terjunya. Lumayanlah dapat mengusir lelah sementara setelah menempuh medan yang luar biasa. Jarak antara gerbang dengan air terjun cukup jauh kurang lebih 300 meter, kalau jalanya datar mah enak ya sob? tapi ini mah enggak, medanya sangat berbahaya karena anak tangganya nggak ada pengamanya. Selain itu juga sudah ditumbuhi rumput dan tanaman yang lebat. Bahkan ada beberapa pohon yang tumbang menghalangi jalan, Waw ngeri banget ya sob enggak tau juga kenapa terbengkalai seperti ini. Apalagi nanti saat mau sampai ke air terjunya, anak tangganya ada yang putus. Jadi kita perlu melewati licinya bebatuan buat bisa turun.

Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter, dan arusnya cukup deras. Apalagi di musim hujan. Nah kenapa dinamakan curug genting nih mas? Menurut informasi curug artinya air terjun ( bahasa jawa ) sedangkan genting adalah gua. Jadi kesimpulanya adalah air terjun yang ada guanya. Untuk masalah letaknya dimana saya sendiri kurang paham sob, ma'af ya?

Kalau kita perhatikan disini banyak terdapat bebatuan yang tersebar di sepanjang sungai. Mulai dari yang ukuranya kecil, hingga yang besar sekalipun. Hati-hati ya sob saat berada disekitar sini, karena bebatuanya sangat licin. Karena letaknya berada di alam terbuka dan nggak adanya pengamanan mending nggak usah aja ya sob, ya buat keselamatan kita bersama. Apalagi arusnya lumayan deras. Kemudian di sekeliling tebing ini banyak ditumbuhi tanaman hutan yang lebat, sehingga membuat kesan menjadi sejuk dan adem.

Keindahan alam yang luar biasa seperti ini sayang banget saat ini kondisinya sangat tak terawat dan terbengkalai. Entah karena di tutup atau memang lokasinya yang tersembunyi ya..

Ternyata Ini Keindahan Tersembunyi Di Jalur Pendakian Merbabu Via Cuntel

My Adventure - Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki, menurut beberapa sumber karena disana terdapat padang safana dan bunga edelweis. Ciri khas tersebutlah yang membuat gunung yang memiliki ketinggian 3.145 di atas permukaan laut ini menjadi fenomenal.

Berbicara soal Merbabu mungkin ada beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan para pendaki, salah satunya adalah desa Cuntel yang berada di Kopeng. Nah kali ini saya mau ngasih temen-temen beberapa rahasia yang patut kalian tau, yaitu disini ada tempat-tempat yang pokoknya bagus pakai banget deh. Ada apa aja ya? oke, mari kita simak pembahasanya bersama-sama.

Wisata Desa Cuntel | Kopeng
Perkenalan saya dengan Cuntel berawal saat lagi iseng-iseng buka jejaring media sosial, waktu itu saya menggunakan hastag #exploresalatiga di pencarian, yah siapa tau ada tempat-tempat yang keren dan belum melejit, setelah beberapa lama mengotak atik akhirnya benar saja ternyata sob, dari beberapa gambar yang saya lihat satu diantaranya ada foto yang menarik hati saya, yakni sebuah foto dengan latar belakang pemandangan yang indah ditambah ikon tempat itu, yaitu sebuah pohon kering yang berdiri di sebuah bukit. Dari situ jugalah saya mendapatkan informasi  mengenai keberadaanya. Saya sangat bersyukur juga nih sob, soalnya tempat tersebut nggak asing lagi, karena sering saya lewati cuma nggak nyadar aja kalau disana ada tempat kayak begini.

Akhirnya libur telah tiba dan saya memutuskan untuk berangkat kesana, seperti biasa pagi setelah subuh langsung gas. Bentar-bentar.. kok kayak lagu aja ya? libur telah tiba.. libur telah tiba.. horee.. horee.. horeeeee... Ahh sudahlah.

Nah bagi kamu yang belum tahu dimana desa Cuntel ini berada gampang kok sob. Tinggal ikuti saja arah ke Kopeng, nanti kalau ada papan petunjuk arah ke Air terjun umbul songo ambil ke arah situ. Lurus saja terus kurang lebih 3 - 4 Km dari jalan raya nanti akan sampai sendiri. Tanda-tanda kita mau sampai pasti kita bakalan lihat sebuah gapura bertuliskan jalur pendakian merbabu via desa cuntel. Dari gapura itu kita masih lurus terus melewati jalan yang berliku-liku dan menanjak, saran saya kalau mau kesini keadaan motor kita musti dalam keadaan prima dan siap menghadapi medan.

Anggap saja kita udah mau sampai ya sob? awalnya saya mengira disini cuma ada bukit harapan doang sih, tapi ternyata anggapan saya salah. Sebelum sampai ke BHC ada beberapa tempat yang nggak boleh kita lewatkan begitu saja. Yang pertama.

pemandangan desa Cuntel
Nanti kita bakalan lihat sebuah pos seperti pada gambar diatas, memang kalau dilihat biasa saja sih. Cuma rahasianya ada dibalik pos tersebut. Di belakangnya kita bisa lihat pemandangan yang luar biasa. Ada apa coba? penasaran ya? Yang pertama kita bakalan lihat hamparan pegunungan. Paling jelas dan didepan mata ada gunung Telomoyo dan Andong, terus disusul Sindoro dan Sumbing jauh dibelakang ( kalau nggak kabut ). Terus di sela-sela gunung Telomoyo kita bakalan lihat danau rawa pening. Wah banget ya?

Disini kita bisa mengusir lelah akibat menempuh perjalanan yang cukup menegangkan. Memandang ke arah pegunungan yang hijau akan membuat hati kita menjadi lebih tentram. Kalau misalkan bawa bekal, bisa juga makan atau minum disini, tapi ingat ya sob sampahnya dibuang di tempatnya. Sedikit tips nih buat yang mau kesini jangan lupa bawa bekal dari rumah ya sob, soalnya nggak ada yang jualan disini.

Kalau misalkan udah puas disini jangan keburu turun dulu, kita naik-naik ke puncak gunung lagi. Kasihan juga ya kendaraanya. Huhuhu...

Next, kita lanjutkan perjalanan ke atas lagi, tapi jangan terburu-buru ya sob soalnya nanti di kanan jalan ada sebuah objek menarik lain. Yakni bukit kerinduan Cuntel. Eits, jangan salah ya.. Ini beda sama bukit harapan Cuntel.

Walaupun kedua lokasi wisata ini menawarkan tema yang sama namun bukan berarti sama persis ya, masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Kemarin sih cuma dimintai Rp.5.000/ orang sudah termasuk parkir sepeda motor loh sob, termasuk murah ya?

Nah disini ada banyak rumah pohon yang sudah disediakan pihak pengelola sebagai fasilitas pandang untuk pengunjung. Karena ada banyak jadi kamu nggak usah khawatir jikalau ramai nggak kebagian tempat sob. Tapi ingat ya jangan bawa orang banyak-banyak naik keatas, mengingat ini terbuat dari batang pohon jadi ada kapasitasnya.

Bukit Harapan Kopeng | desa Cuntel
Dari bukit kerinduan jangan keburu pulang dulu sob, soalnya masih ada pemberhentian lagi.Yaitu BHC ( bukit harapan cuntel ) kalau ini bener yang lagi naik daun itu. Pasti kalian berfikir kalau tempat ini sama dengan tempat-tempat sebelumnya. Iya kan? Jangan salah..

Justru bukit harapan ini adalah tempat paling sip buat menikmati panorama alam di sekitarnya. Kenapa? karena lokasinya lebih strategis dibandingkan dengan tempat-tempat yang tadi. Disini kita bisa langsung melihat hamparan pegunungan dari depan. Seolah-olah tempat ini memang dibuat menghadap ke arah yang tepat. Untuk bisa sampai kesini dari bukit kerinduang paling 3 menit sampai kok sob, deket kok dijamin. Makanya sayang deh kalau terlewatkan begitu saja.

Kita hanya perlu membayar restribusi parkir Rp.2.000/ sepeda motor dan tiket masuk Rp.2.000/ orang. Gimana? murah meriah sekali ya? cuma kita musti berjalan kaki beberapa meter dari tempat parkir agar bisa sampai kemari, yah nggak masalah sih, wong dekat kok.

Itulah tadi ketiga keindahan tersembunyi di jalur pendakian merbabu via desa Cuntel. Awalnya memang saya kaget juga saat mengetahui objek-objek tersebut. Rencana mau ke BHC eh malah dapat bonus. Syukurlah..

Di Puri Maerokoco Kamu Berasa Keliling Jawa Tengah

Semarang - Puri maerokoco merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di daerah Semarang, tepatnya berada di kawasan  PRPP. Tempat ini juga biasa disebut dengan taman mini jawa tengah, wah seperti apa ya kira-kira penampakan dari maerokoco ini? makanya jangan kemana-mana ya sobat, kita simak pembahasanya bersama-sama.

Taman ini berada di Utara kota Semarang, atau kalau kamu pernah ke pantai marina maka objek yang satu ini berada tepat sebelum pantai tersebut. Tapi tenang saja mah buat yang belum tau tak kasih rutenya, yang paling mudah dari arah Barat ( Kendal atau Semarang Barat ) ambil arah ke Demak saat lewat di Kalibanteng, lurus terus sampai ketemu lampu merah pertama ( yang depanya ada pom bensin ), terus belok kiri. Dari situ masuk aja kira-kira 1 Km sampai di PRPP Semarang kemudian belok kiri, nanti ada papan petunjuk yang menandakan puri maerokoco.


Maerokoco Semarang
Kita hanya dikenakan biaya Rp.7.000 untuk bisa memasuki taman maerokoco ini loh sob, murah bukan? Sedangkan untuk menuju kesini kita dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Masalah medan nggak usah khawatir karena udah bagus dan nyaman untuk dilewati.

Peta Puri Maerokoco
Di lokasi parkir kita bisa lihat peta Jawa Tengah lengkap dengan kota dan rumah adatnya, total semuanya ada 35. Nah jangan kira ini cuma sebuah peta doang ya sob, karena didalamnya ada rumahnya beneran. Nggak percaya? mari kita cek sama-sama. Ada apa gerangan.

Sebelumnya, Puri maerokoco memiliki luas sekita 23 Ha dan dibangun pada tahun 1993. Wah ini saya belum lahir. Hahaha.. oke lanjut, didalamnya terdapat rumah-rumah adat khas se Jawa Tengah lengkap dengan kota, kotamadya, dan kabupaten. Ada juga beberapa miniatur seperti bleduk kuwu yang berada di Grobogan, masjid Agung Demak, candi Borobudur yang ada di Magelang, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak deh.

Rumah Kudus Di Maerokoco
Salah satunya adalah gambar diatas merupakan replika rumah Kudus, lengkap dengan menaranya. Gimana sobat? bener-bener asli ya? Nah mungkin pada penasaran kan didalamnya ada apa sih? apa cuma bangunan kosong aja atau gimana. Yang pasti didalamnya nggak kosong ya sobat, didalamnya terdapat berbagai ciri khas kerajinan dari daerah tersebut. Misalkan itu kan rumah Kudus ya tentu saja dalamnya kerajinan khas Kudus. Mantap banget ya sob..

Nggak cuma itu aja. Kalau kita berjalan ke arah Utara kita akan melihat bangunan yang berada di atas air. Seperti pada gambar paling atas sendiri itu. Nah uniknya disini juga ada tempat makan lengkap dengan meja kursi minimalis yang berada di atas air loh sob. Kalau mau makan bisa langsung pesan sama yang jual, iyalah masak sama saya. Masalah menu saya sendiri kurang paham nih sob, maaf ya. Hehehe. soalnya udah bawa jajan dari luar kan sayang kalau nggak dimakan. Hehehe..

Rumah Apung Puri Maerokoco | Semarang
Nah yang perlu dicatat nih sob puri maerokoco ini buka pukul 08.00 sampai 17.00, makanya kalau kesini jangan melewati jam tersebut ya biar nggak kecewa. Tapi kalau ada acara tertentu ( event ) bisa sampai malam.

Untuk masalah fasilitas bisa dibilang lengkap ya sob, ada mushola, tempat sampah,  MCK, pos keamanan, dan pos informasi. Selain itu ada juga taman bunga yang cantik-cantik pastinya. Kemudian ada beberapa sarana rekreasi lainya.

Kalau kamu kesini pas hari libur jangan kaget jika tempat ini diserbu banyak pengunjung. Ya nggak heran sih.. Soalnya emang bener-bener top banget tempatnya. Ohh iya.. sampai lupa.. Disekitar sini juga didominasi oleh perairan lengkap dengan tanaman mangrovenya, untuk masalah biota air pas air sedang jernih kita bisa melihat secara langsung ikan-ikan pada mondar-mandir kesana kemari dari berbagai ukuran. Wah seru banget pasti ya?

Menghirup Udara Segar Di Rumah Pohon Desa Tombo

Batang - Wisata rumah pohon yang berada di desa Tombo baru-baru ini mulai ramai diserbu para pengunjung, objek wisata yang terbilang baru resmi ini memang mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga masyarakat di buat penasaran ingin melihat langsung seperti apa panorama alam dan kesejukan yang ditawarkanya. Mau tau seperti apa rumah pohon ini? yuk kita simak pembahasanya.

Rumah pohon ini terletak di desa Tombo, kecamatan Bandar, kabupaten Batang. Nah untuk menuju kesini bukanlah hal yang sulit, hanya berjarak 20 Km dari pusat kota Batang. Lebih mudahnya pertama-tama kita cari pasar Bandar terlebih dahulu ya sob, kemudian belok kanan. Dari situ lurus saja terus kemudian belok kiri di pertigaan sebelum kolam renang Binarangut. Dari pasar Bandar kita perlu menempuh jarak kurang lebih 15 menit agar bisa sampai ke lokasi.

Rumah Pohon Desa Tombo
Medan menuju kesana cukup nyaman sob, karena jalanan sudah diaspal dan jarang terdapat kerusakan. Selama perjalanan kita akan melewati medan yang naik turun serta berkelok tajam, maklum saja karena lokasinya berada di daerah dataran tinggi. Untuk menuju kemari kita bisa menggunakan sepeda motor atau mobil.

Nah buat kamu yang baru pertama kali kesini nggak usah khawatir sob, karena di beberapa tempat sudah dipasang papan petunjuk arah ke rumah pohon. Jadi tinggal ikuti saja petunjuk arah tersebut nanti akan sampai di lokasi.

Setelah sampai di lokasi kita bisa memarkirkan kendaraan di lapangan besar yang sudah disediakan. Kita musti membayar parkir terlebih dahulu sebesar Rp.2.000/ motor dan Rp.5.000/ mobil. Sebelum masuk kedalam lokasi di dekat parkiran ada beberapa warung makan nih sob, buat kamu yang lupa bawa bekal atau belum makan bisa mengisi perut disini, karena nanti didalam sudah nggak ada yang jualan lagi. Nah kalau udah beres kita langsung menuju ke pintu gerbang dan membayar tiket masuk sebesar Rp.5.000/ orang. Terbilang murah ya sob?

Wisata Rumah Pohon Batang
Dari tiket masuk kita musti berjalan kurang lebih 100 meter agar bisa sampai di lokasi. Nah uniknya disini ternyata ada 2 buah rumah pohon, satu diatas yang berwarna merah dan satunya lagi dibawah. Sampai disini terserah kalian mau yang dimana dulu, keduanya sama-sama mantap. Atau kalau mau istirahat dulu juga nggak apa-apa. Di tengah-tengah kedua pohon ini ada beberapa gubuk yang bisa kita manfaatkan buat istirahat sambil menikmati panorama alam diantara kedua rumah pohon ini.

Nah ini bangunanya terbuat dari kayu semua ya sob dan pastinya berada di pohon, yah kalau ada di kali namanya rumah kali dong bukan rumah pohon. Hahaha..

Buat kamu yang sedang asyik menikmati panorama alam di rumah pohon sebaiknya tetap hati-hati ya sob, karena memang belum dilengkapi dengan pengamanan yang lebih. Nah ada lagi nih, kalau pas hari libur kan tempat ini ramai makanya kita harus bergantian. Selain itu kita juga dibatasi maksimal 10 menit diatas rumah pohon. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama ya sob.

Panorama Rumah Pohon Batang
Dari rumah pohon kita bisa menikmati keindahan alam berupa area perbukitan dan pepohonan lebat yang mengelilingi desa Tombo. Nah diujung sana kita bisa melihat pucuk gunung yang menjulang. Pemandangan alam yang hijau dan ditambah birunya langit akan membuat suasana semakin sejuk, sehingga kita akan betah berlama-lama di kawasan wisata rumah pohon ini.
Menurut informasi yang kami dapat rumah pohon ini dibuat dan jadi tempat wisata sekitar tahun 2015 yang lalu, masih cukup muda ya sob. Tempat ini dikelola oleh warga setempat. Agar semakin ramai para warga mempromosikanya melalui jejaring sosial. 

Aliran Sungai Rumah Pohon Batang
Saat berada disini kamu pasti akan mendengar suara gemercik air yang mengalir. Pasti pada penasaran kan dimana kita bisa melihat sungainya? ya, tepat sekali kalau kita berada di rumah pohon yang diatas ( merah ) kita akan melihat aliran sungai yang mengalir deras dan jernih. Jadi nggak tanggung-tanggung ya sob keindahanya. Ada apa aja tadi? rumah pohon, hutan, pegunungan, area pemukiman, terus ini ada sungai pula.  Wah kayaknya nyesel deh kalau ke Batang nggak sampai mampir disini.

Untuk masalah fasilitas disini memang belum begitu lengkap ya sob, mulai area parkir yang luas, warung makan, gubuk, rumah pohon itu sendiri, sama tempat sampah. Ingat selalu ya untuk membuang sampah pada tempatnya, supaya tempat ini tetap indah dan terjaga kebersihanya. Untuk toilet ada di padepokan, sedangkan mushola & masjid kita bisa mencarinya di area pemukiman.

Jangan kaget apabila kamu kesini pas hari libur tempat ini akan dibanjiri para pengunjung. Untuk mensiasatinya supaya kita bisa puas berada disini datanglah pagi-pagi sekitar pukul 08.00, karena jam itulah tempat ini dibuka, terus tutupnya jam 17.00.

Bukit Harapan Cuntel, Melihat Gunung Dari Lereng Gunung

Kopeng - Berbicara masalah gardu pandang akhir-akhir ini ada sebuah tempat yang sangat menarik dan unik nih sob, tempat ini berada di lereng gunung merbabu. Tepatnya berada di dusun Cuntel, Kopeng, Getasan, kabupaten Semarang. Dibilang unik karena disini terdapat ikon sebuah pohon sebatang kara yang mengering. Nah di tengah-tengah pohon tersebut oleh pengelola dibuat sebuah tempat duduk, atau rumah pohon cuma nggak ada atapnya ya, jadi hanya sebuah papan melintang ditengah-tengah batang pohon. Kalau mau memanjat disini udah disediakan tangga kok. Jadi kita nggak kerepotan juga saat hendak naik keatas.

Keindahan Bukit Harapan Cuntel
Kalau mau kesini nggak begitu susah kok sob, dari objek wisata umbul songo Kopeng kira-kira berjarak sekitar 2 Km naik ke atas jalur pendakian Merbabu. Nanti disana udah ada beberapa papan penunjuk arahnya jadi buat kamu yang baru pertama kali kemari nggak usah khawatir kesasar ya sob. Bisa lewat jalur alternatif  Salatiga dan bisa lewat Magelang. Terserah mau pilih jalur yang mana. Yang penting nanti pas lihat papan penunjuk arah ke air terjun umbul songo, ambil jalan tersebut dan ikuti terus, nanti akan sampai sendiri.

Untuk menuju kemari kita bisa menggunakan sepeda motor atau mobil, pastikan sebelum berangkat mesin kendaraan anda dalam kondisi baik ya kawan, karena nanti kita musti berjibaku dengan medan yang menanjak dan berkelok tajam.

Setelah sampai kita bisa memarkirkan kendaraan kita didepan rumah warga, nanti ada papan penunjuknya sob, nah untuk biaya sendiri sangat terjangkau. Kita hanya perlu membayar parkir Rp.2.000/ motor dan Rp.5.000/ mobil, sedangkan untuk tiket masuknya kita dikenakan biaya Rp.2.000/ orang. Murah banget ya?

Dari tempat parkir kita harus berjalan kurang lebih 100 meter agar bisa sampai dilokasi.

Ini dari tadi bahas bukit apa ya, nggak disebutin namanya gimana sih? 
BHC | Cuntel, Kopeng
Ohh iya kawan lupa. Hehehe... nama objek wisata ini adalah Bukit Harapan Cuntel, atau istilah kerenya BHC. Buat yang hobi mendaki gunung pastinya nggak asing lagi dengan nama Cuntel ya sob, karena desa ini termasuk jalur pendakian gunung merbabu. Sampai saat ini semua yang ada disini masih sangat sederhana dan proses pengembanganya masih belum maksimal, maklum aja sob, karena BHC ini dikelola oleh swadaya masyarakat desa Cuntel dan milik perorangan.

Berbicara masalah BHC pasti nggak terlepas dari sang pemilik yaitu Mas Ando, ia begitu gigih merombak kebun menjadi sebuah destinasi wisata yang bagus dan keren. Ini objek wisata baru ya mas? enggak juga sih sob, karena sudah dibuat wisata sejak 2 tahun yang lalu, cuma baru akhir-akhir ini mulai dikenal oleh masyarakat luas.


Ada cerita dibalik bukit harapan cuntel

Bukit Harapan Cuntel Kopeng
Wah ada ceritanya nih, cerita apa? horror, mencekam, humor, atau apa ya mas? Hahaha.. maksudnya adalah cerita dibalik sejarah BHC ini sendiri sob, jadi begini. Dulu tempat ini pernah dijadikan lokasi pembuatan film aku dan kau cinta Indonesia. Walaupun film tersebut nggak booming tapi lokasinyalah yang malah justru naik daun, kenapa? karena background cover dari film tersebut adalah bukit ini. Coba cek aja sob kalau nggak percaya?

Makin lama makin berkembang dan pengunjung mulai berdatangan mulailah sedikit demi sedikit tempat ini dirombak dan diberi berbagai fasilitas yang memadai supaya pengunjung betah berlama-lama disini.

Menikmati Keindahan Alam Dari BHC
Kalau pas cuaca sedang cerah kamu bakalan lihat panorama alam yang luar biasa. Disini nampak jelas gunung Andong & Telomoyo yang gagah berdiri di depan bukit. Kalau beruntung kamu juga bakal lihat gunung Sindoro & Sumbing di belakang gunung Andong. Wah komplit banget ya mas? nggak sampai disitu aja sob, dari atas kita juga bakalan lihat pemukiman penduduk, terus ada rawa pening, yang dibelakang kita bisa melihat gunung Merbabu. Nah loh puas nggak kalau begitu? dijamin pasti.

Disini sudah disediakan beberapa gazebo yang nyaman. Jadi kita bisa melepas lelah sambil menikmati pemandangan alam yang indah tersebut, apalagi sambil ngemil. Mantap pakai banget. Selain gazebo, fasilitas disini ada warung, toilet, tempat pandang, area parkir yang nyaman, terus kalau mau sholat di dekat tempat parkir ada Masjid Baiturrahman. Tempat sampah juga sudah ada. Termasuk lengkap ya sob?

Nah bagi kamu yang mau mampir kesini pastikan sedang nggak turun kabut ya sob, supaya semua pemandangan dapat terlihat dengan jelas. Jangan lupa buat jaga-jaga pakai pakaian yang hangat karena disini udaranya dingin sekali.

Waduk Cengklik Boyolali, Destinasi Andalan Di Ujung Boyolali

Boyolali - Selain terkenal dengan eksotisme gunung Merbabu kabupaten yang berada di sebelah Selatan Semarang ini juga menyimpan objek yang menarik, apalagi kalau bukan sebuah waduk. Hanya berjarak sekitar 1,5 Km dari Bandara Adi Sumarmo ( Solo ) membuat tempat ini sayang banget kalau cuma dilewati begitu saja.

Biasanya waduk cengklik ini akan dipadati pengunjung di pagi atau sore hari, tentunya kalau hari libur juga. Nah yang nggak kalah unik adalah tempat ini juga menyimpan sejarah loh sob. Nah pada bingung kan kenapa, karena tempat ini dibangun sejak jaman pemerintahan Belanda. Tujuan dibangunya waduk cengklik tidak lain dan tidak bukan adalah untuk pengairan sawah penduduk setempat.

Eksotisme Waduk Cengklik
Dinamakan waduk cengklik karena diambil dari nama tempat ini berada. Yakni dukuh Cengklik, desa Sobokerto, kecamatan Ngemplak. Nah akses menuju kesini juga mudah loh sob. Kalau kamu dari Solo tepatnya dari bandara Adi Sumarmo silahkan ambil rute ke arah Barat di kantor pos Ngemplak, dari situ lurus sebentar maka kamu akan sampai ke lokasi. Sedangkan kalau dari Boyolali kamu bisa lewat Simo.

Setelah sampai dilokasi kita musti merogoh kocek dulu nih sob, tenang aja untuk biaya restribusninya seikhlasnya kok. Jadi ya terserah kalian sih mau ngasih berapa.

Kalau dilihat memang waduk cengklik ini terbentang sangat luas, karena waduk ini memiliki luas sekitar 300 hektare. Wah hebat ya? selain difungsikan sebagai pengairan tempat ini juga dijadikan tempat untuk membudidayakan ikan, dan bercocok tanam.

Indahnya Waduk Cengklik
Menurut informasi yang saya dapatkan airnya stabil jadi kalau pun meninggi nggak sampai keatas. Nah disekeliling waduk ini terutama di bagian pinggiran banyak ditanami tanaman eceng gondok, sama kayak di rawa pening ya. Sayang banget warga sekitar sampai saat ini belum memanfaatkan tanaman eceng gondok, kalau didaerah lain biasanya tanaman ini dibuat anyaman dan rotan. Pertumbuhannya yang nggak terkontrol membuat sebagian waduk terhalang oleh kelebatan eceng gondok.

Seperti yang saya bilang tadi tempat ini akan ramai dikunjungi saat pagi dan sore hari, kenapa coba? ya karena tempat ini nggak ada tempat berteduh kecuali di tempat makan di ujung Barat, jadi para pengunjung enggan kesini di siang hari.

Prahu Yang Bersandar
Jangan heran pas kamu kesini bakalan lihat banyak prahu yang bersandar, selain prahu para nelayan setempat ada juga yang khusus disedikan buat kalian yang mau berkeliling waduk dengan menggunakan prahu. Kalau mau naik silahkan saja pergi ke sebelah Barat waduk, terus turun ke bibir danau, nanti bakalan ditawari oleh para bapak-bapak nelayan yang siap mengantarkan kamu berkeliling di waduk cengklik ini. Untuk masalah itu maaf sob saya kurang paham. Karena kemarin nggak sempat naik prahu. Hehehe..

Nah buat kamu yang lapar bisa juga nih jajan di warung pinggir danau di sebelah Barat. Disana terdapat banyak penjual makanan yang bisa kamu pilih sob. Pasti asyik ya makan sambil memandangi keindahan waduk cengklik ini. Satu lagi nih, kalau pas cuaca sedang cerah kamu bakalan lihat gunung Merbabu dan Merapi di pojok Barat, sayang banget kemarin pas saya kesini cuaca agak mendung, jadi kedua gunung tersebut nggak begitu terlihat.

Gimana sob, setelah membaca ulasanya? apakah kamu tertarik buat mampir kesini? sayang banget loh kalau terlewatkan. Hahaha...

Ekspedisi Gunung Telomoyo, Perjuangan Tiada Akhir Bersama Kabut

My Adventure - Hai.. hai.. sebelum kita menuju kepembahasan yang sebenarnya saya segenap admin dan jajaran para kontributor mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri, Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan saling mempererat tali silaturahmi.

Oke dalam kesempatan kali ini saya mau kasih secuil cerita perjalanan menuju ke puncak gunung Telomoyo. Nah, pertama-tama saya mau minta maaf sekali lagi karena dalam postingan ini full cerita ya sob, mulai dari berangkat hingga pulang. Selama ini saya dan teman-teman ( kampung ) mengidam idamkan ingin mencoba naik ke gunung Telomoyo, namun apa daya karena banyak halangan perjalanan ini tertunda tunda hingga sampai kemarinlah kami bisa sampai ke puncak gunung Telomoyo. Wah asyik dong mas, ini kali pertama ya naik ke puncak gunung? Hehehe.. duh jadi malu nih..

Berbeda dengan gunung-gunung lainnya Telomoyo ini bisa saya bilang unik sob, karena apa? kita bisa sampai ke puncak dengan menggunaka sepeda motor. Kalau gunung lain kan kita perlu transit terus jalan kaki tuh, disini mah enggak. Dari pintu gerbang kita langsung saja tancap gas ke atas nanti bakalan sampai sendiri.

Pemandangan Gunung Telomoyo
Kami berangkat dari rumah setelah subuh, ini supaya kami puas berada diatas. Kesana berapa personil mas? kemarin cuma berempat doang sih, pakai 2 sepeda motor. Rencana kami mau pakai sepeda motor sendiri-sendiri namun dirasa nggak memungkinkan jadi ya terpaksa harus berboncengan. Kan lebih enak berboncengan mas ketimbang sendiri? iya juga sih sob, takutnya kalau nggak kuat menanjak kan malah repot sendiri. Tapi enggak kok, syukurlah bisa kuat sampai atas.

Yah walaupun dari rumah bela belain berangkat pagi-pagi buta kami sampai keatas jam 11. Yang bener mas, perjalanan Kendal Magelang berapa jam itu? Lama ya, itu karena harus ngisi bensin, nunggu satu sama lain, beli makanan ( maklum belum sarapan ), jalanan ramai, dan lain sebagainya. Jadi ya maklum aja kalau kami kesana sampai berjam-jam lamanya.

Untuk rute sendiri saya memilih menggunakan rute Limbangan - Sumowono, kemudian dari pasar Bandungan ambil arah ke Ambarawa. Terus dari situ ke Banyubiru, lalu ambil arah ke Kopeng. Dan yang terakhir lewat Getasan.

Singkat cerita udah sampai gerbang Getasan, disitu kita musti bayar tiket masuk terlebih dahulu. Cukup dengan Rp.5.000/ motor saja kok sob, terbilang murah dan terjangkau ya? Sampai saat ini kawasan wisata gunung telomoyo masih dikelola oleh karang taruna setempat. Saya kasih saran juga nih, sebelum naik-naik ke puncak gunung yang mau buang air silahkan di kamar mandi bawah, tepatnya sebelum pintu masuk. Soalnya apa, diatas sudah nggak ada lagi, dari pada repot sendiri mending antisipasi sob. Nah, perjuangan yang sebenarnya baru akan dimulai. Soalnya kita benar-benar akan melewati jalan super.

Medan Yang Nggak Mudah
Super nanjak gitu mas? Kalau nanjak mah udah pasti sob. Super menguji adrenaline maksud saya. Selain medan menanjak dan berliku liku jalanan ambyar, banyak banget kerusakan di berbagai titik. Nggak mudah loh sob memacu sepeda motor didalam keadaan medan seperti ini. Tak jarang para pengunjung yang berboncengan harus rela turun biar sepeda motornya mampu melewati tanjakan yang terjal.

Kemarin juga ada insiden nih, saat sampai di tengah-tengah perjalanan ban motor rekan saya bocor. Duh, terus gimana tuh mas kalau bocor? masak harus turun? Iya mau nggak mau sob. Untung kami bawa peralatan yang cukup jadi dari pada bawa motor turun lagi kan susah tuh, maka dari itu mending kami copot aja ban belakangnya kemudian kami bawa turun. Hemat tenaga dan waktu sob. Hehehe..

Singkat cerita ban udah beres, udah dipasang, dan melanjutkan perjalanan lagi. Tadi kata si penjaga gerbang jarak antara pintu masuk dengan puncak hanya 7 Km saja. Ya mungkin kalau jalanya lurus dan stabil nggak sampai setengah jam sampai ya sob, lah kalau medanya menanjak berliku serta terjal gini mah bisa berlipat lipat ganda waktu tempuhnya.

Gunung Merbabu Via Telomoyo
Nggak bermaksud menakut nakuti sob, keadaanya tak seburuk itu. Selama perjalanan kita akan dimanjakan dengan panorama pemandangan alam yang luar biasa. Dijamin akan membuat kamu semakin bersemangat deh. Jajaran pegunungan dan lebatnya pepohonan menjadi warna tersendiri bagi para pengunjung.

Ngomong-ngomong ada gunung apa aja mas yang bisa terlihat? kalau pas cuaca sedang cerah kamu bakalan lihat gunung Merbabu, Andong, Merapi, terus si kembar Sindoro dan Sumbing, serta kalau kamu beruntung ada gunung Lawu di ujung. Wah mantap dah pokoknya. Maka dari itu alangkah baiknya kalau kamu kesini cek cuaca dulu sob, misalkan berkabut mending tunda dulu perjalananya. Selain udaranya dingin, pemandanganya nggak terlihat, juga berbahaya. Apalagi kalau turun hujan mending nggak usah aja deh ya, jaga diri masing-masing.

Air terjun yang ada di lereng gunung Telomoyo

Air terjun Telomoyo
Ohh ya nanti kamu juga bakalan lihat ada air terjun di pinggir jalan. Tak jarang para pengunjung berhenti disini buat istirahat. Tapi tunggu dulu, ini masih terlalu dekat. Dari sini naiknya juga masih jauh sob. Kemarin pas kesini keadaan air terjun ini debit airnya lirih dan sedikit. Kurang tau juga pas musim hujan apakah tambah deras atau enggak. Tinggi ya mas? enggak terlalu sih sob. Kamu juga bisa naik ke atas air terjun, yah ngapain juga ketas kurang kerjaan amat. Hehehe.. ya kalau mau lihat pemandangan yang berbeda sih sob. Ada jalanya kok di pojokan.

Disini juga ban kendaraan temen saya bocor. Untung sajalah disini. Karena bisa istirahat sambil menikmati gemercik aliran air. Jadi kalau suatu saat kesini lagi tempat ini bakalan ngukir kenangan ya buat rombongan kami. Hahaha..

Oke, lanjut.. singkat cerita kami melanjutkan perjalanan dengan medan yang sama seperti tadi. Halangan demi halangan mulai terlewati. Nggak jarang juga para pengunjung lain menyerah ditengah jalan dan memutuskan untuk beristirahat di pinggir-pinggir jalan.

Puncak Telomoyo
Udah hampir 2 jam perjalanan kami sampai diatas puncak gunung Telomoyo. Sesampainya disini kami memarkirkan kendaraan di dekat tower atas itu. Saya kira di sini banyak pemandangan dan tempat yang bagus, ternyata cuma ada tower milik PLN dan beberapa penerus sinyal radio. Ada berapa ya kemarin? banyaklah pokoknya. Disalah satu bangunan tersebut juga ada penjual makanan dan minuman. Nah ini buat kamu yang tadi lupa bawa bekal bisa jajan disini nih.

Kami sendiri sesampainya disini juga kebingungan nih mau ngapain, akhirnya kami cuma ngemil di pelataran sambil melepas lelah kemudian turun ke landasan yang tadi sempat kami lewati. Loh kok malah kesini dulu mas? ya tadi soalnya banyak orang yang disitu makanya kami memutuskan kesini duluan.

Landasan Gunung Telomoyo
Nah disini terdapat 2 landasan sob. Awalnya kami mau mampir yang diatas dulu namun karena masih banyak orang kami memutuskan untuk turun yang dibawah. Syukurlah dibawah sepi nggak ada orang sama sekali, sehingga kami bisa puas menikmati keindahan lereng gunung Telomoyo dari sini. Karena kemarin kami kesingan jadi kabut lebih dahulu turun, alhasil pemandanganya agak sedikit terhalang. Maka dari itu tadi saya bilang kalau kesini mending pas cuaca cerah biar puas.

Tempat ini yang biasanya jadi sasaran para pengunjung, coba kamu cek di jejaring sosial mengenai gunung Telomoyo, pasti banyak yang berbagi foto disini deh sob. Kayaknya asyik ya mas mainan paralayang disini? buat para pecinta sih saya rasa oke saja ya, tapi buat yang takut kayaknya jadi momok tersendiri deh. Hahaha.. Ya semoga kedepan bisa dikelola lebih baik lagi. Ohh ya kalau kamu kesini hati-hati ya sob, soalnya nggak ada tali atau pengaman lainya. Kalau berdiri disini terus memandang kebawah kaki ini terasa bergetar sendiri sob, apa saya aja yang merasakan atau yang lain juga? apakah ini yang disebut cinta? Kembali ke topik, sayang sekali papan kayu ini banyak dicorat coret oleh para pengunjung yang tak bertanggung jawab serta banyak seniman dadakan yang mengukir ukir namanya disini, enggak tau juga tujuanya buat apa.

Tambahan : Buat yang belum tau aja ya, gunung Telomoyo ini berada di 2 kabupaten. Di Semarang dan Magelang. Nah gunung ini memiliki ketinggian 1.894 mdpl. Para pengunjung yang kesini biasanya menggunakan sepeda motor atau dengan jalan kaki, kebanyakan sih sepeda motor. Untuk bisa sampai kesini rute paling mudah adalah melalui Getasan. Lewat Ngablak Magelang juga bisa.

Gunung Andong Dari Telomoyo
Setelah kami puas berada di landasan dan kabut semakin tebal, akhirnya kami memutuskan untuk turun. Takutnya kalau nanti hujan. Perjalanan turun juga nggak kalah menegangkan saat naik loh sob, beberapa kali ban motor kami selip karena banyak bebatuan. Perlahan namun hati-hati ya sob.

Singkat cerita kami pun sampai dibawah dengan selamat. Syukurlah...
Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan meskipun nggak maksimal. Mungkin suatu saat nanti kalau ada waktu kami kembali kesini dengan harapan dapat melihat pemandangan yang luar biasa.

Ada tips nggak nih mas kalau mau kesini? Ohh jelas ada. Yang pertama silahkan cek kondisi mesin kendaraan kamu, dan rem ya pastinya. Jangan coba-coba pakai ban kecil biar nggak mudah bocor dan selip. Bensin full juga ya sob. Terus bawa pakaian hangat biar nggak kedinginan, bawa bekal makanan dan minuman biar nanti kalau ditengah-tengah perjalanan ada asupan energi. Yang terakhir buanglah sampah pada tempatnya. Kemarin saya lihat banyak sampah dibuang di sepanjang jalan, padahal sungguh amat disayangkan loh sob, pemandangan seindah ini jadi ternodai karena sampah. Maka dari itu hal buruk tersebut jangan sampai ditiru ya. Memang untuk masalah fasilitas tempat sampah disini belum ada, solusinya adalah sampahnya kamu bawa turun kemudian buang di tempat sampah kalau lihat.

Taman Kota Salatiga, Tempat Istirahat Alternatif Di Jalur Lingkar

Salatiga - Mungkin nama kota Salatiga sudah nggak asing lagi buat temen-temen yang tiap mau lebaran mudik ke daerah Selatan seperti Boyolali, Klaten, Solo, Jogja dan lain sebagainya. Nah jika kamu sering melewati Salatiga jalur manakah yang biasanya kamu lewati sob? lewat kota atau lewat jalur alternatif? Jika kamu lewat jalur alternatif sepertinya ada salah satu tempat yang bisa kamu jadikan tempat beristirahat sambil melepas lelah nih sob, apalagi kalau bukan taman kota Salatiga.

Taman ini berada di sebelah kiri jalan kalau kamu dari arah Semarang. Untuk menemukanya nggak begitu sulit kok sob. Biar nggak bingung kasih ancer-ancernya dong mas kalau dari Semarang? nah kalau kamu dari Semarang sehabis melewati batas kota atau tugu Selamat Datang Salatiga nanti ada persimpangan, silahkan ambil yang kanan, kalau lurus ke kota ya sob. Setelah belok kanan lurus terus sekitar 7 Km sob barulah kamu akan lihat tamanya dikiri jalan. Ohh berarti sebelum perempatan ke Kopeng ya mas? Oke betul sekali, lokasinya sebelum lampu merah ya.

Taman Kota Jalur Lingkar
Setelah melihatnya kita bisa langsung mencari lokasi parkir. Tenang aja sob, area parkirnya cukup luas jadi nyaman pastinya. Nah taman ini adalah lokasi paling strategis kalau buat beristirahat maka tak heran kalau kamu kesini pas arus mudik lebaran atau hari libur tempat ini akan kebanjiran pengunjung. Ada biaya parkirnya nggak nih mas? masalah itu saya sendiri kurang paham sob soalnya kemarin pas kesini nggak bayar apa-apa. Jadi setelah parkir langsung saja masuk ke lokasi taman.

Memasuki taman kita akan disambut oleh berbagai hiasan dan desain taman yang sederhana. Nah ada banyak tempat yang bisa kita jadikan tempat beristirahat nih sob, silahkan cari sendiri ya. Hehehe.. Selain berguna sebagai sarana umum taman kota Salatiga juga dijadikan tempat terbuka hijau loh sob. Keren ya?

Taman Lalu Lintas Salatiga
Nah yang nggak kalah menarik kalau kamu kesini bawa anak kecil atau adik yang masih dibawah umur ada sarana edukasinya loh sob. Yaitu taman lalu lintas. Dimana tempat ini dibuat layaknya jalan sungguhan yang lengkap dengan berbagai tanda rambu-rambu lalu lintas. Pastinya kita bisa mengajari anak kita betapa pentingnya memahami sebuah rambu-rambu supaya nanti kalau sudah besar nggak terbiasa melanggar rambu-rambu.

Demkian pula warga sekitar yang biasanya meluangkan waktu berkunjung kemari dengan anaknya, atau istilah jawanya momong anak pas hari libur. Pastinya anak-anak akan senang kalau diajak ke tempat seperti ini ya sob? Lah mas saya kan udah gede? Emang kenapa? orang dewasa juga nggak apa-apa kok kalau mau kesini, ya itung-itung memperdalam ilmu lagi sob.

Taman ini kapan dibuatnya ya mas? Menurut sumber yang saya dapatkan taman kota ini dibangun pada tahun 2012 yang lalu. Kemarin saat saya kesini masih banyak para pekerja yang membersihkan taman seperti menyapu, memotong rumput, mempercantik bunga dan lain sebagainya. Wah semoga aja sampai besok-besok taman ini tetap bersih dan terjaga ya sob.

Beberapa Burung Yang Tinggal Di Sini

Burung Di taman Kota Salatiga
Selain taman lalu lintas disini sudah ada beberapa kandang burung. Jadi ada kebun binatang mininya gitu sob. Ada burung apa aja nih mas? yang pertama dari gerbang pintu masuk ada kandang burung merpati, didepanya ada burung burung beo atau istilah lainya Tiong Emas dan Mamiang. Lanjut kebawah setelah menuruni anak tangga ada kandang burung Parkit dan Cockatiel, jadi ini dua spesies dalam satu kandang ya sob. Terus didepanya ada burung Betet Merah. Ehh tunggu dulu, dibawahnya lagi masih ada sob yaitu kandang burung Dara dan ayam. Wah banyak banget ternyata ya mas?

Oke sekarang kita bahas fasilitas ya sob. Selain tempat parkir yang nyaman dan area taman yang indah disini sudah ada mushola. Nah pastinya memudahkan kita dalam urusan beribadah ya. Kemudian di bawah ada tanah lapang yang cukup luas. Disekelilingnya banyak pepohonan yang membuat adem suasana. Terus sudah ada toiletnya juga. Yang nggak kalah penting tempat sampahnya juga ada. Pastikan kalau mau buang sampah pada tempatnya ya sob supaya taman ini selalu bersih, indah, dan enak dipandang.

Nah jadi gimana sob yang nanti mau pulang kampung lewat Salatiga mau mampir kesinikah? lumayan kan, sekalian melepas lelah sambil menikmati kesejukan udara di kaki gunung Merbabu. Pastinya bikin semangatmu pulih kembali dong.