Tanam Mangrove Di Pantai Kartika Jaya Kendal

(18/12/16) Akhirnya hari yang saya nanti-nantikan tiba juga, yaitu tepatnya pada pagi ini di Kendal ada event tanam mangrove di pantai kartika jaya. Acara ini diadakan oleh imaken ( ikatan mahasiswa Kendal ), meski ada kata mahasiswa acara ini terbuka untuk umum.

Kebetulan ada salah seorang temen yang sudah lama ikut dalam organisasi imaken ini dan Alhamdulillahnya saya dikabari dan diajaknya menanam pohon mangrove di pantai kartika jaya. Saya kira malah di pulau tiban, ternyata bukan.

Agendanya acara dimulai jam 6 pagi, tapi karena saya bangunya agak kesiangan + nunggu temen ( tetangga ) jadi jam 6 baru berangkat dari rumah. Hahaha.. biasa molor.. Kami juga nggak langsung ke lokasi karena harus mampir di Sekopek dan Karang Sari dulu untuk nyamperin temen yang lain.

Setelah beres semua kami berempat langsung tancap gas menuju ke daerah kartika jaya. Nah Kartika Jaya ini berada di kecamatan Patebon, letaknya berada di daerah Utara kota Kendal. Bisa kita akses dari batas kota Kendal di daerah Jambearum dan dari alun-alun Kendal ke Utara. Sebelum ke lokasi kami musti kumpul dulu di dekat Masjid buat nunggu rombongan lain yang belum dateng.

Cuaca pagi ini memang sedikit mendung, nampak disebelah Utara awan mendung gelap menyelimuti langit, sedangkan dari arah Barat & Selatan nampak lebih cerah. Meski begitu tidak menyurutkan para hadirin yang begitu antusias ingin menanam pohon mangrove di pantai kartika jaya.

Skip.. skip.. singkat cerita kami melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi sekitar jam 8 pagi. Untuk masalah rute kami menggunakan rute yang sama ketika hendak ke pulau tiban, cuma bedanya sebelum sampai ke pulau tibanya kami belok kiri, kemudian lurus terus sampai mentok..

Sepeda motor yang kami bawa pun harus dititipkan ke rumah warga sekitar. Maklum saja karena pantai kartika jaya belum dikelola sama sekali.

Medan yang kami lewati berupa jalanan yang berbatu, sesekali harus melewati jalanan yang becek karena tanah yang habis diguyur hujan semalam. Kami musti melewati daerah pertambakan yang lumayan jauh. Jalanan cukup sulit saat kami melewati lumpu-lumpur yang melilit sandal. Tak jarang para aktivis mencopot sandalnya.

Pemandangan sedikit berbeda ketika saya melihat di arah lain. Nampak hamparan pegunungan terlihat jelas dan cerah, ada gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu. Masya Allah..

Setelah melewati medan yang lumayan sulit kami pun sampai di pantai kartika jaya... Alhamdulillah.. Sebelum melanjutkan perjalanan lagi banyak diantara kami yang mainan air, nyuci sandal yang terlapisi lumpur, dan mengabadikan momen..

Bisa dikatakan pantai ini masih bersih, ya meskipun ada beberapa sampah yang tersebar di beberapa sudut. Pasirnya hitam keabu-abuan dan halus dan ombaknya tidak terlalu besar. Tanaman-tanaman seperti tapak kuda juga tersebar di bibir pantai, sehingga menjadikan perpaduan warna yang indah. Masya Allah..

Ya aslinya sih kami bisa dikatakan sudah sampai di pantai kartika jaya, cuma ini bukan tujuan utama kami, karena lokasi penanaman pohon mangrovenya ke sana lagi.

Okeee... lanjut..

Sebelum melanjutkan acara menanam pohon mangrove kami semua berkumpul terlebih dahulu untuk berdo'a kemudian dilanjutkan dengan pengarahan oleh salah satu aktivis. Pengarahan ini meliputi cara menanam pohon mangrove yang baik & benar.

Setelah beres kami semua diarahkan menuju kelokasi yang nantinya akan ditanami pohon mangrove, disini juga sudah disediakan banyak sekali bibit-bibir pohon mangrove. Nah, untuk cara menanamnya sendiri caranya cukup mudah sob tinggal dijabut saja itu kelopak hitam yang berada di ujung tunas, kemudian tancapkan bagian yang lancip.

Kami semua menyebar ke berbagai sisi untuk menanam pohon mangrove, dan,, nggak memakan waktu lama bibit-bibit yang disediakan ludes ditanam aktivis. Wah.. wah.. sungguh sangat antusias sekali ya kawan-kawan imaken ini. Salut deh..

Nah kalau yang ini adalah pohon mangrove muda yang beberapa waktu lalu ditanam oleh aktivis juga. Nampak daun-daun muda mekar dengan suburnya..

Mungkin bagi kalian yang belum pada tau nih, kenapa to kok pohon mangrove itu penting? yang pasti adalah untuk mencegah erosi dan abrasi pantai atau istilahnya adalah pengikisan tanah. Terus dapat menstabilkan daerah pesisir, menjadi tempat hidup berbagai spesies air dan masih banyak lagi yang lainya. So.. pohon emang penting bagi semua makhluk hidup. Nggak cuma pohon-pohon dihutan saja hloh sob yang perlu dilestarikan dan dijaga, tapi pohon mangrove / bakau pun juga harus dijaga.

Setelah semua sudah habis kami pun kembali ke pantai. Ada yang main air, main bola, dan bersantai ria. Saat sedang bermain di bibir pantai salah seorang temen pun menawani mau ikutan nyari tiram.

"Kae meh do nang ndi wi?" tanyaku.
"Ohh... meh do nggolek tiram. pie, meh melu san po?"
"Yowes ayo.."

Untuk cerita mencari tiramnya nggak saya share ya sob. Hehehehe.. Jadi setelah kami semua puas dan waktu menunjukan jam 11 siang kami pun bergegas meninggalkan pantai kartika jaya. Semoga saja kedepanya pantai kartika jaya dapat menjadi destinasi wisata yang bagus. Namun tetap harus dijaga dari sampah dan dilestarikan hutan mangrovenya..

Salam Go Green...

Menikmati Keindahan Gunung Merbabu Dari Oemah Bamboe Diantara Dingin Dan Tebalnya Kabut

Setelah kemarin habis ke gancik top hill yang berada di lereng gunung merbabu kini saatnya saya kembali lagi ke Boyolali untuk berkunjung ke New Selo. Dua objek wisata Selo ini berhadap hadapan yakni jika kita berada di gancik top hill maka kita akan disuguhkan dengan panorama alam gunung merapi, sebaliknya jika kita berada di new selo kita akan disuguhkan dengan panorama alam gunung merbabu.

Ini juga bukan kali pertama saya berkunjung ke new selo dan oemah bamboe, beberapa waktu lalu saya pernah kesini dan sudah pernah saya ceritakan di post yang berjudul "Hamparan Gunung Merbabu Dari Oemah Bamboe New Selo" namun karena temen-temen kampung pada usul ingin ke sini jadi okelah nggak ada salahnya kemari lagi dan kita berangkat hari minggu kemarin.

(11/12/16) Cuaca pagi ini di Kaliwungu agak sedikit mendung dan berawan. Tapi semangat kami tetap tak padam ingin berkunjung ke new selo. Setelah semua sudah siap kami berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 dan kami berangkat dengan 6 orang personil.

Untuk masalah rute kami masih menggunakan rute yang sama waktu saya kesini beberapa waktu lalu, yakni dari Kaliwungu - Boja - Sumowono - Ambarawa - Banyubiru - Kopeng - Sawangan ( lewat Ketep Pass ) - terus ambil arah ke menuju Boyolali.

Selama perjalanan menuju kemari kami harus berjibaku dengan dinginya kabut yang bergerak dari berbagai sisi, bahkan sesekali hujan gerimis menemani perjalanan kami. Selama perjalanan saya lihat kedua gunung ini ( merapi & merbabu ) tertutup kabut, bahkan nyaris tak terlihat sedikitpun. Sempat saya tawari juga temen-temen apakah mau ganti tujuan ke air terjun atau tidak. Tapi karena niat kami mau ke Selo ya buat obat pengen harus ke Selo dulu, ditambah dengan udara yang dingin sekali temen-temen nggak mau main air takut kedinginan katanya. Hahaha.. Singkat cerita kami sudah sampai di dekat joglo Selo. Saya pun mengajukan pertanyaan kepada temen-temen.

"Ini kita mau ke Gancik atau New Selo?" tanyaku kepada mereka.
"Terserah.." jawab salah seorang teman.
"Kalau ke Gancik kita lihat pemandangan gunung merapi, kalau ke new selo kita lihat pemandangan gunung merbabu. Tapi kalau ke gancik kita musti jalan kaki dulu." ujarku.
"Yaudah ke New Selo aja nggak papa." jawab seorang temen,

Oke fix.. kami lets go ke new selo. Mungkin bagi yang pernah kesini udah tau kan ya medanya kayak gimana kalau mau sampai?? nanjak super.. untuk antisipasi saya udah ancang-ancang dari bawah meskipun pasm au sampai tetap aja ngos-ngosan motornya. Hehe..

Wussssssssss... Singkat cerita kami sudah sampai di lokasi parkir. Alhamdulillah.. Sampai juga. Agak kaget juga sih setelah lihat tempat parkirnya sangat penuh sesak, ya mungkin karena hari ini adalah hari minggu + libur panjang jadi ramai. Begitu sampai disini hujan pun turun (gerimis). Sebelum melanjutkan acara ke oemah bamboe kami istirahat sejenak di warung-warung yang sudah disediakan.

Di warung ini kami mengisi tenaga dan energi. Saking dinginya minuman hangat pun tak terasa. Padahal saya udah persiapan pakai baju dobel + jaket dari rumah. Dan ternyata masih nembus. Nggak kebayang misalkan sampai ke pucak rasanya kayak apa. #NgomonginPuncak saya mencoba bertanya ke salah seorang temen (namanya : Latief).

"Tif.. pas kamu naik ke Merbabu dinginan mana sama sekarang?" tanyaku.
"Dinginan di merbabu mas." jawabnya.

Ini yang saya bilang dingin banget ternyata masih ada yang lebih dingin lagi. Allahuakbar.. belum lagi udara di kutub yang bersalju..

Kurang lebih 30 menit hujan pun reda. Kami memutuskan untuk naik keatas, tepatnya ke oemah bamboe. Tempat ini adalah rumah pohon yang baru saja dibuat. Uniklah pokoknya.. untuk harga tiket masuknya masih sama dengan waktu itu, yakni sebesar Rp.10.000/ orang.

Begitu sampai disini rupanya saya dan kawan-kawan mengalami perasaan yang sama, yaitu pengen cepet-cepet ke kamar mandi, ya tau sendirilah mau ngapain. Hehehe.. Brrrr... airnya sob.. langsung menusuk..

Tidak ada apa-apa selain tebal dan putihnya kabut yang bergerak di berbagai penjuru. Diantara keramaian pengunjung kami mencari tempat yang enak dan nyaman untuk istirahat dan bersantai. Tanpa disangkau disela sela waktu pencarian kami mencari saya melihat sebuah gumpalan gelap berada di seberang sana, awalnya saya heran dan bingung. Tapi semakin lama semakin lama gumpalan tersebut menampakan bentuk yang sesungguhnya, dan ternyata..

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.[QS  Al Furqan : 48]
Masya Allah... merbabu mountain.. :'-) Alhamdulillah.. betapa senang hati ini melihat pemandangan yang luar biasa indah..

Nampak gunung merbabu terlihat jelas sampai ke jurang-jurang bahkan padang safananya. Lambat laun kabut pun mulai meninggalkan gunung merbabu ini, sehingga sempat terjadi gunung merbabu nyaris terlihat total tanpa kabut.

Pemandangan ini tak hanya terlihat di gunung merbabu saja sob, dibelakang bukit-bukit gunung merapi pun juga ikut menampakan keindahanya. Bahkan diujung jauh sana nampak puncak gunung sumbing juga tak mau ketinggalan. Masya Allah..

Dan ini adalah gambaran dari lereng gunung merbabu. Nampak hijau dan asri, semoga tetap terjaga dan lestari sampai nanti.

Kami memutuskan untuk beristirahat di salah satu rumah pohon sambil menikmati pemandangan yang ada, nah disini sendiri ada banyak rumah pohon jadi kalau misalkan kamu pas kesini bisa memilih rumah pohon yang mana yang pas buat menikmati pemandangan gunung merbabu, cuma kalau misalkan kamu kesini pas hari libur nasional ya musti ngantri dulu sob..

Pemandanganya sungguh sangat luar biasa.. Masya Allah..

Pemandangan yang indah ini rupanya tak berlangsung lama sob. Tak beberapa lama kemudian hembusan angin membuat kabut kembali menyelimuti gunung merbabu dan sekitarnya. Hawa dingin  pun kembali terasa.

Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang saja. Nah untuk rute pulang sendiri kami memakai rute yang sama pas kami berangkat, sebenarnya mau lewat Cepogo namun teman-teman lebih memilih lewat ketep pass, jadi ya okelah..

Tips Berlibur Eksotis di Bali

Siapa sih yang tidak ingin berlibur ke Bali? Begitu mendengar kata Bali, kamu pasti membayangkan liburan eksotis yang tak terlupakan selama perjalanan kamu ke Bali karena Bali punya banyak tempat menarik dan pantai ikonik yang tak boleh luput dari daftar kamu. Kalau kamu punya rencana untuk berlibur di Bali dalam waktu dekat ini, kamu perlu menyimak beberapa tips berikut ini supaya liburan kamu makin seru.

  • Beli tiket jauh-jauh hari 

Saat musim liburan tiba, harga tiket ke Bali bakal melonjak naik. Jadi, kalau kamu punya budget terbatas untuk liburan kamu, sebaiknya kamu sudah mulai memesan tiket pesawat pulang pergi mulai dari jauh-jauh hari. Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan tiket pesawat yang harganya masih bersahabat untuk kantong kamu.

  • Rencanakan liburanmu secara matang 

Liburan secara backpacker memang terkadang menyenangkan. Tapi kalau kamu berlibur di Bali ketika high season, kamu bakal merasakan banyak kesulitan ketika tiba di Bali, seperti sulitnya mendapatkan sewa kendaraan, seluruh tempat akomodasi sudah terbooking semua dan sebagainya. Jadi, kamu akan lebih bijak jika kamu merencanakan liburanmu secara matang sebelum kamu berangkat. Kamu juga bisa melakukan riset kecil-kecilan lewat internet tempat mana saja yang akan kamu kunjungi sehingga kamu bisa menjadwalkan liburan kamu. Dengan menyusun itinerary harian ketika kamu di Bali, misalnya, kamu jadi bisa menghemat biaya transportasi yang harus kamu keluarkan dan waktu kamu juga tidak akan habis karena terjebak macet. Jadi, liburan kamu makin asyik kan?

  • Cobain wisata kuliner ala Bali 

Ketika berkunjung ke Bali, kamu tidak boleh melewatkan wisata kuliner khas Bali yang tidak cuma jago soal rasa, tapi kamu juga bisa menikmati pemandangan eksotis sambil memuaskan lidah kamu. Well, bagi kamu yang hanya mengonsumsi makanan halal, kamu harus ekstra hati-hati di Bali karena di sini banyak juga yang menjual makanan non halal. Tapi jangan takut, karena kamu tetap bisa menikmati banyak makanan enak yang halal di sini. Kamu bisa menikmati makanan seafood di pinggir pantai Jimbaran, atau menikmati ayam betutu khas Bali yang pastinya bikin kamu ketagihan.

  • Cari tempat akomodasi yang pas buat kamu

Ketika berwisata ke Bali, kamu pasti membutuhkan akomodasi yang nyaman, bersih dan memiliki lokasi yang strategis. Untuk tempat akomodasi kamu, kamu bisa memilih homestay dengan harga yang terjangkau, hotel yang memiliki harga bervariasi dengan fasilitas yang lumayan, atau menyewa apartemen yang memiliki fasilitas lengkap dengan harga terjangkau. Ya, kamu bisa menjadikan sewa apartemen harian sebagai opsi kamu untuk menyewa akomodasi kamu saat berlibur di Bali. Di Bali, kamu bisa menyewa apartemen yang memiliki lokasi strategis yang dekat dengan fasilitas publik dan tempat wisata menarik.

Di Travelio.com, kamu bisa menemukan beragam pilihan sewa apartemen di Bali dengan semua fasilitas yang kamu butuhkan tapi harganya tetap oke di kantong kamu. Gimana? Liburan kamu tetap seru kan meskipun budget kamu terbatas. Dengan menyewa apartemen, kamu bisa masak sendiri dan pastinya punya privasi sendiri. Apalagi jika kamu mengajak teman-teman kamu, kamu jadi bisa punya ruang sendiri tanpa harus menyewa banyak kamar hotel. Nah, tunggu apalagi? Segera sewa apartemen harian di Bali dari Travelio.com sekarang juga dan dapatkan penawaran menariknya! Klik aja di sini.

Indahnya Pelangi Sore Ini Di Daerah Darupono

(10/12/16 ) Cerita ini adalah cerita lanjutan dari perjalanan saya kemarin ke gancik hill top part 2 di daerah Selo kabupaten Boyolali. Kemarin sekitar jam 1 siang kami beranjak pulang dari Selo dengan menggunakan rute Cepogo. Rute ini adalah rute yang berbeda saat kami berangkat.

Skip..skip.. skip.. sampai di daerah Ampel Boyolali hujan pun turun. Alhamdulillah.. kami mencari tempat berteduh terlebih dahulu, sempat terjadi obrolan yang panjang dari kami, apakah akan meneruskan perjalanan dengan menggunakan jas hujan atau berteduh menunggu hujan agak mereda. Karena melihat di daerah Barat awan masih cerah kami memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu.

Sekitar jam 3 sore hujan sudah agak mereda dan kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Baru beberapa menit tepatnya di dekat jalur lingkar Salatiga hujan turun dengan lebatnya, sehingga kami pun memutuskan untuk memakai jas hujan saja. Jika mau berteduh lagi takutnya kemalaman sampai rumah nanti.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan jas hujan. Singkat cerita sampai daerah Ungaran hujan pun reda dan kami mencopot jas hujan di daerah Gunung Pati.

Setelah sampai di daerah Boja gerimis pun turun kembali, namun kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan alasan sudah mau sampai rumah.

Pemandangan menjadi berbeda ketika saya melihat keindahan pelangi di sebelah Utara setelah melewati kali Blorong ( Darupono ). Masya Allah.. Pelangi ini muncul di senja hari hampir maghrib.

Karena tak ingin kehilangan momen saya pun berhenti di depan Masjid Darussalama Darupono untuk mengambil gambar.

Masjid Darussalam Darupono
Setelah puas kami pun melanjutkan perjalan untuk pulang. Sekitar 10 menitlah sampai..

Akhirnya laju kendaraan kami pun kembali berhenti di daerah Mugas. Masya Allah.. dari sini keindahan pelanginya begitu luar biasa.. Nampak cahaya pelangi mijikuhibinu terpancar mempesona.
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah [QS  Al Mulk : 4]

Hari semakin sore dan sebentar lagi memasuki waktu sholat maghrib untuk wilayah Kaliwungu dan sekitarnya, dan kami tinggalkan keindahan pelangi yang muncul di sore hari ini. Semoga dengan keindahan yang Allah berikan kepada kita membuat kita menjadi pribadi yang lebih mudah untuk bersyukur..

Back To Gancik Hill Top, Merapi Setengah Kabut

Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke bukit gancik yang berada di daerah Selo kabupaten Boyolali. Untuk ulasan yang pertama bisa cek di postingan blog ini "Inilah Gancik Top Hill Selo Boyolali, Rekomendasi Tempat Pandang Gunung Merapi". Berbeda dari yang pertama untuk kali ini saya kesini bareng sama temen-temen karena mereka penasaran dengan gancik top hill ini.

Kami (6 orang) berangkat dari Kendal sekitar jam 06.30. Waktu yang terbilang sudah siang menurut saya. Tapi no problem yang penting dalam keadaan sehat walafiat semua. Untuk mengenai rute perjalanan kami menggunakan rute yang sama kala itu, yakni Kaliwungu - Sumowono - Ambarawa - Kopeng - lewat Ketep Pass - Selo.

Singkat cerita kami tiba di lokasi sekitar jam 10.30, maklum aja kalau sedikit lama karena kami beberapa kali istirahat. Dari rumah sebenarnya cuaca sudah agak berawan. Walaupun tadi pas lewat daerah Sumowono jajaran gunung Merbabu nampak terlihat jelas.

Setelah membayar tiket masuk (10/12/16) sebesar Rp.8.000 kami langsung melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi parkir. Ada 3 spot lokasi parkir disini. Yang pertama di basecamp pendakian gunung merbabu, yang kedua ditengah-tengah, dan yang terakhir ada di atas. Kalau motornya kuat bisa juga digass sampai ke lokasi, namun jarang banget yang bisa sampai kecuali warga sini.

Berbeda dengan waktu itu kami memarkirkan motor ditengah karena motor yang kami pakai sudah tidak kuat lagi menanjak. Kala itu saya memarkirkan kendaraan di spot 3 jadi jalanya enggak begitu jauh. Tapi okelah kali ini cukup sampai ditengah juga nggak masalah yang penting selamat. Dan untuk selanjutnya kami musti berjalan kaki hingga sampai di lokasi.

Awalnya kami juga ditawari jasa ojek, tapi kami lebih memilih untuk berjalan kaki saja. Jalanya sudah bagus kok berupa jalanan aspal yang rapi. Tanpa basa basi kami langsung cuss menuju ke lokasi. Selama perjalanan kita akan dimanjakan dengan terasiring khas pegunungan dan hijaunya tanaman para petani sekitar. Jika sedang cerah maka kita dapat melihat pemandangan gunung merapi dibelakang.

Saat kemarin kami kesini pemandangan gunung merapi hanya terlihat setengah saja yang setengahnya lagi (atas) terselimuti kabut. Meski begitu kami tetap semangat untuk menuju ke bukit gancik.

Tanaman-tanaman sayur disepanjang perjalanan menuju ke bukit gancik menjadi warna-warni khas yang sangat asri. Ditambah lagi dengan sejuknya udara pegunungan membuat para pengunjung yang datang kesini menjadi betah untuk berlama-lama berada disini. Ohh wait! kita harus kembali melanjutkan perjalanana lagi..

Baru sekitar sebulan yang lalu saya kemari rupanya sudah ada perubahan yang nampak disini. Yaitu ada proyek pengerjaan jalan. Walaupun belum rampung total namun dengan adanya akses jalan yang bagus tentu akan mempermudah kita dalam menempuh perjalanan menuju ke lokasi.

Alhamdulillah.. sampai juga akhirnya.. begitu saya melihat ada tempat rumah pohon yang sepi tanpa membuang buang kesempatan saya langsung naik dan melihat pemandangan dari atas. Masya Allah.. pemandangannya war biasa.. Agak merinding juga sih sebenarnya saat berada diatas, apalagi lihat kebawah..

Pas pertama kali kesini waktu itu saya memang nggak menjamah rumah pohon ini sedikit pun karena alasan ramainya para pengunjung. Syukurlah kali ini agak sepi jadi bisa naik dan menikmati pemandangan gunung merapi (kaki gunung) dari sini.

Baru sebentar berada diatas sini tiba-tiba temenku ngajakin turun. Ceritanya tadi pas saya buru-buru naik ada satu orang temen yang ngintil dibelakang ikutan #ealah. Hahaha.. Oke mah saya iyakan ajakanya.

Ternyata ia ngajakin turun sedikit kebawah tepatnya di bawah tulisan Gancik. Atau bisa saya sebut ikonya gancik hill top. Nah tulisan ini juga akan kita lihat saat kita otw kesini. Dari New Selo pun tulisan ini juga bisa kita lihat, namun butuh kejelian untuk dapat menemukanya. Hehehe..

Kala waktu saya kemarin kesini sendiri saya nggak turun kesini. Alasanya masih sama yaitu ramai pengunjung. Nah ini syukurlah agak sepi jadi bisa puas mondar mandir kesana kemari. Hehehe..

Beberapa waktu berselang temenku ngajak keatas lagi (rumah pohon). Berubung waktu juga sudah semakin siang + kabutnya udah pada turun kami pun bergegas menuju keatas.

Rumah pohon yang kami panjat pertama adalah rumah pohon yang ada lingkaranya itu. Yah ini juga karena saya pribadi penasaran kala itu nggak naik kesini. Rumah pohon ini terbilang unik hloh sob, karena diantara rumah-rumah pohon yang ada disini saling berhubungan. Jadi sekali naik kita bisa muter kemana-mana.

Yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga keselamatan ya sob. Dan not recommended bagi yang takut ketinggian.

Masya Allah.. pemandanganya.. indah sekali..
Hijaunya lahan pertanian di iringi dengan rumah-rumah warga sekitar menjadi kesan dan warna tersendiri bagi para penikmatnya. Alhamdulillah..

Nah dikunjungan saya kali ini saya tidak berbaur dengan warga sekitar untuk mencari informasi karena sudah saya ulas di postingan pertama. Ya paling saling lempar senyum dan sapa saja ketika berpapasan.

Perjalanan kami pun berhenti ketika kami diujung rumah pohon. Kami lihat kabut dari atas gunung merbabu juga sudah mulai turun, akhirnya kami memutuskan untuk cabut saja..

[Alun-Alun Boyolali] Bagaikan Nyasar Di The Milk Balloon Festival

Boyolali tersenyum.. Boyolali kota susu.. Ya.. Inilah kota tercinta tempat dimana saya lahir. Sebuah kota yang berada di antara kota besar Semarang dan daerah Istimewa Yogyakarta. Alhamdulillah.. hari ini saya berkesempatan berkunjung ke kampung halaman tercinta, namun tidak seperti biasa karena saya datang kemari untuk melihat festival balon di alun-alun Boyolali tepatnya.

Berawal dari informasi yang ada di situs jejaring sosial kala itu saya melihat sebuah gambar poster yang memberitakan soal festival balon ini. Karena penasaran saya pun tertarik untuk mengunjunginya. Ohh iya.. festival balon ini bukanlah balon udara yang ukuranya gede-gede itu ya sob, melainkan balon biasa yang biasa dimainkan oleh anak-anak.

(03/12/16) Saat perjalanan menuju ke Boyolali saya lihat cuaca sangat cerah dari rumah hingga daerah Ambarawa. Namun begitu sudah memasuki Salatiga saya melihat awan mendung hingga sampai di Boyolali. Sampai di daerah Ampel hujan pun turun. Alhamdulillah.. hujan adalah berkah.

Sebenarnya saya bawa jas hujan cuma karena males pakainya jadi saya memutuskan untuk ngiyup (berteduh) menunggu hujan agak mereda. Itung-itung juga sekalian istirahat setelah menempuh perjalanan yang lumayan. Kira-kira 30 - 45 menit kemudian hujan pun mereda. Meski belum reda total dan masih gerimis saya kembali melanjutkan perjalanan.

Wussssss... Singkat cerita saya sudah sampai di kota Boyolali dan kini saatnya untuk menuju ke alun-alunya. Ditengah-tengah perjalanan menuju ke alun-alun saya melihat ada sebuah tugu jagung yang cukup besar di seberang jalan. Ohh ini toh tugu jagung yang dimaksud, pikir saya dalam hati. Iya tugu ini sempat populer pada bulan Oktober yang lalu untuk memperingati hari pangan sedunia. Tugu jagung ini memiliki ketinggian 15 meter dengan diameter 3 meter #Baca_Info_Dibawahnya.

Oke next.. Saya pribadi juga kurang paham mengenai tempat diselenggarakanya festival balon ini sob. Menurut info sih di at the milk Boyolali. Saat sedang asyik muter-muter mencari lokasinya gerimis pun kembali turun.

Akhirnya saya memutuskan untuk singgah sejenak di Masjid Ageng Boyolali ini serambi istirahat dan menunggu hujan agak mereda.

Tak lama kemudian saya kembali melanjutkan pencarian walaupun masih gerimis. Biasanya kalau ada event gini kan ada spanduk atau posternya di pinggir jalan ya? kok ini nggak ada, pikir saya. Akhirnya laju motor saya pun kembali terhenti di jalan dekat lembu suro.

Yaudahlah tak istirahat #lagi sambil nyari info. Saya kembali buka akun jejaring media sosialnya buat mencari kepastian dimana tempatnya. Katanya sih at the milk alun-alun Boyolali, ini pasti nama tempatnya at the milk, pikir saya.

Hloh.. itu apa'an ya? begitu saya melihat sebuah bangunan di dekat lembu suro. Kok motor-motor pada dateng kesitu + ada poster-poster mencurigakan gitu ya? Apa jangan-jangan itu? tanpa pikir panjang saya percaya diri langsung aja ikutan masuk. Dan....

Owalah ternyata ini tempatnya. Jadi dari tadi tu saya berada di depanya. Hahahahaha.. wah ndlenger ki.. jan.. jan.. Oke jadi begitu saya lihat banyak balon dan poster "The Milk Ballon Festival" yakin 100% ini tempatnya. Wait! sebelumnya pengunjung perlu membayar tiket parkir sebesar Rp.2.000/motor dan Rp.5.000/ mobil.

Setelah memarkirkan kendaraan saya membeli tiket masuk yang udah dijual di depan area. Harga tiketnya Rp.10.000/ orang dan beli 5 gratis satu #katanya.

Begitu masuk didalam area saya melihat ada sebuah mobil tua. Kalau dulu saya nyebutnya mobil kodok yang terparkir dan dihiasi banyak balon. Cuma karena kondisinya yang sangat ramai dipadati para pengunjung saya tidak sempat mengambil gambarnya secara full.

Perasaan saya nggak enak nih begitu melihat banyak bangku-bangku dan banyak para pengunjung yang makan dan minum dengan asyiknya. Kayaknya ini bukan tempat saya deh, ini kayaknya kafe atau tempat makan, pikir saya dalam hati. Setelah berjalan ke arah ujung #yaelah ternyata bener ini kafe begitu saya melihat ada yang menyajikan makanan.

Wah gimana nih mau out langsung atau enggak ya, pikir saya bingung. Ini belakang saya udah pintu keluar soalnya. Wkwkwkw..

Ohh iya disini rupanya ada 2 mobil tua. Yang pertama di dekat pintu masuk dan yang kedua di dekat pintu keluar. Mengambil gambar mobil pas dalam keadaan sepi seperti itu memang nggak mudah sob, karena banyaknya para pengunjung yang mengabadikan momen disini.

"Mas ini sampai kapan to acaranya?" tanyaku kepada petugas yang memumpa balon.
"Sampai besok minggu mas, dari tanggal 2 - 4." jawabnya.
"Ohh.. ini yang ngadain siapa ya mas?" tanyaku lagi.
"Yang punya tempat mas." jawabnya.
"Ini kafe ya mas?" tanyaku lagi.
"Iya mas." jawabnya.

Akhirnya percakapan kami berakhir begitu si masnya ada kerjaan lagi. Udah sendirian disini, bingung mau ngapain. Bingung.. bingung.. Hahaha.. Nah, mungkin kalian akan bertanya, kok nggak ikutan makan aja mas? Saya punya beberapa alasan. Yang pertama tempatnya ramai, walaupun tingkat 2. Yang kedua saya nggak biasa makan di kafe-kafe gini, biasanya juga di warteg atau kucingan (warung makan yang bukanya tiap malam doang). Jadi mohon maaf tidak bisa memberitakan menu apa saja yang tersedia disini. Hehe..

Dan... akhirnya saya putuskan untuk out juga, daripada mondar mandiri kesana kemari tanpa tujuan.

"Sudah mas." ujarku kepada penjaga parkir sambil ngasihkan karcis parkir.
"Ohh iya mas, motornya yang mana?" tanya dia.
"Itu yang hijau." jawabku pelan.
"Ini kafe to mas?" tanyaku kepadanya.
"Iya mas kafe, dengan menu spesial susu." jawabnya sambil mengeluarkan motor saya.
"Udah lama atau baru ini mas kafenya?" tanyaku lagi.
"Baru kok mas, belum ada setahun." jawabnya sambil memberikan stang motor.
"Ohh..
"Yaudah mas mari.." saya berpamitan.
"Iya.. mas."

Sebelum untuk bener-bener pulang saya sempatkan untuk berkeliling alun-alun dahulu, ceritanya temu kangen karena udah lama nggak kesini. Hehehe..

Hijaunya Hutan Mangrove Edupark Maroon Semarang

Pantai maroon merupakan objek wisata pantai yang berada di daerah Semarang tepatnya di Tugurejo, Tugu, kota Semarang. Yang menjadi daya tariknya bukan hanya wisata pantainya saja sob, melainkan disini terdapat hutan mangrove atau istilah kerenya mangrove edupark maron.

Adapun rute yang bisa kita pakai kalau ingin berkunjung ke pantai maroon atau ke hutan mangrove maroon adalah lewat Kalibanteng. Jika kamu dari arah Semarang Barat / Kendal setelah melewati lampu bangjo Krapyak 2 ( sebelah kirinya ada Samsat III Semarang ) lurus sedikit lagi. Perhatikan halte bus trans Semarang di kiri jalan. Persis di sebelah halte bus tersebut terdapat jalan masuk kekiri. Silahkan masuk ke jalan tersebut kira-kira 500 meter sampai melewati rel kereta api. Nah setelah itu akan ada papan penunjuk arah menuju ke pantai maroon.

(27/11/16) Di kesempatan pagi yang cerah ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke hutan mangrove maron. Niat dan tujuan saya dari rumah cuma ingin ke hutan mangrovenya saja. Karena penasaran akan tempat dan keindahanya yang ditawarkanya.

Saya berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi. Terlalu siang ya? maklum aja karena lokasinya nggak jauh-jauh amat dari rumah. Sekitar 30 sampai 45 menit perjalanan. Saya juga menggunakan rute yang saya sebutkan diatas. Karena beberapa waktu yang lalu saya sempat berkunjung ke pantai maron makanya saya nggak kaget akan jalan dan medan yang nanti akan saya lewati.

Nah menurut papan penunjuk arah kita harus melanjutkan perjalanan lagi kira-kira 3Km. Oke semangat.. semangat.. Bentar-bentar sebelum melanjutkan perjalanan waktu saya berkunjung ke pantai maron dulu objek wisata maroon mangrove eduparknya belum ada ya sob. Maklum saja karena kawasan hutan mangrove maroon ini masih terbilang fresh..

Next.. Perjalanan sejauh 3Km tersebut harus kita lalui dengan medan yang terjal. (27/11/16) Jalanan masih berupa tanah liat. Jangan lupa pakai masker ya sob.

Selama perjalanan kita dapat melihat bandara Ahmad Yani Semarang dari dekat. Kalau beruntung kita bisa melihat kesibukan bandara dengan adanya pesawat yang hendak terbang ataupun turun.

Tak beberapa lama kemudian saya berjumpa dengan seseorang penjaga tiket. Perlu membayar tiket masuk sebesar Rp.5.000 untuk melanjutkan perjalanan. Ohh iya biaya tersebut dihitung per orang atau per motor saya kurang paham ya sob. Soalnya kemarin saya sendirian dan menggunakan sepeda motor.

Setelah menempuh medan yang lumayan terjal akhirnya sampai juga saya di lokasi maroon mangrove edupark. Saya lihat pengunjung yang datang tidak terlalu ramai hanya ada beberapa sepeda dan sepeda motor saja yang terparkir dilokasi parkir. #Lagi kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp.5.000 untuk masuk ke kawasan hutan mangrovenya. Jadi gini sob yang pertama tadi adalah tiket masuk untuk masuk ke pantai maroon sob, nah jadi kalau kamu habis ini mau ke pantainya silahkan aja langsung nggak papa.

"Ini sudah lama atau baru ya pak?" tanyaku kepada penjaga tiket.
"Masih baru mas, nembe dibukak kok?" jawabnya.
"Ya sekitar bulan Maret (2016) yang lalu." imbuhnya.
"Wah masih seger dong pak, soalnya waktu itu saya main ke pantai maroon ini belum ada." ujarku.
"Hehehe.. iya mas, soalnya masih baru." jawabnya.
"Ohh.... yaudah pak, tak masuk dulu." ucapku menutup obrolan.
"Ohh iya mas, silahkan."

Setelah memasuki hutan mangrove saya melihat ada sebuah menara berwarna biru yang terletak di dekat pintu masuk. Maksud hati ingin naik namun karena disana ada orang jadi saya pending dulu nanti pas sepi.

Saya berusaha menyusuri jalan demi jalan yang telah disediakan. Jalan ini hanyalah sebuah batang bambu melintang yang berada di atas tambak. Yang membuatnya semakin terlihat cantik adalah pinggir-pinggirnya terdapat hijaunya tanaman mangrove. Mangrove / bakau = Rhizophora mucronata.

Adem banget lihat hijaunya pepohonan mangrove. Makanya lets go green ya sob. Biar bumi makin hijau. Biar yang lihat adem, makin seger, makin sehat, makin berkah.. Amiiin..

Karena penasaran saya perlahan lahan mengikuti jalan bambu ini terus.. terus.. dan terus.. saya kira bakalan tembus kemana gitu. Ehh.. rupanya udah diujung aja. Hahaha. Jadi diujung jembatan ini terdapat gazebo untuk beristirahat. Ada beberapa gazebo yang tersebar di berbagai sudut, salah satunya ada di pojok sini.

Tak lama kemudian saya kembali putar balik setelah beristirahat disini beberapa menit. Saya lihat ada orang yang mancing juga diantara rerimbunan pohon mangrove.

Dan... saya sampai di gazebo tengah-tengah hutan. Tadi pas waktu berjalan ke ujung saya juga sempat melewati gazebo ini cuma karena tadi ada yang nongkrong disini jadi nggak enak kalau ikutan gabung. Makanya saya pending dulu singgahnya. Kebetulan sekali pas saya mau ke menaranya disini malah sepi. Ya udah mampir dulu aja, serambi membaca informasi yang ada.

Nah disini banyak hloh informasi-informasi yang tersebar dan dipasang di papan maupun disela-sela pepohonan. Jadi selain berwisata kita dapat sekalian belajar disini. Ohh ya ngomong-ngomong ini kan saya mau ke menaranya. Oke cekidot kemon.. mumpung sepi nggak ada orang..

Menara ini memang nggak begitu tinggi sob, tapi tetep harus hati-hati saat memanjat dan berada diatas ya sob. Perlahan-lahan saya menampakkan kaki di anak tangga. Tak lama kemudian sampailah saya di atas. Alhamdulillah.. seger banget.. melihat pemandangan dari atas.

Nampak dari atas menara kita dapat melihat pantai maron. Atau laut Jawa ya kalau di peta. Nah misalkan kamu mau mampir ke pantainya jaraknya dari sini nggak terlalu jauh kok sob.

Disisi lain kita dapat melihat kesibukan bandara Ahmad Yani Semarang. Nampak terlihat pesawat yang lepas landas maupun turun ke bandara. Ditunggu aja ya sob antara 10 sampai 15 menitlah. Nanti bakalan ada pesawat yang kesini.

Sedangkan disudut lain kita dapat melihat pemandangan kota Semarang lengkap dengan gunung Ungaran di sebelah Selatan. Namun pas saya kesini kemarin keadaan gunung Ungaran sedang terselimuti oleh kabut. Jadi nggak begitu kelihatan.

Saat berada diatas sini tiba-tiba datanglah orang lain yang naik ke menara ini. Goyange rak karuan. Jadi agak serem juga nih. Hehehe.. Tapi nggak papa yang penting nggak banyak-banyak yang naik kesini.

Waktu semakin siang. Para pengunjung bersilih ganti datang dan pergi. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang juga.

"Sudah mas?" sapa bapak-bapak yang tadi jaga tiket.
"Iya pak.. kok agak sepi ya pak?" tanyaku penasaran.
"Iya soalnya sudah siang mas, biasanya pagi atau sore." jawabnya.

Percakapan singkat kami berakhir begitu saya berpamitan dengannya untuk pulang..

Ohh iya.. masalah fasilitas disini kemarin cuma ada toilet di parkiran, gazebo, menara pandang, papan informasi, tempat sampah, sama warung ditengah-tengah hutan. Semoga kedepan objek wisata mangrove edupark maroon ini dapat berkembang lebih baik lagi, sehingga semakin menarik minat para pengunjung yang datang kemari.

Ndelok Waduk Sermo Soko Kalibiru

Kalibiru merupakan salah satu objek wisata yang berada di daerah Kulon Progo yang akhir-akhir ini naik daun namanya. Terletak di daerah dataran tinggi desa wisata Kalibiru, Sermo, Hargowilis, Kokap Kulon Progo para pengunjung akan dimanjakan dengan panorama alam berupa hijaunya pemandangan sekitar dan waduk sermo yang berada diantara perbukitan.

Objek wisata Kalibiru kini semakin terkenal saja bahkan sampai ke mancanegara. Ini ditandai pas kemarin saya kesini sempat bertemu bule. Wah mereka kayaknya penasaran dan ingin travelling in Indonesia nih..

Oke, jadi setelah kemarin saya berkunjung ke air terjun kembang soka saya melanjutkan perjalanan ke objek wisata Kalibiru. Perlu waktu hampir 30 menit dari air terjun kembang soka untuk saya supaya bisa sampai disini. Berbekal petunjuk arah dari si bapak penjaga tiket di objek wisata kembang soka tadi saya bergegas dan percaya diri menyusuri jalan demi jalan di balik perbukitan. Rute yang saya gunakan dari air terjun kembang soka adalah dengan lurus terus mengikuti jalan besar sampai bertemu pertigaan seperti huruf T. Setelah itu ambil kiri dan bablas terus mengikuti petunjuk arah ke Kalibiru.

Melewati daerah perbukitan dan medan naik turun serta kelokan tajam menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Medan aspal yang berubah menjadi bebatuan terkadang menyulitkan saya mengendarai sepeda motor. Perlahan namun pasti saya menyusuri jalan serta petunjuk demi petunjuk agar bisa sampai di objek wisata Kalibiru.

Singkat cerita saya sudah sampai di Kalibiru. Alhamdulillah.. Setelah menempuh medan yang lumayan akhirnya saya bisa bernafas lega begitu melihat ramainya mobil-mobil yang terparkir di lokasi dan para pengunjung yang berlalu lalang. Saya lihat ada seseorang manggil-manggil saya dari kejauhan sambil melambaikan tangan. Ternyata do'i adalah tukang parkir. #HAHA.

Setelah membayar tiket Rp.2.000 saya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke gardu pandang Kalibirunya. Saya lihat ada papan informasi bahwa puncaknya sejauh 100 meter lagi. Lets go.. Semangat..

Ohh iya.. Sebelumnya kita perlu membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000/ orang (26/11/16). Kalau hari minggu/ libur saya kurang tau apakah tetap sama atau naik. Setelah sudah mendapatkan tiket masuk saya kembali lagi melanjutkan perjalanan menuju puncak Kalibiru.

Disepanjang jalan menuju ke puncak saya lihat banyak terdapat beberapa pondok wisata Kalibiru. Bentuknya minimalis dan sederhana. Di sekeliling pondok tersebut ditanami dengan berbagai tanaman hias yang membuat suasananya menjadi sangat asri.

Selang beberapa lama saya melihat ada sebuah kolam yang dindingnya dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat sangat unik. Kolam ini memiliki jembatan kecil di tengah-tengahnya dan memiliki ikon berupa tulisan Kalibiru diatasnya. Tak jarang para pengunjung mampir disini untuk sekedar mengabadikan momen.

Nah disini terdapat dua jalur. Yang satu dikanan kolam dan yang satunya di kiri kolam. Karena saya lihat banyak yang pulang dari arah kanan maka dengan pedenya saya masuk dari arah kiri. Yang nggak taunya adalah yang kiri adalah pintu keluar. #Ealah.. Tapi nggak papa sih wong tembusanya sama saja.

Begitu sampai diatas saya melihat ada beberapa rumah pohon yang tersebar di beberapa titik. Persis sama yang saya lihat di internet dan sosial media. Untuk memanjat rumah pohon ini tentu saja harus didampingi ahlinya dan diwajibkan mengenakan tali pengaman.

Para pengunjung harus rela antri demi mengabadikan momen di atas rumah pohon ini. Tapi saya pribadi kemarin enggak mencoba naik ke rumah pohon. Saya lebih tertarik sama pemandangan waduk sermo didepanya. Hehehe.. Oke, rumah pohon yang satu ini makin lama makin ramai pengunjungnya sehingga memaksa saya untuk melanjutkan perjalanan mengikuti anak tangga.

Dan inilah dia waduk sermonya sob. Masya Allah.. Hijaunya pepohonan diperbukitan dan ditambah birunya langit menjadi penyejuk dan seolah rasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh hilang begitu melihat keindahan pemandanganya.

Tak banyak hal yang saya lakukan disini. Hanya sekedar menikmati pemandangan alam yang ada. Maklum saja karena saya kesini sendirian jadi bingung juga mau ngapain ya enaknya. Ohh iya sob misalkan kamu mau kesini dan mau naik ke rumah pohonya kamu perlu merogoh kocek mulai dari Rp.10.000 hingga Rp.35.000/ orang. Tentu saja tiap-tiap rumah pohon memiliki tarif yang berbeda beda.

Untuk masalah fasilitas umum disini sudah terbilang lengkap karena sudah dikelola dan dikembangkan dengan baik. Ada mushola, toilet, berbagai rumah pohon, kantin & warung makan, pos informasi, tempat sampah, area parkir yang luas, pondok wisata, dan masih banyak lagi yang lainya.

Waktu sudah semakin siang dan ini tandanya saya harus angkat kaki dari objek wisata Kalibiru. Semoga saja keindahan dan kebersihan tempat ini senantiasa terjaga sehingga para wisatawan yang datang kesini pun semakin merasa nyaman.