Pantai Kartika Jaya Kendal Yang Nyaris Tak Tersentuh
Kartika jaya merupakan sebuah nama daerah yang berada di kabupaten Kendal, tepatnya berada di kecamatan Patebon dan berada di sisi Utara kota Kendal. Nah, di daerah ini ada satu objek wisata yang kemarin sempat boomong hloh sob.. apalagi kalau bukan Objek Wisata Pulau Tiban. Mungkin bagi temen-temen yang baru tau terdengar asing akan nama pulau tiban ini. Tapi tak masalah, akan saya jelaskan sedikit mengenai gambaranya. Jadi pulau tiban ini merupakan sebuah daratan yang terbentuk di tengah laut. Semakin lama daratan yang terbentuk semakin besar dan memanjang. Akhirnya oleh warga sekitar dicoba ditanami oleh pohon cemara. Alhamdulillah.. pohon cemara itu tumbuh subur dan makin lama semakin besar. Karena keunikanya maka masyarakat sekitar berinisiatif mengembangkan potensi pulau tiban untuk dijadikan tempat wisata, bisa naik prahu juga hloh.. hehehe.

Pantai Kartika Jaya Kabupaten Kendal
But! Wait! Ada satu objek wisata lagi yang rupanya masih satu lokasi dengan pulau tiban. Yaitu pantai kartika jaya. Nah, jadi di postingan kali ini saya akan membahas mengenai objek wisata pantai kartika jaya ya sob. Bukan pulau tibanya. #Yaaahh... Iya deh buat yang penasaran bisa cross cek kemari : Objek Wisata Pulau Tiban kartika Jaya, Kendal.

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.[QS  Al Furqan : 48]

Saya pribadi juga selama ini cuma denger-denger aja mengenai pantai yang satu ini. Masih simpang siur tepatnya dimana. Namun Alhamdulillah beberapa waktu lalu saya diajak teman-teman dari imaken ( ikatan mahasiswa Kendal ) untuk menanam mangrove di dekat pantai kartika jaya. Wah pas sekali karena berubung saya juga penasaran maka saya iyakan ajakan teman saya.

Buat kalian yang mau kesini bisa menggunakan rute menuju ke pulau tiban. Tapi begitu mau sampai di parkiran pulau tiban belok kiri. Dari situ bablas saja sampai ujung jalan. Untuk masalah parkiran sepeda motor bisa kalian titipkan di rumah warga sekitar. Kemarin sih pas kesini belum ada tiket masuk + biaya parkirnya, alias gratis.

Oke.. dari sini kita stop dulu pakai kendaraan karena kita musti jalan kaki agar bisa sampai dipantainya. Jaraknya sih bisa dibilang lumayan ya.. sekitar 1 Km kurang lebih dengan melewati medan berupa area pertambakan. Nah saran saya sih kalau mau kesini ajakin orang yang sudah pernah kemari. Soalnya apa, karena belum adanya papan penunjuk arah. Sehingga buat yang baru pertama kali kesini dijamin bingung sih..

Pantai Tersembunyi Di Kendal
Singkat cerita saya dan teman-teman sudah sampai di bibir pantai. Sekilas pantai ini tidak jauh berbeda dengan pantai-pantai pada umumnya. Pasirnya hitam pekat, dan banyak ditumbuhi tanaman tapak kuda. Ombaknya juga sedang sedang saja, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Saat saya sampai disini memang masih sepi sekali. Cuma ada beberapa orang saja yang terlihat selain kami, itupun mereka sedang memancing, bukan sedang traveling.

Dibibir pantainya juga saya dapati banyak serpihan sampah-sampah yang terbawa ombak. Sayang sekali ya.. Mungkin karena belum dikelola jadi belum ada yang bersihin. Nah untuk masalah fasilitas disini. Emmm... nggak ada apa apa sama sekali. Ya ada sih beberapa gubuk nelayan, itupun sudah usang dimakan jaman. Jadi masih benar-benar belum tersentuh.

Pantai Pulau Tiban
Semoga saja kedepanya pantai kartika jaya dapat berkembang seperti objek wisata pulau tiban. Jadi pengunjung yang sedang berlibur kemari dapat 2 objek wisata dalam satu lokasi. Kan lumayan tuh nggak perlu jauh-jauh. Hehehe..
Terpikat Dengan Pemandangan Bukit Sawangan
Bukit sawangan merupakan sebuah nama tempat/ daerah yang berada di kabupaten Magelang. Keistimewaan daerah ini adalah lokasinya yang berada di antara gunung Merbabu dan Merapi sehingga menawarkan view yang sangat indah sekali. Maka dari itu disini ada satu objek wisata yang familiar dan populer nih sob, yaitu ketep pass. Jika diantara temen-temen ada yang sudah pernah kemari maka kalian sedang berada di daerah bukit Sawangan.

Pemandangan Gunung Merapi
Selain pemandanganya yang menyegarkan mata, hawanya juga sangat sejuk. Sehingga dapat memikat hati para pengunjung yang pernah singgah kemari.

Alhamdulillah.. hari minggu (16/04/17) saya ada rencana pulang kampung karena didesa ada acara. Nah, malamnya sebelum berangkat terbesit dibenak pikiran saya untuk mengubah rute perjalanan. Biasanya sih kalau pulang kampung saya seringnya lewat Salatiga, terutama jalur lingkar Salatiga. Untuk rute yang saya ubah yakni dari Sumowono - Banyubiru - ambil arah ke Kopeng, terus sampai Sawangan - Selo - kemudian turun gunung sampai ke Tlatar. Memang perubahan rute ini memakan waktu 2 kali waktu tempuh perjalanan. Biasanya kalau lewat jalur normal sih sekitar 2,5 jam sampai. Sedangkan kalau lewat rute tersebut bisa memakan waktu hingga 5 jam. Wawww.... tapi no problem..

Alhamdulillah hari yang dinanti tiba juga, saya berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi. Agak kesiangan juga sih soalnya kurang persiapan. Hehehe.. hari ini cuaca sedang cerah selama perjalanan saya perhatikan gunung-gunung yang terlihat sepanjang perjalanan begitu jelas. Pertama-tama ada gunung Ungaran, Prahu, Sindoro, dan Sumbing, ke empatnya nampak terlihat jelas dan cerah sehingga membuat saya semakin bersemangat memacu kendaraan.

Ketika tiba di daerah Kopeng saya lihat gunung merbabu sedikit demi sedikit mulai tertutup oleh kabut, tapi saya tetap positif thinking dan tidak putus asa. Soalnya pengalaman beberapa waktu lalu juga demikian. Jadi masih ada kemungkinan bagian lain dari sisi gunung merbabu belum tertutup kabut. Jadi logikanya misalnya di daerah A gunungnya tertutup kabut belum tentu di daerah B juga tertutup. Tapi itu hanya kemungkinan kecil #KecilSekali.

Traveling In Merapi Mountain
Singkat cerita saya sudah tiba di daerah Sawangan, Alhamdulillah ternyata benar juga.. gunung merapinya amazing.. Masya Allah.. nampak terlihat jelas dengan ciri khasnya. Gunung yang sering meletus ini bertipe gunung api strato dengan memiliki ketinggian 2.930 meter diatas permukaan laut. Jika terlihat jelas kita akan mendapati sebuah bekas aliran lahar yang masih tersisa.

Pemandangan Gunung Merbabu Dari Sawangan
Selain gunung merapi saya juga mendapati pemandangan gunung merbabu yang tak kalah menarik. Kedua gunung ini nampak terlihat jelas dari bukit Sawangan. Nah, gunung merbabu sendiri termasuk gunung non-aktif dengan memiliki ketinggain 3.145 mdpl. Di daerah Sawangan ini juga ada jalur pendakian gunung merbabu juga hloh sob, yakni lewat jalur Suwanting.

Gunung Sumbing
Kalau pas cerah maka gunung Sindoro dan Sumbing pun nggak mau ketinggalan..

Singkat cerita akhirnya saya pun tiba di sebelah gerbang masuk objek wisata ketep pass. Cuma saya nggak masuk, cuma numpang istirahat. Hehehe.. nah bagi kalian yang mau menambah wawasan mengenai gunung berapi khususnya gunung Merapi ini bisa masuk ke objek wisata ketep pass, terus masuk ke museum gunung api & teater mininya. Wah.. seru ya..

Setelah dirasa cukup saya pun kembali melanjutkan perjalanan. Dari objek wisata ketep pass turun sedikit lalu saya mengambil arah menuju ke Boyolali. Untuk medan yang satu ini bisa dibilang extream hloh sob, soalnya jalanya naik turun dan berkelok kelok. Kalau misalkan temen-temen ada yang mau lewat sini pastikan kendaraan kamu dalam kondisi prima dan berfungsi dengan baik ya sob..

Merapi Mountain
Selama perjalanan saya perhatikan didaerah sini kedua gunung baik merapi dan merbabu semuanya mulai diselimuti kabut. Tapi no problem.. Alhamdulillah tadi udah lihat pemandangan yang indah maksimal. Nah di Selo ini ada 2 objek wisata yang recommended nih sob yaitu Gancik Hill Top dan Oemah Bamboe New Selo. Kedua objek wisata ini berlawanan arah, kalau Gancik lokasinya berada di lereng gunung merbabu, sedangkan New Selo lokasinya berada di lereng gunung merapi. Untuk masalah akses sih sudah cukup mudah, cuma.. nanjaknya bro.. makanya pastikan kendaraan kamu benar-benar dalam kondisi prima saat mau liburan kesini.

Nah, karena saya tidak ada niatan mau mampir ke Gancik ataupun Selo jadi saya langsung saja bablas ke tujuan. Yaitu kampung halaman. Hehehe..
Jalan-Jalan Melihat Gunung Di Kota Tembakau
Alhamdulillah.. Di pagi yang cerah ini rasanya ingin sekali melihat pemandangan pegunungan. Nggak tau kenapa saya begitu terpikat oleh keindahanya. Apa karena saya lahir di daerah pegunungan ya?? Hahaha.. i dont no. Jadi mohon maaf di postingan kali ini saya tidak membahas mengenai destinasi wisata jadi cuma sharing-sharing biasa aja ya sob.

Oke, sebenarnya di dekat tempat tinggal saya ada beberapa gunung yang mungkin bisa saya jadikan tempat untuk menghibur diri. Yang paling dekat ya gunung Ungaran. Tapi di pagi yang cerah ini saya ingin ke kota tembakau nih, alias kota Temanggung. Di Temanggung yang populer apalagi kalau bukan gunung Sindoro & Sumbing. Kedua gunung ini biasanya dijaikan tempat muncak favorit bagi para pendaki. Nah kali ini rencana saya mau ke lereng gunung Sindoro tepatnya di objek wisata Posong. Nggak tau kenapa kangen sama posong. Hahaha..

Saya berangkat dari rumah emang rada siangan sekitar jam 06.30an dengan menggunakan rute Boja - Sukorejo - Bejen dan bla.. bla.. bla.. Saat dalam perjalanan memang nampak kedua gunung ini terlihat jelas, meskipun ada beberapa kabut yang menyelimutinya. Suasana dan sejuknya udara pagi yang cerah membuat perjalanan ini terasa sangat menyenangkan. Alhamdulillah..

Skip.. skip.. skip.. Setibanya di gerbang masuk objek wisata lembah Sindoro posong tiba-tiba saya mengurungkan niat untuk masuk, hloh.. hloh.. malah mbablas saja ke arah Barat. Alasanya karena kabut tebal sudah menutupi sebagian lereng gunung Sindoro & Sumbing. Akhirnya saya memutuskan ke rencana B yaitu ke Rest Area Kledung Pass.

Gunung Sumbing Temanggung
Tapi rupanya rencana B juga gagal karena pas di pinggir jalan sebelum sampai ke kledung passnya saya melihat pemanangan gunung Sumbing yang indah ini. Jangan dibatin ya sob, saya mah sering out of agenda gini. Hehehe..

Pemandangan Lereng Gunung Sumbing
Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. [QS Fatir : 27]
Dan itu adalah pemandangan lereng gunung Sumbing kalau di zoom. Kalau diperhatikan pepohonanya sudah tergerus dengan lahan pertanian ya..

Mengutip di halaman wikipedia bahwa gunung Sumbing ini memiliki ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut hloh sob, tinggi banget ya? bukan hanya itu, gunung sumbing juga termasuk gunung tertinggi nomor 3 di pulau Jawa. Jika dilihat seksama maka kita akan mendapati di puncak gunung sumbing ada sebuah kawah bekas letusan hlo sob, dan hingga sampai saat ini belum ada kabar-kabar mengenai aktifitas gunung Sumbing ini. Ya semoga aja tetap anteng begitu ya..

Setelah melanjutkan perjalanan saya pun bingung mau kemana lagi karena saya tidak punya rencana C. WAh bener-bener berantakan. Hahaha.. Nah daripada makin nggak jelas saya pun menghentikan laju kendaraan serambi melihat pemandangan gunung Sindoro yang berada di kanan jalan. Asyik juga sih sebenarnya melihat keindahan gunung ini dan kabut yang beriringan bergerak di berbagai penjuru. Akhirnya tak beberapa lama kemudian inspirasi pun datang. Saya teringat pas tadi melewati perbatasan Temanggung dengan Wonosobo. Di tugu batas kota itu ada sejumlah orang yang mungkin sedang melintas dan berhenti sejenak disitu untuk beristirahat dan berfoto, nah dari pada bengong sendirian di pinggir jalan saya akhirnya putar balik ke batas kota yang sempat saya lewati.

Gunung Sindoro Temanggung
Alhamdulillah di balik tugu ini ada tempat duduk yang adem dan nyaman buat menikmati keindahan gunung sumbing. Ngggak ada orang + bisa sambil senderan juga. Hehehe.. Tak pakai lama mata saya langsung tertuju ke arah gunung Sindoro yang berada didepan saya persis. Masya Allah.. indah sekali pemandanganya. Seolah mata ini langsung termanjakan oleh suasana dan nuansa alam pegunungan.

Berbeda dengan gunung sumbing gunung Sindoro tidak nampak bekas letusan dipuncaknya, meskipun tergolong gunung api aktif. Gunung yang memiliki ketinggian 3.316 ini juga sampai saat ini tidak ada kabar aktifitasnya.

Berada di antara keindahan ini membuat saya lupa waktu dan betah berada disini. Sebenarnya masih ingin berlama lama berada disini karena sudah pewe lagi pula saya sampai sini juga masih pagi sekitar pukul 09.30, cuma karena saya melihat awan mendung mulai berdatangan membuat saya harus bergegas untuk meninggalkan tempat ini. Huhuhu..

Untuk perjalanan pulang saya menggunakan rute yang berbeda, yaitu lewat Sumowono. Kalau tadi pas berangkat sih lewat Sukorejo. Karena memang temanya hari ini ingin melihat gunung Alhamdulillah sudah puaslah. Dan kini saatnya langsung pulang kerumah.

Bonus -->> Lereng gunung Sumbing
Pemandangan Lereng Gunung Sumbing

3 Air Terjun Di Karanganyar Yang Mesti Kamu Datengin
Karanganyar merupakan salah satu kabupaten yang berada di lereng gunung Lawu. Dimana yang kita tau bahwa gunung lawu merupakan gunung yang berada di tengah-tengah perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Gunung lawu sendiri termasuk gunung mati (non-aktif) dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.

Nah, kali ini saya tidak akan membahas mengenai gunung lawunya melainkan objek wisata yang berada di lerengnya. Sudah bukan sebuah misteri lagi ya sob, kalau gunung itu adalah sumber air. Maka dari itulah ada beberapa aliran-aliran air tersebut yang jatuh dari atas tebing sehingga terbentuklah sebuah air terjun yang cantik.

Di kabupaten Karanganyar sendiri ada 3 air terjun yang dijamin top dan nggak ngecewain nih sob. Apa aja diantaranya?

1. Air terjun Grojogan Sewu
Tawangmangu Waterfall
Nama lain dari air terjun ini adalah Tawangmangu atau Tawangmangu Waterfall. Lokasinya berada di desa wisata Tawangmangu hanya berjarak 1 jam perjalanan dari Solo kota kurang lebih. Air terjun grojogan sewu sendiri bukanlah objek wisata baru sob, melainkan sudah lama sekali. Cuma sampai saat ini masih eksis dan ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Untuk masalah akses juga sudah oke nih sob, selain sepeda motor dan mobil bus besar pun juga bisa sampai kesini.

Fasilitasnya juga sudah komplit. Yang nggak kalah menarik adalah di depan pintu gerbang kita akan melihat banyak penjaja oleh-oleh khas Tawangmangu, jadi kita nggak perlu repot-repot nyari pusat oleh-oleh kesana kemari.

Ngomongin soal oleh-oleh nih pasti dominan ke makanan ya sob. Hehehe.. Oke, jadi kamu perlu waspada saat bawa makanan/ minuman di kawasan ini ya sob karena disini masih banyak terdapat satwa endemik khas gunung lawu, yakni kera ekor panjang. Nah, kalau nggak mau jajanan kamu diambil oleh kawanan kera ekor panjang, maka amankanlah..

Kita perlu menuruni anak tangga terlebih dahulu sebelum sampai ke air terjun. Jaraknya dari pintu gerbang juga nggak jauh kok sob, sekitar 10 menit mungkin sudah sampai.

Masya Allah.. setelah sampai kita pasti akan terkagum dengan air terjun yang tinggi ini sob. Airnya jernih, dingin, dan ditambah udaranya yang masih segar alami. Nah yang perlu diperhatikan adalah pengunjung dilarang untuk mendekat ke air terjun. Alasanya ya pastinya keamanan ya sob. Misalkan mau istirahat disini jug ada banyak warung makan, atau mau main air ke kolam renang (anak-anak) juga ada.

2. Air terjun Jumog
Bergeser sedikit ke kecamatan Ngargoyoso, tepatnya di desa Berjo disini terdapat air terjun yang juga nggak kalah top sob, yaitu air terjun Jumog ( Jumog Waterfall ). Walaupun tak setinggi air terjun grojogan sewu air terjun jumog memiliki keistimewaan tersendiri. Yakni yang menjadi ikon dan ciri khasnya ialah jembatan yang berada di depanya. Tak jarang banyak para wisatawan yang rela mengantri demi berfoto disini.

Jarak antara lokasi parkir dengan air terjun juga nggak terlalu jauh, paling kurang lebih 5 menit ( tanpa istirahat ) kita sudah sampai di depan air terjun. Disepanjang perjalanan menuju ke air terjun kita akan menjumpai banyak warung-warung makan yang tersebar di pinggiran sungai. Nah buat kamu yang mau ngisi perut boleh nih nyoba hidangan yang ada disini.

Aliran airnya juga masih fresh, dan alami. Sedangkan di pinggir-pinggir sungainya ditumbuhi tanaman gunung berupa pohon pakis dan yang lainya. Mantapp dah..

3. Air terjun parang ijo
Masih di kecamatan Ngargoyoso. Dari desa Berjo kita bergeser sedikit ke Girimulyo. Disini kita akan menjumpai air terjun parang ijo. Berbeda dengan air terjun jumog air terjun parang ijo jauh lebih tinggi, tapi tak setinggi air terjun grojogan sewu.

Nah dari air terjun Jumog kita cuma butuh waktu 10 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Sayang banget kan sob kalau dilewatkan begitu saja?

Dari lokasi parkir kita juga nggak perlu jalan jauh-jauh kok sob, paling 5 menit juga udah sampai di air terjunya. Untuk masalah nuansa dan suasana sih kurang lebih seperti di air terjun jumog. Disekelilingnya banyak ditumbuhi tanaman pakis sehingga terkesan sejuk dan segar.


Gimana sobat? mantep kan? Nah, makanya pas kamu berkunjung ke kabupaten Karanganyar pastikan tidak melewatkan air terjun diatas itu ya sob. Nah sebagai catatan saja buat kalian yang mau kesini siap-siap dengan medan jalan yang menanjak serta berkelok kelok ya, maklum saja karena lokasinya berada di lereng gunung. Cek juga keadaan mesin kendaraan anda pastikan dalam peforma terbaik terutama rem.
Menikmati Keindahan Gunung Merapi & Merbabu Dari Ketep Pass
Kalau di Temanggung ada wisata alam lembah Sindoro Posong maka di Magelang ada Ketep Pass. Ketep Pass merupakan sebuah objek wisata alam yang mengusung tema pemandangan dan view pegunungan. Jika di Posong kita dapat melihat gunung Sindoro & Sumbing maka disini kita dapat melihat gunung Merapi & Merbabu, cuma arah pandangnya yang ditonjolkan adalah view gunung Merapi.

Nah kalau temen-temen mau yang viewnya gunung Merbabu, ada recommended place nih, yaitu di daerah Selo Boyolali, tepatnya di New Selo. Jaraknya dari Ketep Pass mungkin sekitar 45 menit.

Oke oke jadi kali ini saya enggak akan membahas masalah Selo maupun Posong, melainkan Ketep pass itu sendiri. Objek wisata yang berada di perbukitan Sawangan Magelang ini bukanlah tempat baru ataupun tempat yang lagi ngehits sob. Melainkan objek wisata lama.

Gunung Merapi Dari Ketep Pass
Untuk menuju kemari juga bukanlah hal yang sulit. Kalau mudahnya sih lewat Kopeng sob, dari jalur Lingkar Salatiga ambil arah ke Kopeng, lalu ikuti saja papan plang penunjuk arah yang sudah terpampang di pinggir pinggir jalan, hmmm.. kalau dari jalur lingkar sih mungkin sekitar 1 jam kurang lebih.

Untuk masalah transportasi kita bisa menggunakan sepeda motor dan mobil, bus besar juga bisa tapi lewatnya Magelang, bukan jalur lingkar. Soalnya yang lewat jalur lingkar medan dan lebar jalanya tidak memungkinkan.

Kalau saya pribadi sih lebih suka lewat Kopeng karena pemandanganya beautiful banget sob. Dari awal kita masuk ke Kopeng pertama-tama kita akan disuguhi pemandangan gunung Telomoyo & gunung Andong, seterusnya kita akan melihat pemandangan gunung Merbabu. Dan kalau cuaca sedang cerah gunung Sindoro dan Sumbing pun juga dapat kita lihat. Masya Allah.. Udaranya juga fresh banget, ditambah dengan alam pedasaan dan kearifan lokal warga sekitar dapat menjadi pemandangan tambahan selama perjalanan.

Gunung Merapi Jawa Tengah
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (An Naba', 78: 6-7)
Wusssssssss... Tara.. Kita udah sampai di Ketep Pass nih sob. Nggak perlu jalan lagi deh karena dilokasi parkir kita udah dapat melihat pemandangan gunung Merapi.

Sampai disini silahkan saja mau explore dari sudut mana dulu sob. Mau melihat pemandangan dulu? ke teater? atau ke museum gunung api? atau mau neropong? atau mau ke toilet dulu mungkin yang tadu diperjalanan nahan hajat? #Hehehe #Piss.

Keindahan Lereng Gunung Merapi
Kalau saya pribadi sih lebih tertarik menikmati keindahan gunung merapi dan merbabu sob. Masya Allah.. indah banget. Kalau sedang cerah kita akan dapati cekungan cekungan di sela sela gunung. Bahkan di sisi lain gunung merapi tepatnya di puncak masih terdapat bekas letusan gunung merapi beberapa waktu yang lalu. Allahu Akbar..

Gunung Merbabu Dari Ketep Pass
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (Surat An-Nahl:15)
Berbeda dengan tetangganya disisi lain gunung merbabu terlihat lebih tenang. Apa karena gunung merbabu termasuk kategori gunung non-aktif ya sob? Entahlah..

Saat berada disini rasanya nanti-nanti dulu pulangnya, soalnya memang suasanan dan pemandanganya bikin pengunjung betah berlama lama disini.

Ohh iya.. jangan sampai ketinggalan masuk ke museum gunung api ya sob, soalnya disini kita dapat menimba ilmu mengenai gunung berapi, khususnya gunung merapi. Karena namanya museum sudah pasti ada benda-benda yang disimpan disini. Nah kalau dimuseum ketep pass ini yang disimpan apalagi kalau bukan batu alam dari gunung merapi. Bukan batu akik ya sob.. Hehehe

Oke sobat,, gimana udah puas belum?? kalau misalkan udah, ada beberapa tempat yang lokasinya nggak begitu jauh hloh dari ketep pass. Ada:
- Top Selfie Kragilan, desa Pakis.
- Hutan pinus Grenden.
- Air Terjun Kedung Kayang.
- Jalur pendakian merapi, New Selo ( Boyolali ).
- Jalur pendakian merbabu, Gancik Hill Top ( Boyolali ).

Nah gimana, mantep kan ya?? Udah punya agenda weekend ini?? kalau belum recommendedlah refresing kesini...
Hutan Pinus Grenden Di Desa Pakis
Selain top selfie, desa Pakis ternyata masih mempunyai objek wisata lain yang bernuansa pohon pinus hloh sob. Apakah itu? ya.. namanya adalah Grenden. Objek wisata yang baru dibuka tahun kemarin setelah lebaran (2016) ini kini mulai naik daun dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari top selfie dan ketep pass inilah yang membuat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Nah.. ada apakah di hutan pinus grenden ini? mari kita simak pembahasanya bersama-sama.

Rumah pohon Grenden
Hutan pinus Grenden terletak di dusun Pogalan, Pakis, kabupaten Magelang

Beberapa kali lewat cuma baru kali ini saya mampir ke hutan pinus grenden. Bagi teman-teman yang belum pernah kemari lokasinya mudah ditemukan kok sob, tenang aja. Dari top selfie pinusan Kragilan kita naik saja terus. Nah selama perjalanan ini kita harus jeli melihat papan spanduk besar di kiri jalan, awas ya.. lokasinya sehabis tikungan tajam..

Pertama-tama kita akan melewati medan yang terjal. Bebatuan rata dan menanjak akan mengawali perjalanan kita menuju ke lokasi. Saya kira jalanya rata kayak gini semua sampai atas. Tapi Alhamdulillah.. cuma sebentar dan jalanan berubah menjadi baik ( beton ). Namun medan yang naik dan berkelok-kelok memang tak dapat dihindarkan. Dari pintu gerbang ke lokasinya cukup dekat kok sob, mungkin 5 sampai 10 menit kita sudah sampai.

Untuk alat transportasinya kita hanya bisa menggunakan sepeda motor dan mobil, cuma pertanyaanya adalah jalanya nggak besar-besar amat sehingga pas papasan mobil dengan mobil cukup sulit ya sob..

Pohon Pinus di desa Pakis
Setelah sampai (11/03/17) kita akan dimintai tiket masuk. Waktu itu saya membayar Rp.5.000/ orang + parkir sepeda motor di hari sabtu.

Setelah sampai kita akan disambut dengan sejuknya udara pegunungan dan rindangnya pepohonan pinus. Suasana pagi ini lumayan ramai, walaupun kabut mendung masih menyelimuti objek wisata grenden ini.

Begitu sampai saya tidak langsung jalan-jalan melainkan beristirahat terlebih dahulu, maklum saja sob perjalanan jauh. Hehehe. Kurang lebih 15 menit saya beristirahat, setelah merasa sudah fit kembali barulah saya melanjutkan perjalanan.

Pohon Pinus Magelang
Banyak sekali pohon-pohon pinus besar dan tinggi yang berada disini. Sehingga membuat suasananya menjadi rindang. Jauh sekali dengan hingar bingar dan polusi perkotaan. Masya Allah..

Tak lama setelah saya masuk, saya melihat beberapa papan petunjuk arah. Mengarah ke puncak merbabu, jembatan, rumah kurcaci, dan lain sebagainya. Membuat saya tertarik untuk melihatnya satu persatu, kecuali ke puncak merbabu ya sob, soalnya nggak ada niatan mau muncak. Hehehe...

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. [Q.S Al-Mulk:15]

Selama perjalanan sesekali saya mendengar jeritan dan gurauan orang-orang. Ini pertanda kalau disana sudah ramai pengunjung. Beberapa saat kemudian sampailah saya di jembatan, dan ternyata benar juga sob disana (di dekat jembatan bukan dijembatanya) sudah ramai pengunjung. Mereka silih berganti berfoto diatas jembatan bambu ini.

Jembatan Bambu di Grenden
Entah mengapa akhir-akhir ini banyak sekali objek wisata yang bermunculan dengan menggunakan nuansa jembatan atau rumah pohon dari bambu. Nah misalkan kalian mau naik kesana pastinya antri dulu ya sob, dan jangan lupa untuk mematuhi batasan orang demi keamanan dan keselamatan!

Pepohonan Pinus Di Merbabu
Untuk masalah viewnya Masya Allah bikin mata seger deh sob. Ijo royo-royo, rata hutan pinus serta lahan pertanian.  Dan diufuk jauh sana kita dapat melihat rumah-rumah para warga sekitar..

Gimana sob, udah puas belum main di jembatan bambunya? kalau misalkan sudah yuk kita lanjutkan perjalanan ke rumah kurcaci. Jaraknya dari sini nggak jauh kok. Cuma rumah kurcaci ini dekat dengan pintu keluar, nah kalau misalkan belum mau keluar kamu nyobain aja explore seisi objek wisata grenden dulu ini sob biar puas..

Rumah Kurcaci Di Grenden
Karena namanya rumah kurcaci sudah pasti bentuk dan ukuranya mungil ya sob. Disini nggak cuma ada 1 rumah kurcaci saja ya, melainkan ada beberapa yang jaraknya satu sama lain cukup berdekatan. Selain rumah kurcaci disini juga ada rumah pohon yang cukup tinggi, bisa kamu lihat di gambar pertama postingan ini.

Nah tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai dan refresing sob. Jadi buat kalian yang ingin menghilangkan penat dan stres recommendedlah main ke hutan pinus grenden sekalian mensyukuri nikmat Allah yang Maha Kuasa.
Desa Wisata Sepakung | Cemoro Sewu Nan Hijau Pemandanganya
Cemoro sewu. Ya salah satu nama ini kerap kali kita dengar di daerah jalur pendakian gunung Lawu. Namun ternyata di gunung Telomoyo pun ada juga daerah yang beranam cemoro sewu. Objek wisata ini berada di desa Sepakung kecamatan Banyubiru. Dimana nama desa Sepakung akhir-akhir ini mulai dikenal oleh masyarakat.

(05/03/17) Pagi ini saya dan salah seorang teman ingin berkunjung ke desa wisata sepakung. Rencana awal kami ingin kerumah pohon terlebih dahulu baru setelah itu ke curug macan. Berbekal papan petunjuk arah yang beberapa waktu lalu sempat saya lihat di pinggir jalan di dekat pasar galih Banyubiru kami berangkat sekitar jam setengah tuju pagi.

Nah bagi kalian yang ingin berkunjung kemari ancer-ancer utamanya cari aja pasar galih, nanti kamu akan melihat papan petunjuk arah "desa wisata sepakung" di seberang jalan. Nah kami kira lokasinya dekat dengan pasar, ehh ternyata jauh juga rupanya. Kami memang tidak ada rencana ingin berkunjung ke cemoro sewu, bahkan kami juga baru tau kalau disini ada yang namanya cemoro sewu.

Sebenarnya sudah ada beberapa papan petunjuk arah mengarah ke cemoro sewu, cuma karena kami ingin kerumah pohon dulu jadi bingung juga mau kemana dulu.

Saat kami berada di pinggir jalan datanglah seorang bapak-bapak dengan anaknya. Ia pun bertanya kepada kami ingin kemana, kami pun menjawab ingin ke desa wisata sepakung. Singkat cerita bapak tersebut mau mengantarkan kami ke lokasi. Jaraknya memang lumayan, dan medanya aduhai sekali mungkin ini menjadi tantangan dan perjuangan tersendiri bagi para pengunjung.

Akhirnya kami dan bapak tadi pun berpisah, ia menjelaskan kalau mau kerumah pohon lewatnya sana sana sana, kami pun mengiyakan dan berterimakasih kepadanya karena sudah mau mengantarkan perjalanan kami 80%. Sisanya kami sendiri yang cari tepatnya.

Setelah sempat beberapa kali kesasar akhirnya kami sampai juga di dekat rumah pohon. Cuma kami nggak singgah karena banyak warga yang sedang beraktifitas disitu, jadi nggak enak sendiri kan? #ealah..

Oke akhirnya kami putar balik dan menuju ke cemoro sewu saja. Bekalnya juga masih sama, yaitu papan petunjuk arah. Semakin keatas medanya semakin terjal. Bahkan kendaraan yang kami pakai sempat nggak kuat menanjak. Wajar saya kalau tanjakanya curam karena lokasinya berada di pegunungan.

Alhamdulillah.. setelah menempuh medan yang lumayan terjal sampailah kami di pintu gerbang masuk objek wisata cemoro sewu. Tiba-tiba ada salah seorang yang sedang nongkrong di warung menyapa kami, dan ternyata orang itu adalah bapak-bapak yang tadi mengantarkan perjalanan kami. Tak lama kami berbincang akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke objek wisata terlebih dahulu.

Nah untuk masalah biaya kita akan dikenakan Rp.2.000 untuk parkir sepeda motor, dan Rp.3.000/ orang untuk tiket masuk. Gimana sob??

Dibaca ya sob papan peraturanya..
Untuk masalah jarak pintu masuk dengan lokasi cukup dekat kok sob, nggak nyampe 5 menit kita udah sampai dirumah pohon + bonus pemandanganya...

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.[QS  Al Furqan : 48]
Masya Allah.. pemandanganya indah sekali bukan?? hijaunya pepohonan cemara ditambah perpaduan hijaunya persawahan membuat mata ini segar untuk memandang. Tidak cuma itu saja hloh sob, karena ini di daerah pegunungan maka suasana dan udaranya pun sangat.. sejuk..

Jika cuaca sedang cerah seperti ini maka kita dapat melihat gunung Ungaran dan gunung Merbabu. Namun saat kemarin kami kesini gunung merbabunya sedang diselimuti kabut.
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (Surat An-Nahl:15)
Saat tiba disini kami juga sempat menanyakan mengenai lokasi curug macan. Karena memang salah satu tempat yang ingin kami kunjungi adalah curug macan. Namun kata ibuk-ibuk yang jualan diwarung lokasinya cukup jauh. Akhirnya gagal juga ke curug macanya. Hehehe..

"Ini baru atau sudah lama ya buk?" tanyaku kepada ibuk yang jualan di warung.
"Baru kok mas, awal tahun ini." jawabnya.
"Ohh.. masih baru ya.. pantes masih dalam tahap pengerjaan, terus yang mengelola juga warga sini buk?" tanyaku lagi.
"Iya warga sini.." jawabnya.
"Itu kok banyak jambu biji ya buk, dijual?" tanyaku.
"Ohh itu.. bukan mas, itu jambunya buat makan monyet." jawabnya.
"Ha.. monyet? masih ada to buk monyet disini?" tanyaku kaget.
"Iya masih mas, kadang juga turun. biasanya pas lagi sepi gitu mereka turun." jawabnya.
"Owalah..

Ternyata selain alamnya yang masih alami satwanya juga alami.. Alhamdulillah..
Nah bagi temen-temen yang ingin refresing dan menghilangkan penat boleh nih nyobain mampir ke cemoro sewu Banyubiru. Pohon cemaranya hijau, pegununganya hijau, sawahnya hijau. Wah mantep dah.. recommended.

Hari semakin siang, meski cuaca panas namun disini nggak kerasa panasnya hloh sob.. Maklum karena berada di daerah pegunungan. Akhirnya sekitar jam 12 - 13 kami memutuskan untuk pulang.

Alhamdulillah.. pulangnya kami diberikan petunjuk rute yang nggak se extream tadi. Tanpa membuang waktu kami pun melewati jalur yang tadi diberikan sama si penjaga parkiran. Ehh.. baru beberapa meter meninggalkan lokasi parkir kami melihat seekor monyet menyeberang jalan dengan santainya. Ini menjadi bukti bahwa mereka ( monyet ) masih terjaga hidup disini, semoga habitat mereka tidak terganggu oleh kehadiran para wisatawan.

Bonus -->>

Hamparan Bukit Di Merbuh Ini Mirip Wallpaper Windows XP
Bagi temen-temen yang sudah mengenal dunia komputer dari era pentium hingga kini mungkin sudah tidak asing lagi dengan sistem operasi yang bernamakan windows xp. Yap salah satu sistem operasi ini menggunakan wallpaper andalanya berupa hamparan bukit hijau dengan langit biru yang cerah. Pemandangan ini nampak indah untuk dipandang, tapi bagaimana jadinya kalau bukit yang sering kita lihat di layar monitor ini adalah versi real? penasaran kan?

Wallpaper Windows Xp Versi Kendal
Di daerah Kendal tepatnya di Merbuh kecamatan Singorojo terdapat pemandangan alam yang bisa dikatakan mirip dengan wallpapernya windows xp. Dilihat sekilas memang mirip ya sob. Ada bukit hijaunya, ada langit birunya. Ya nggak persis persis amat sih. Mungkin temen-temen akan bertanya tanya. Ini apa sih. Rumput ilalangkah? tentu saja bukan sob. Ini adalah hamparan tanaman tebu yang ditanam PTPN di daerah Merbuh. Dulunya tempat ini adalah kebun karet. Namun sekarang sebagian sudah berubah menjadi kebun tebu.

Ada yang bilang bukit ini bernama bukit Teletabis, namun itu belum pasti karena tidak adanya papan tulisan yang bertuliskan "Bukit Teletabis".

Kebun Tebu
Untuk melihat pemandangan ini tidaklah susah sob. Kita dapat melihatnya langsung ketika melewati jalan dari Kendal - Boja atau sebaliknya. Hamparan perbukitan hijau ini menjadi lebih cantik karena dibelakang jauh sana terdapat pemandangan berupa gunung Sumbing, Sindoro, dan gunung Prahu jika cuaca sedang cerah.

Sedangkan diatas bukit ini nampak ada sebuah bangunan. Dimana biasanya bangunan ini dijadikan tempat tujuan bagi yang ingin singgah sejenak disini. Entah ingin melihat pemandangan atau sekedar melepas lelah. Nah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebersihan ya sob. Buanglah sampah pada tempatnya.

Gunung Sumbing dari Kendal
Not real view. Just effect camera & lens
Indah sekali ya sobat? Masya Allah.. Mungkin bagi teman-teman dari daerah Kendal kota yang kebetulan ingin pergi ke daerah Selatan dan melewati daerah Merbuh ini akan melihat pemandangan yang indah ini. Alhamdulillah..

Update :
Beberapa waktu lalu tempat dan akses jalan menuju ke bangunan tengah bukit tersebut terbuka dan biasa sering di kunjungi orang-orang. Namun akhir-akhir ini (Maret 2017) akses jalanya ditutup & dipalang oleh sebilah bambu. Kurang paham juga apa alasanya.

@templatesyard