Belajar Menanam Dengan Media Air Di Hidroponik Agrofarm Bandungan

(26/02/17) Seperti yang kita ketahui bahwasanya menanam tanaman umumnya dengan menggunakan media tanah karena tanah mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Ternyata selain menggunakan tanah kita bisa menanam tanaman dengan media air hloh sob.. Mau tau? oke kita langsung saja otw ke Bandungan..

Tepatnya di daerah Bandungan kabupaten Semarang kita dapat belajar dan melihat langsung seperti apa tanaman yang ditanam dengan menggunakan media air. Atau istilah kerenya metode penanaman ini adalah Hidroponik. Banyak sekali masyarakat kita yang beralasan tidak memiliki lahan luas untuk menanam tanaman, padahal ada beberapa opsi yang bisa kita gunakan untuk tetap bisa menanam tanaman di lahan sempit. Ada tabulanpot dan hidroponik ini sendiri.

Dimana sih lokasi tepatnya hidroponik agrofarm ini? mudah sekali sobat, lokasinya nggak jauh dari pasar Bandungan. Dari pasar bandungan silahkan kalian ambil arah ke Ambarawa. Kurang lebih 100 - 200 meter kalian pasti akan lihat papan penunjuk arah ke hidroponik agrofarm di kiri jalan. Dari jalan raya sendiri lokasinya juga nggak jauh kok sob.

Setelah sampai disana kemarin saya rada-rada bingung karena disini sepi pengunjung, padahal hari ini adalah hari minggu. Ya mungkin karena ini adalah wisata edukasi jadi maklum sajalah.

Di hidroponik agrofarm ini ada beberapa rumah tanaman yang bisa kita pilih. Ada sayur mayur seperti selada, mint, sawi, tomat, paprika, dan yang lainya. Dari beberapa rumah tanaman yang saya pilih adalah rumah tanaman sayur salada, sawi, mint dll. Untuk yang tomat dan paprika beda tempat.

Nah untuk memasuki rumah ini kita perlu merogoh kocek Rp.10.000/ orang + bonus 2 sayur langsung dipetik dari medianya. Gimana sob? seru nggak??

Begitu masuk kita nggak dianggurkan gitu aja hloh sob, kita bakal ditemani sama pakarnya, atau kalau dalam bahasa hewan biasa disebut pawang. Hehehe. Nah si masnya ini bakal menjadi tour gate kita selama kita berada di dalam ruangan ini. Maaf banget pas kemarin kesini saya lupa nanya siapa namanya. Mulai dari pembibitan, penyemaian, hingga tanaman dewasa pun nanti dijelaskan disini. Seperti gambar diatas adalah tanaman salada muda.

Simak-->>
Jadi untuk memulai menanam tanaman dalam air ini hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memilih bibit tanaman dulu sob. Kalau kemarin disini dengan cara stek. Tentunya ada ilmu sendiri ya sob cara menyetek tanamanya gimana. Kemudian kita pindahkan bibitnya ke rockwoll. Apa itu rockwoll? ya sejenis media tanam bentuknya sih kayak kapas cuma kalau rockwoll lebih mudah hancur oleh akar, jadi recommendedlah. Nah sebelum dipindahkan lagi kita musti nunggu beberapa minggu - bulan ( masing-masing tanaman berbeda ). Nah apa cuma air gitu aja sih? tentunya enggak ya sob, air ini adalah air campuran nutrisi yang diperlukan tanaman. Kalau misalkan sobat mau nyoba bisa browsing ya campuranya apa. Tentunya ada kadar dan rumusnya tersendiri.

Gimana sob? kalau lihat tanaman yang subur dan ijo-ijo gini pasti hati demen dan betah ya nglihatin terus. Hehehe. Puas juga kalau mau dimasak. Hmmm..

Aman dikonsumsi nggak nih? pastinya ya sob. Apalagi di hidroponik agrofarm bandungan ini nggak pake yang namanya pestisida. Wew...

Nah kalau tak punya lahan luas kita bisa menggunakan media pralon atau bekas botol air mineral sob. Untuk tata caranya bisa searching di internet. Hehehe.

Setelah puas menikmati ijonya sayur mayur di agroofarm bandungan ini saya mencoba jalan-jalan disekitar kebun. Rencananya mau masuk ke kebun paprika cuma karena yang jaga kebetulan nggak ada jadi nggak enak kalau langsung nylonong masuk gitu aja. Ya.. nggak jadi deh..

Wisata Alam Bantir Hills Sumowono, Cocok Buat Refresing Nih..

(18/02/17) Bukit bantir adalah sebuah tempat yang berada di lereng gunung Ungaran. Bukit ini adalah objek wisata yang baru launcing di akhir tahun 2016 sampai di awal tahun 2017. Bukit bantir atau Bantir Hills ini sampai sekarang masih dalam tahap renovasi, jadi buat temen-temen yang hendak kesini maka jangan heran jika masih melihat beberapa fasilitas yang masih seadanya.

Berada di lereng gunung Ungaran bantir hills menawarkan keindahan alam berupa pemandangan (view) gunung Sumbing dan Sindoro, ya dalam arti kalau cuaca sedang cerah ya sob. Hehehe.. Selain kedua pemandangan gunung ini, kita juga dapat bersantai ria dibawah rimbunya pohon pohon pinus serta melihat kearifan lokal kesibukan para petani yang menggarap kebunya di balik perbukitan.

Nah seperti apa sih tempat wisata bantir hills ini? mari kita simak pembahasanya bersama-sama.

Bantir hills berada di daerah Sumowono kabupaten Semarang. Untuk menemukan objek wisata ini tidaklah sulit sob, mungkin kalian sudah familiar dengan objek wisata curug 7 bidadari ya sob? nah objek wisata ini lokasinya berada di sebrang jalan pintu masuk curug 7 bidadari. Jadi dari jalan raya lokasinya di kiri jalan kalau kamu dari arah Kendal. Masih bingung? coba aja tanya kepada warga sekitar ya. Hehehehe...

Dari jalan raya masuknya nggak terlalu jauh kok sob, mungkin sekitar 20 - 30 meter kita akan sampai di lokasi parkir. Untuk menuju keatas bukit kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp.7.000 saja. 2.000 untuk parkir sepeda motor, dan 5.000 untuk tiket masuknya.

"Ini jauh nggak mas naiknya?" tanyaku kepada petugas parkir.
"15 menit mas." jawabnya.
"Ini masih baru atau sudah lama ya mas?" tanyaku lagi penasaran.
"Januari mas." jawabnya.
"Januari kemarin itu mas, 2017?"
"Iya... hehehe." jawabnya sambil senyum.

Ketika sedang asyik berbincang-bincang ada seorang pengunjung bawa motor ( laki-laki) boncengan naik ke atas menggunakan sepeda motor, agak kaget juga melihat aksi mereka karena jalanya yang terjal dan licin. Bahkan baru naik sedikit motor mereka sudah oleng dan kepleset-pleset.

"Wah itu kok bisa dibawa keatas mas?" tanyaku kepada petugas parkir.
"Iya bisa, tapi ya jalanya kayak gitu mas." jawabnya.
"Ya saran saya sih mending ditaruh sini motornya, daripada rusak. hehehe. diatas juga malah nggak ada yang jaga." imbuhnya.
"Iya juga ya mas, mending taruh sini aja." jawabku.
"Iya.. mungkin nanti sekitar Mei - Juni mas jalanya sudah bagus, dapat bantuan dari pemerintah." ujarnya.
"Ohh.. mau dikelola ya mas? tapi untuk sekarang masih warga ya mas?" tanyaku.
"Iya.."

Setelah percakapan kami usai saya kembali melanjutkan perjalanan dengan melewati medan yang cukup terjal. Nggak kebayang ini kalau pakai sepeda motor perlu skill level tinggi. Hehehe. Oke jadi buat kamu yang mau kesini selama jalanya masih kayak gini saran sih mending jalan kaki aja naiknya, selain medan alasan kedua buat olahragalah.

Selama perjalanan kita akan ditemani dengan suburnya lahan pertanian yang membentang luas nan hijau, ya nggak semuanya hijau sih soalnya ada beberapa yang belum ditanami atau masih dalam tahap penyemaian. Ada beberapa tanaman sayur yang akan kita jumpai sobat, seperti sawi, cabai, onclang, kubis, ada juga hloh beberapa tanaman pohon mawar. Cantik deh..

Dan ini adalah salah satu contoh bunga mawar yang pagi ini mekar dengan kecantikanya yang begitu indah. Masya Allah..

Tak beberapa lama saya sampai juga di pintu gerbang. Pintu gerbang ini terbuat dari bambu dan desainya terlihat sederhana banget, pedesaan punyalah. Nah jangan salah sangka ya sob, meskipun kita udah sampai di pintu gerbang kita belum sampai dilokasi 100%. Maka dari itu kita perlu berjalan lagi buat sampai di bukitnya. Ayoo dong semangat. Hehehe...

Tak jauh dari pintu gerbang tadi kita akan sampai di monumen love, atau apalah sebutanya. Yang jelas ada love lovenya gitu terus bawahnya dihiasi berbagai tanaman yang cantik. Nggak tau kenapa akhir-akhir ini banyak sekali objek wisata yang ada kayak gininya, mungkin lagi naik daun kali ya. Hehehe..

Skip.. skip.. skip..
Akhirnya sampai juga saya di daerah hutan pinus. Sebenarnya dari pintu gerbang tadi ada beberapa rumah pohon, cuma saya enggak mampir karena banyaknya pengunjung yang mengabadikan momen disitu, jadi langsung saja cabut ke atas.

Di dalam hutan pinus ini terdapat beberapa tempat untuk istirahat, ada juga rumah pohon. Biasanya para pengunjung yang lelah pada beristirahat disekitar sini. Nah kalau kamu mau buang air disini juga tempatnya. Cuma untuk musholanya belum ada nih sob. Kita do'akan saja semoga kedapan ada ya biar memudahkan kita umat muslim menjalankan kewajibanya.

Nah kemarin saya juga enggak mampir disini, alias langsung bablas saja ke atas bukit. Ceritanya pengen cepet nyampe'. Hehehe..

Ditengah tengah perjalanan saya menjumpai rumah pohon lagi. Cuma rumah pohon yang satu ini terbilang unik nih sob, soalnya bentuk'e bintang. Nggak sulit kok menemukan rumah pohon ini karena lokasinya berada di pinggir jalan menuju bukit. Awalnya ada pikiran pengen naik sih tapi nggak jadi. Akhirnya saya melanjutkan perjalanan menuju ke bukitnya. Hehehe..

Alhamdulillah... sampai juga akhirnya. Perjalanan yang lumayan panjang. Pemandanganya itu hloh sob. Masya Allah.. nampak perbukitan terususun rapi, kemudian dibawahnya terdapat ladang-ladang pertanian, ditambah diujung jauh sana ada beberapa rumah penduduk menambah ciri khas keindahan tersendiri.

Gambar diatas adalah pemandangan didepan tulisan "Bantir Hills".

Saat kemarin saya disini suasananya masih terlihat sepi, hanya ada segelintir pengunjung yang berada disini, itupun enggak lama. Setelah saya sampai tak lama kemudian mereka malah pulang. #Hloh.

Karena penasaran saya mencoba naik, tepatnya berada di balik tulisan "Bantir Hills". Disini masih terlihat beberapa pembangunan, belum selesai total. Nampak beberapa kayu masih berserakan disini. Semoga saja cepet selesai ya sob, biar bisa dipakai buat tempat bersantai pengunjung.

Tapi jangan khawatir sob, karena masih ada beberapa tempat yang sudah jadi kok. Contohnya kayak gambar diatas. Nampak terapat bangku dan meja jadi-jadian terbuat dari bambu yang bisa kita pakai untuk berisitrahat.

Setelah puas melihat-lihat dan mengagumi pemandangan yang ada saya akhirnya memutuskan untuk pulang. Walaupun sebentar namun sudah puas rasanya melihat pemandangan yang ada. Masya Allah..

Ohh iya nih sob. Kalau misalkan mau beli oleh-oleh boleh juga nih jambu bijinya. Kamu bisa beli di dekat lokasi parkir, dijamin segar deh.. Tak dapat dipungkiri memang daerah pegunungan seperti Sumowono ini jambu biji merupakan salah satu komoditi yang paling mudah ditemui.

Oke gimana sobat, sudah ada agenda liburan belum minggu ini? kalau belum bisa nyoba ke bantir hills nih. Hehehe..

Danau Banaran Sukorejo Yang Sejuk & Asri

(12/02/17) Sudah dari kemarin-kemarin rencana ini kami agendakan. Yah, salah satu agenda merefreshkan pikiran dan mengusir penat apalagi kalau bukan traveling. Hari ini kami berencana ingin berkunjung ke sebuah danau. Danau apakah? danau Toba? atau Ranu Kumbolo? Hahaha.. yang pasti bukan keduanya. Danau ini terletak di daerah Sukorejo kabupaten Kendal. Apalagi kalau bukan danau Banaran.

Danau yang berada di daerah Surugajah, Sukorejo ini memang akhir-akhir ini sedang naik daun. Tak heran jika publik dibuat penasaran oleh keindahanya.

Pagi ini kami ber-4 berangkat dari rumah sekitar jam 7 pagi. Molor 1 jam dari rencana awal. Haha. Biasa. Jadi pagi ini cuaca di daerahku masih agak sedikit mendung, bahkan saat hendak berangkat nampak awan hitam begitu pekat di arah Barat. Sedangkan kami juga akan menuju ke arah Barat. Tapi karena udah niat kami pun tetap melanjutkan perjalanan.

Baru beberapa menit meninggalkan rumah Bresssss.. hujan pun turun, Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di daerah Pelantaran.
“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39)
Beberapa saat kemudian hujan pun reda, dan kami pun mulai melanjutkan perjalanan kembali. Tak lama kemudian hujan kembali turun dan kami kembali lagi berteduh. Begitu seterusnya sampai di daerah Sukorejo.

Meskipun hujan semangat kami tetap tak gentar untuk menikmati keindahan alam Sang Pencipta. Begitu sampai di daerah Sukorejo pemandangan nampak sedikit berbeda. Disini langit begitu cerah. Nampak langit biru begitu jelas, awan-awan putih yang bergerak, dan kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari.

Untuk masalah rute menuju ke danau banaran kami menggunkan rute pertigaan lampu merah sebelum alun-alun Sukorejo ( kalau dari Kendal / Weleri ) kemudian belok kanan. Terus lurus beberapa meter kemudian belok kiri ke arah terminal Sukorejo. Lurus terus ikuti jalan sampai perempatan kemudian belok kanan. Rute ini not recommended ya sob. Hehehe.. kenapa? karena akses jalanya sangat extream. Tapi karena kami menang mantep aja ya musti kuat-kuatan dan harus bisa menaklukan terjalnya medan. Dari jalan raya perlu waktu 30 menit untuk bisa sampai, namun karena jalanya yang extream ini bisa makan waktu lebih.

Awalnya sempat bimbang karena makin kesini makin plosok saja, apalagi nggak ada tambal ban + yang jual bensin jadi agak was-was juga sih. Mengingat saya juga lupa ngisi bensin lagi. Namun secerca harapan muncul begitu kami melihat plang papan penunjuk arah menuju ke danau Banaran. Alhamdulillah..

Itu di plang bertuliskan 2,5 Km. Semangat kami semakin berkobar ingin segera kesana. Meski sampai saat ini jalanan nggak ada bedanya sama yang tadi. Sambil berjalan menyusuri daerah perbukitan mata ini tak kuasa melihat speedometer indikator bensin yang makin menipis :-(. Duh gimana nih, ada yang jual bensin nggak ya disini. Ucapku dalam hati. Skip.. skip.. skip..

Sampai di sebuah pabrik / gudang cengkeh kalau nggak salah disana terdapat sebuah warung. Kemudian saya berhenti dan diikuti temanku.

"Disana jual bensin nggak ya, mepet nih punyaku?" tanyaku.
"Nggak tau, coba aja. Tapi kayaknya tadi aku nyium bau bensin." jawab seorang teman.

Alhamdulillah.. setelah saya tanya ternyata ada. Langsung aja diisi agak banyak biar nanti nggak bingung ngisi lagi. Sambil nungguin si ibuk tadi ngasih kembalian saya juga menyempatkan diri bertanya mengenai lokasi danau ini. Tapi ternyata si ibuk ini enggak tau. #Hloh. Namun syukurlah disitu juga ada pak satpam yang memberi tau saya kalau ternyata jaraknya udah dekat. Alhamdulillah..

Setelah mengisi bensin saya pun kembali nyamperin temen-temen yang udah pada nunggu di depan.

"Ini beneran 2,5 Km?" tanya seorang teman.
"Nggak tau, emang tadi berapa?" jawabku, lupa. Padahal ya tadi sempet berhenti terus motret kok ya lupa. Hehehe.
"Iya tadi 2,5 Km tapi kok nggak nyampe-nyampe ya?" tanya dia lagi.
"Ahh mungkin kamu salah liat apa, jangan-jangan 250 Km? apa 25 Km? #Bercanda
"Ehh..." muka temen ilfill.
"Katanya si bapak tadi udah deket kok, bentar lagi nyampe." ucapku.
"Berapa menit?" tanya dia lagi.
"Enggak tau, katanya deket." jawabku.

Cusss.. kami melanjutkan perjalanan lagi. Pemandanganya makin ke atas makin Masya Allah.. indah banget. Keren.. Bukit-bukit yang hijau yang tersusun rapi membuat mata ini menjadi segar. Singkat cerita disela-sela perjalanan saya melihat ada papan kecil di pinggir jalan. Bertuliskan Danau Kaligowo atau apa gitu. Pokoknya bukan danau Banaran seperti yang di share di media sosial.

Kami kebingungan bener ini atau enggak. Ternyata dari kejauhan ada sekelompok orang memanggil manggil kami. Seolah mereka ingin kami kesana. Bismillah...

Baru turun dari jalan raya.. Krusssssukkk.. sepeda motor yang saya kendari mblusuk. Ini jalan ternyata licin pakai banget sob. Tanah liat merah padat yang basah membuat ban sepeda motor sangat mudah tergelincir. Ati-ati ya sob kalau mau kesini. Alhamdulillah nggak terjadi apa-apa.

Begitu sampai di parkiran pemandanganya sungguh luar biasa. Hijaunya perbukitan di tambah dengan sejuknya udara menjadi kenikmatan tersendiri bagi yang berkunjung kemari.

"Dikunci setang mas!" ujar salah seorang pemuda yang tadi manggil-manggil kami.
"Kalau mau dibawa kebawah juga bisa tapi bahaya mas, tadi juga banyak yang tergelincir." imbuhnya.
"Terus kalau parkir disini turunya lewat bukit-bukit ini mas?" tanyaku.
"Iya mas, musti loncat-loncat." jawabnya.
"Ini udah lama atau baru sih mas?" tanyaku lagi.
"Kalau danaunya udah lama sih mas, cuma akhir-akhir ini mulai banyak dikunjungi." jawabnya.
"Ini juga rencana mau dijadikan tempat wisata mas, udah dimusyawarhkan tinggal nunggu prosesnya." imbuhnya.
"Ini kalau bablas terus tembusnya mana ya mas?" tanyaku, mencari info jalur lain.
"Kalau kesana terus tembusnya Temanggung mas, Wonosobo juga bisa." jawabnya.
"Tembus ke jalan raya Sukorejo nggak bisa ya?"
"Ini masnya dari mana?" tanya ia.
"Dari Kaliwungu mas." jawabku.
"Tadi lewat jalan yang ru*ak atau yang enggak mas?"
"Iya mas yang ru*ak." jawabku.
"Ada mas, jalur lain. Tadi pas masnya lewat didepan pabrik kan ada pertigaan. Nah belok kiri terus mentok kemudian belok kanan. Nanti sampai di Sukorejo." jawabnya.

Setelah berbincang bincang kami pun memilih memarkirkan kendaraan kami di atas saja. Cukup beresiko juga soalnya kalau mau dibawa kebawah, ambil amanya aja.

Dan...Ini dia.. Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga. Di danaunya. (12/02/17) Saya kira ada yang narikin karcis masuk gitu, ternyata enggak ada. Tadi didepan pas parkir juga enggak dimintai karcis parkir. Wah masih gratis nih rupanya. Hehehe..

Begitu masuk di dekat danaunya saya melihat ikan sliwar sliwer kesana kemari. Tidak lain dan tidak bukan ini adalah ikan wader. Ikan ini emang biasa hidup di daerah rawa, sungai, dan danau-danau tawar kayak gini.

Yang perlu kamu waspadai ialah tetap fokus dan extra hati-hati ya sob. Kenapa? karena danau ini dalam banget. Dilihat aja udah kelihatan dalam. Mengingat fasilitas dan keamanan yang ada disini belum tersedia jadi siapa lagi yang dapat mengamankan diri kita kalau bukan kita sendiri.

Sesampainya disini kami mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil melepas lelah. Selain rombongan kami, ada beberapa juga yang datang kesini beramai-ramai. Mungkin karena tempat ini sedang naik daun jadi maklum kalau masih ramai-ramainya.

Langit yang cerah ini perlahan-lahan mulai terselimuti awan mendung. Menggeser awan putih menjadi gelap. Tak mau membuang-buang waktu kami pun berjalan-jalan disetiap sudut danau. Jadi danau ini di beberapa sisinya ada sebuah cor coran yang dapat dipijak, walaupun kokoh tapi tetap hati-hati ya sob, karena cor coran ini cuma muat buat 1 orang saja.

Tak beberapa lama kemudian gerimis pun turun dan semakin lebat. Kami yang sedang asyik bermain air di pinggiran danau memutuskan untuk cabut saja. Ohh iya.. disini belum ada tempat berteduh kecuali pepohonan. Ada sih dibawah kayak rumah gitu, tapi enggak kepakai. Entah bangunan apa itu.

Perjalanan pulang kami masih menggunakan rute yang sama, kalau tadi turun bukit kalau sekarang naik bukit. Huhuhu.. Semangat !!! rupanya saat kami pulang banyak juga hloh yang baru pada datang.

Singkat cerita kami sudah sampai diatas ( parkiran ). Karena ini perjalanan pulang kami memutuskan untuk membawa jas hujan. Karena tadi pas kesini jalanya cukup extream makanya saya dan seorang teman jalan kaki saja, biar sepeda motor dikendarai 2 teman yang lain.

Bonus :
Berbekal informasi dari mas mas yang tadi jaga parkiran kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan rute yang berbeda. Udah menang mantep ajalah. Bismillah.. awalnya jalanan cukup halus dan nyaman, namun agak sedikit berbeda ketika memasuki daerah perkebunan. Namun rute ini tak se-extream tadi yang pertama. Jadi kalau disuruh pilih ya saya sarankan lewat sini. Cuma kemarin lupa ini nama daerahnya apa sob. Hehehehe..

Nah bagi yang mau kesini jangan lupa untuk mengisi bensin secara penuh ya sob, mengingat minimnya penjual bensin di sekitar perkampungan, terus kalau bisa bawa romobongan biar ramai.

Fenomena Awan Lenticular Clouds Di Dekat Gunung Ungaran

(05/02/17) Setelah semalam hujan gerimis di pagi yang cerah ini saya keluar rumah hendak mencari tanaman air, atau bisa juga disebut eceng gondok. Tanaman air yang satu ini kerap kita jumpai di alam terbuka seperti di kubangan, danau, sawah, kolam, sungai, dan tempat-tempat yang banyak air lainya. Karena sekarang ini musim hujan maka saya pikir tak susahlah mencari tanaman air ini.

Perjalanan saya mulai ke arah Barat tepatnya di daerah persawahan Srogo. Disana saya mencari di sekitar area persawahan dan kolam-kolam. Beberapa kali mencari saya keheranan karena tak melihat satupun tanaman yang saya cari. Entah faktor apa ya kok tanaman ini nggak ada sama sekali, biasanya banyak hloh. Pikir saya dalam hati.

Bentar-bentar. Ini Eksa mau buat apa ya tanaman eceng gondoknya? Hehehe.. Ohh iya lupa sob, tanaman ini akan saya pakai buat penghias kolam ikan. Selain mencukupi kebutuhan oksigen dalam kolam dengan adanya tanaman ini kolam kan akan menjadi lebih segar dan indah saat dipandang.

Oke, rupanya saya kurang beruntung karena sudah mondar-mandir kesana kemari tak satupun tanaman air saya dapat. Disela-sela kesibukan saya mencari sesekali saya melihat serta mengagumi keindahan gunung-gunung disekitar yang dipagi hari ini terlihat begitu jelas. Ada gunung Ungaran, Merbabu, Merapi, kemudian bergeser sedikit nampak gunung Sumbing, Sindoro, Prahu, dan Slamet. Jarang-jarang hloh puncak gunung Slamet ini dapat dilihat dari Kendal. Karena keterbatasan alat jadi saya tidak mengabadikan momen kecerahan cuaca di pagi hari ini. Cukup dinikmati dengan lensa mata, dan disimpan di memory otak & hati. Masya Allah..

Karena sudah menyerah saya memutuskan untuk pergi ke pelabuhan tanjung Kendal. Niat saya kesana hendaklah mencari kerang-kerangan ( kulit kerang ). Gunanya ya kurang lebih sama tanaman yang tadi saya cari.

Saat otw kesana pandangan mata saya tertuju ke gunung Ungaran karena melihat ada sesuatu yang fenomenal menurut saya. Apa coba? yaitu fenomena awan Lenticular Clouds. Fenomena awan langka ini biasanya sering muncul didaerah dataran tinggi termasuk bukit dan gunung.

Saya sejenak berhenti menikmati karunia Allah yang sangat indah ini. Alhamdulillah di pagi yang cerah ini saya diijinkan untuk melihat keindahan awan Lenticular Clouds.

Mana sih mas awanya? sama aja deh kayaknya? Hahaha.. Coba dicek lagi sob, disekitar gunung Ungaran itu ada awan yang asing nggak? ada kan ya pastinya? yap awan tersebut berada di sebelah kiri gunung Ungaran. Foto ini saya ambil di jalan menuju ke pelabuhan.

Ngomong-ngomong apa sih itu awan Lenticular? Nah menurut sumber yang saya baca awan ini terbentuk  karena adanya udara lembab yang dipaksa mengalir keatas disekitar puncak gunung. Jadi nggak heran kalau awan ini kerap kita jumpai / lihat di daerah pegunungan dan dataran tinggi.

Nah gimana sob? cantik sekali bukan? jangan lupa bersyukur ya ketika melihat sesuatu yang indah, apalagi kalau yang berhubungan dengan alam..

Bonus :
Gambar yang saya share diatas merupakan gambar yang saya ambil dari angle yang sama. Karena saya cuma sekali berhenti dan kemudian melanjutkan perjalanan menyelesaikan misi utama.

Walaupun tanaman airnya nggak dapet Alhamdulillah masih dapet kulit kerangnya buat hiasan kolam. Btw kulit kerang yang saya ambil adalah kulit kerang yang sudah mati, alias cuma rumahnya aja. Atau kalau masyarakat sini nyebutnya Sotong / tiram. Beda hlo ya..

Indahnya Bunga Krisan Di Kebun Bunga Setiya Aji Flower Farm Bandungan

(04/02/17) Pagi ini cuaca agak sedikit mendung. Berawal dari ide salah seorang teman yang ngajakin liburan tadi malam saya mengusulkan untuk berkunjung ke kebun bunga yang berada di Bandungan. Awalnya temen saya ngajakin main ke argowisata Nglimut Gonoharjo, namun saya tolak karena kami sudah beberapa kali berkunjung kesana.

Masih fifti fifti juga sih awalnya mau berkunjung kemari karena kami hanya sekilas melihat gambar-gambar yang diunggah para travelers di media sosial. Entah itu betul-betul bagus atau si fotografernya yang jago motret jadi kelihatan bagus. Hehehe... Sebagai obat penasaran kami putuskan untuk berkunjung kemari saja.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 7 paginan kurang lebih. Karena ada miss komunikasi kami malah berpencar, Alhamdulillah nggak lama sih dan akhirnya dapat kumpul dan berangkat bersama-sama lagi dari bunderan Boja.

Kami berangkat menggunakan rute Boja - Limbangan - Sumowono. Dan setelah sampai di pasar Bandungan kami ambil kiri ( kalau kanan ke Ambarawa ). Dari situ lurus sedikit lagi kurang lebih 1 - 2 Km lah nanti ada papan penunjuk arahnya di kanan jalan "Setiya Aji Flower Farm". Nah kalau udah lihat papan penunjuk arah tersebut tinggal ikutin saja sob, nanti bakalan sampai sendiri.

Jarak antara lokasi dengan jalan raya juga nggak jauh kok sob, paling 5 menit udah nyampe. Deket ya..

Setelah sampai para petugas parkir langsung memandu kami memarkirkan kendaraan. Untuk biaya parkirnya kita cukup bayar Rp.2.000/ motor saja. Yang perlu diingat! simpan kartu parkirnya ya sob, soalnya nanti kalau mau pulang bakalan diminta lagi. Tentu saja ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan kita bersama.

Setelah turun dari sepeda motor kami merasakan suasana yang sangat sejuk dan asri. Udaranya masih segar dan belum bercampur dengan polusi. Masya Allah.. Nggak cuma itu aja sob, dari sini kita dapat melihat pemandangan berupa hamparan gunung merbabu, telomoyo, dan danau rawa pening. Saat kemarin kami kesini kondisi gunung merbabu nampak terselimuti oleh awan ( dibagian atas ).

Oke langsung saja yuk kita menuju ke loket masuk. Untuk biayanya kita perlu merogoh kocek sebesar Rp.7.500/ orang. Termasuk murah atau mahal sob? Nah tiket masuk ini juga wajib kamu simpan karena nanti akan dimintai sama petugas didalam.

Sekarang saatnya menuju ke kebun bunganya...

"Mas karcinya mas..?" tanya petugas yang didalam kepada kami.
"Ohh iya mas.. ini.." kami memberikan tiket kepadanya.
Kemudian tanpa basa basi ia menyobek sedikit bagian atas tiket dan dikembalikan lagi kepada kami.
"Ini mas, cuma dirobek dikit. Hehehe.." ujarnya.
"Ini bebas ya mas mau ke yang sana atau sana?" tanyaku sambil memperhatikan beberapa rumah bunga.
"Iya mas.." jawabnya.

Akhirnya kami memutuskan untuk ke yang bawah ( kanan ) terlebih dahulu. Saat kami tiba disini suasananya masih sepi, nampak beberapa pengunjung saja yang sliwar sliwer menikmati keindahan bunga krisan ini.

Bunga yang ditanam di Setiya Aji Flower Farm ini adalah jenis bunga krisan sob, dimana terdapat beberapa varian warna yakni kuning, merah muda, dan putih. Namun di tempat yang berbeda saya melihat ada yang berwarna merah. Gimana sob? cantik sekali ya.. Masya Allah..


Nah bagi temen-temen yang berkunjung kemari jangan asal nyomot bunga gitu aja ya. Kasihan nanti malah jadi rusak. Lagian juga pengunjung dilarang memetik bunga. Dilihat aja udah bikin mata seger kok.. Hehehe..

Taman bungan ini recommended place deh pokoknya. Apalagi yang kesini bawa istri tercinta. Dijamin istri kamu bakalan terkagum deh sama kecantikan bunga krisan ini. Hahaha. Maklum aja sob, bunga identik disukai oleh kaum hawa.

Setelah puas melihat keindahan bunga krisan dibawah kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah-rumah bunga lain yang tersebar di sekitar sini. Ada juga sih sebagian yang baru ditanam. Kita juga dapat melihat aktifitas para petani bunga krisan yang dengan gigih merawat bunga-bunga cantik ini.

Rumah demi rumah kami masuki dan isinya kurang lebih sama. Bedanya hanya banyak dan tidaknya bunga yang ditanam didalamnya.

Udara yang sejuk dan segar di lereng gunung Ungaran ditambah dengan panorama pemandangan alam yang indah dan dapat bonus pemandangan bunga krisan ini membuat pengunjung yang datang kesini seolah dimanjakan dan betah untuk berlama-lama berada disini.

Tak terasa waktu menunjukan jam 11 siang. Kami memutuskan untuk kembali pulang. Untuk pintu keluarnya kita bisa mengikuti papan penunjuk arahnya ya sob.

Saat otw pulang ada salah seorang pengunjung yang ditawari oleh petani suruh memetik bunga secara cuma-cuma dilahan. Mereka pun bergegas menuju ke lokasi yang dimaksud untuk memetik bunga. Ehh rombongan kami pun malah ikutan memetik, walau 2 orang temen saya tetep melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi parkir sih.

"Nanti kalau ditanya sama petugas siapa yang ngasih bilang aja dikasi mbah Surip." ujar petani yang tadi menawari bunga.
"Ohh iya pak, makasih ya?" jawab kami.

Nah bunga-bunga yang dipetik ini bukanlah bunga yang seperti di lokasi awal ya sob, melainkan bunga yang sudah tumbang namun masih hidup. Bunga-bunga ini seperti terbengkalai gitu. Jangan salah sangka ya.. meski dibilang terbengkalai bunga ini tetep nggak kalah cantik sama yang tadi.

"Makasih ya pak.." ujar kami setelah puas memetik seraya berpamitan.
"Iya sama-sama." jawabnya.
"Ini kalau ditanam langsung hidup nggak ya pak?" tanyaku.
"Enggak bisa, itu ada indukanya terus dikasih ( apa gitu namanya saya lupa ) terus kemudian disemai." jawabnya.
"Ohh.. tak kira bisa pak. hehehe"

NB : Ini cuma rekayasa bukan penampakan !!


Setelah berpamitan kami langsung menuju ke tempat parkir. Disitu 2 temen kami yang tadi udah cabut duluan rupanya sudah nungguin. Sebelum pulang kami beristirahat di teras taman kanak-kanak terlebih dahulu serambi memulihkan tenaga.

Perjalanan yang sangat menyenangkan sekali karena dapat melihat kecantikan bunga-bunga krisan yang tumbuh subur disini. Ohh iya.. taman bunga ini beberapa waktu lalu sempat saya cari-cari sama temen namun nggak ketemu. Ehh dilain waktu dimana saya nggak ada niatan mau kesini malah lihat plang papan penunjuk arahnya. Hahaha..

Tanam Mangrove Di Pantai Kartika Jaya Kendal

(18/12/16) Akhirnya hari yang saya nanti-nantikan tiba juga, yaitu tepatnya pada pagi ini di Kendal ada event tanam mangrove di pantai kartika jaya. Acara ini diadakan oleh imaken ( ikatan mahasiswa Kendal ), meski ada kata mahasiswa acara ini terbuka untuk umum.

Kebetulan ada salah seorang temen yang sudah lama ikut dalam organisasi imaken ini dan Alhamdulillahnya saya dikabari dan diajaknya menanam pohon mangrove di pantai kartika jaya. Saya kira malah di pulau tiban, ternyata bukan.

Agendanya acara dimulai jam 6 pagi, tapi karena saya bangunya agak kesiangan + nunggu temen ( tetangga ) jadi jam 6 baru berangkat dari rumah. Hahaha.. biasa molor.. Kami juga nggak langsung ke lokasi karena harus mampir di Sekopek dan Karang Sari dulu untuk nyamperin temen yang lain.

Setelah beres semua kami berempat langsung tancap gas menuju ke daerah kartika jaya. Nah Kartika Jaya ini berada di kecamatan Patebon, letaknya berada di daerah Utara kota Kendal. Bisa kita akses dari batas kota Kendal di daerah Jambearum dan dari alun-alun Kendal ke Utara. Sebelum ke lokasi kami musti kumpul dulu di dekat Masjid buat nunggu rombongan lain yang belum dateng.

Cuaca pagi ini memang sedikit mendung, nampak disebelah Utara awan mendung gelap menyelimuti langit, sedangkan dari arah Barat & Selatan nampak lebih cerah. Meski begitu tidak menyurutkan para hadirin yang begitu antusias ingin menanam pohon mangrove di pantai kartika jaya.

Skip.. skip.. singkat cerita kami melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi sekitar jam 8 pagi. Untuk masalah rute kami menggunakan rute yang sama ketika hendak ke pulau tiban, cuma bedanya sebelum sampai ke pulau tibanya kami belok kiri, kemudian lurus terus sampai mentok..

Sepeda motor yang kami bawa pun harus dititipkan ke rumah warga sekitar. Maklum saja karena pantai kartika jaya belum dikelola sama sekali.

Medan yang kami lewati berupa jalanan yang berbatu, sesekali harus melewati jalanan yang becek karena tanah yang habis diguyur hujan semalam. Kami musti melewati daerah pertambakan yang lumayan jauh. Jalanan cukup sulit saat kami melewati lumpu-lumpur yang melilit sandal. Tak jarang para aktivis mencopot sandalnya.

Pemandangan sedikit berbeda ketika saya melihat di arah lain. Nampak hamparan pegunungan terlihat jelas dan cerah, ada gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu. Masya Allah..

Setelah melewati medan yang lumayan sulit kami pun sampai di pantai kartika jaya... Alhamdulillah.. Sebelum melanjutkan perjalanan lagi banyak diantara kami yang mainan air, nyuci sandal yang terlapisi lumpur, dan mengabadikan momen..

Bisa dikatakan pantai ini masih bersih, ya meskipun ada beberapa sampah yang tersebar di beberapa sudut. Pasirnya hitam keabu-abuan dan halus dan ombaknya tidak terlalu besar. Tanaman-tanaman seperti tapak kuda juga tersebar di bibir pantai, sehingga menjadikan perpaduan warna yang indah. Masya Allah..

Ya aslinya sih kami bisa dikatakan sudah sampai di pantai kartika jaya, cuma ini bukan tujuan utama kami, karena lokasi penanaman pohon mangrovenya ke sana lagi.

Okeee... lanjut..

Sebelum melanjutkan acara menanam pohon mangrove kami semua berkumpul terlebih dahulu untuk berdo'a kemudian dilanjutkan dengan pengarahan oleh salah satu aktivis. Pengarahan ini meliputi cara menanam pohon mangrove yang baik & benar.

Setelah beres kami semua diarahkan menuju kelokasi yang nantinya akan ditanami pohon mangrove, disini juga sudah disediakan banyak sekali bibit-bibir pohon mangrove. Nah, untuk cara menanamnya sendiri caranya cukup mudah sob tinggal dijabut saja itu kelopak hitam yang berada di ujung tunas, kemudian tancapkan bagian yang lancip.

Kami semua menyebar ke berbagai sisi untuk menanam pohon mangrove, dan,, nggak memakan waktu lama bibit-bibit yang disediakan ludes ditanam aktivis. Wah.. wah.. sungguh sangat antusias sekali ya kawan-kawan imaken ini. Salut deh..

Nah kalau yang ini adalah pohon mangrove muda yang beberapa waktu lalu ditanam oleh aktivis juga. Nampak daun-daun muda mekar dengan suburnya..

Mungkin bagi kalian yang belum pada tau nih, kenapa to kok pohon mangrove itu penting? yang pasti adalah untuk mencegah erosi dan abrasi pantai atau istilahnya adalah pengikisan tanah. Terus dapat menstabilkan daerah pesisir, menjadi tempat hidup berbagai spesies air dan masih banyak lagi yang lainya. So.. pohon emang penting bagi semua makhluk hidup. Nggak cuma pohon-pohon dihutan saja hloh sob yang perlu dilestarikan dan dijaga, tapi pohon mangrove / bakau pun juga harus dijaga.

Setelah semua sudah habis kami pun kembali ke pantai. Ada yang main air, main bola, dan bersantai ria. Saat sedang bermain di bibir pantai salah seorang temen pun menawani mau ikutan nyari tiram.

"Kae meh do nang ndi wi?" tanyaku.
"Ohh... meh do nggolek tiram. pie, meh melu san po?"
"Yowes ayo.."

Untuk cerita mencari tiramnya nggak saya share ya sob. Hehehehe.. Jadi setelah kami semua puas dan waktu menunjukan jam 11 siang kami pun bergegas meninggalkan pantai kartika jaya. Semoga saja kedepanya pantai kartika jaya dapat menjadi destinasi wisata yang bagus. Namun tetap harus dijaga dari sampah dan dilestarikan hutan mangrovenya..

Salam Go Green...

Menikmati Keindahan Gunung Merbabu Dari Oemah Bamboe Diantara Dingin Dan Tebalnya Kabut

Setelah kemarin habis ke gancik top hill yang berada di lereng gunung merbabu kini saatnya saya kembali lagi ke Boyolali untuk berkunjung ke New Selo. Dua objek wisata Selo ini berhadap hadapan yakni jika kita berada di gancik top hill maka kita akan disuguhkan dengan panorama alam gunung merapi, sebaliknya jika kita berada di new selo kita akan disuguhkan dengan panorama alam gunung merbabu.

Ini juga bukan kali pertama saya berkunjung ke new selo dan oemah bamboe, beberapa waktu lalu saya pernah kesini dan sudah pernah saya ceritakan di post yang berjudul "Hamparan Gunung Merbabu Dari Oemah Bamboe New Selo" namun karena temen-temen kampung pada usul ingin ke sini jadi okelah nggak ada salahnya kemari lagi dan kita berangkat hari minggu kemarin.

(11/12/16) Cuaca pagi ini di Kaliwungu agak sedikit mendung dan berawan. Tapi semangat kami tetap tak padam ingin berkunjung ke new selo. Setelah semua sudah siap kami berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 dan kami berangkat dengan 6 orang personil.

Untuk masalah rute kami masih menggunakan rute yang sama waktu saya kesini beberapa waktu lalu, yakni dari Kaliwungu - Boja - Sumowono - Ambarawa - Banyubiru - Kopeng - Sawangan ( lewat Ketep Pass ) - terus ambil arah ke menuju Boyolali.

Selama perjalanan menuju kemari kami harus berjibaku dengan dinginya kabut yang bergerak dari berbagai sisi, bahkan sesekali hujan gerimis menemani perjalanan kami. Selama perjalanan saya lihat kedua gunung ini ( merapi & merbabu ) tertutup kabut, bahkan nyaris tak terlihat sedikitpun. Sempat saya tawari juga temen-temen apakah mau ganti tujuan ke air terjun atau tidak. Tapi karena niat kami mau ke Selo ya buat obat pengen harus ke Selo dulu, ditambah dengan udara yang dingin sekali temen-temen nggak mau main air takut kedinginan katanya. Hahaha.. Singkat cerita kami sudah sampai di dekat joglo Selo. Saya pun mengajukan pertanyaan kepada temen-temen.

"Ini kita mau ke Gancik atau New Selo?" tanyaku kepada mereka.
"Terserah.." jawab salah seorang teman.
"Kalau ke Gancik kita lihat pemandangan gunung merapi, kalau ke new selo kita lihat pemandangan gunung merbabu. Tapi kalau ke gancik kita musti jalan kaki dulu." ujarku.
"Yaudah ke New Selo aja nggak papa." jawab seorang temen,

Oke fix.. kami lets go ke new selo. Mungkin bagi yang pernah kesini udah tau kan ya medanya kayak gimana kalau mau sampai?? nanjak super.. untuk antisipasi saya udah ancang-ancang dari bawah meskipun pasm au sampai tetap aja ngos-ngosan motornya. Hehe..

Wussssssssss... Singkat cerita kami sudah sampai di lokasi parkir. Alhamdulillah.. Sampai juga. Agak kaget juga sih setelah lihat tempat parkirnya sangat penuh sesak, ya mungkin karena hari ini adalah hari minggu + libur panjang jadi ramai. Begitu sampai disini hujan pun turun (gerimis). Sebelum melanjutkan acara ke oemah bamboe kami istirahat sejenak di warung-warung yang sudah disediakan.

Di warung ini kami mengisi tenaga dan energi. Saking dinginya minuman hangat pun tak terasa. Padahal saya udah persiapan pakai baju dobel + jaket dari rumah. Dan ternyata masih nembus. Nggak kebayang misalkan sampai ke pucak rasanya kayak apa. #NgomonginPuncak saya mencoba bertanya ke salah seorang temen (namanya : Latief).

"Tif.. pas kamu naik ke Merbabu dinginan mana sama sekarang?" tanyaku.
"Dinginan di merbabu mas." jawabnya.

Ini yang saya bilang dingin banget ternyata masih ada yang lebih dingin lagi. Allahuakbar.. belum lagi udara di kutub yang bersalju..

Kurang lebih 30 menit hujan pun reda. Kami memutuskan untuk naik keatas, tepatnya ke oemah bamboe. Tempat ini adalah rumah pohon yang baru saja dibuat. Uniklah pokoknya.. untuk harga tiket masuknya masih sama dengan waktu itu, yakni sebesar Rp.10.000/ orang.

Begitu sampai disini rupanya saya dan kawan-kawan mengalami perasaan yang sama, yaitu pengen cepet-cepet ke kamar mandi, ya tau sendirilah mau ngapain. Hehehe.. Brrrr... airnya sob.. langsung menusuk..

Tidak ada apa-apa selain tebal dan putihnya kabut yang bergerak di berbagai penjuru. Diantara keramaian pengunjung kami mencari tempat yang enak dan nyaman untuk istirahat dan bersantai. Tanpa disangkau disela sela waktu pencarian kami mencari saya melihat sebuah gumpalan gelap berada di seberang sana, awalnya saya heran dan bingung. Tapi semakin lama semakin lama gumpalan tersebut menampakan bentuk yang sesungguhnya, dan ternyata..

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.[QS  Al Furqan : 48]
Masya Allah... merbabu mountain.. :'-) Alhamdulillah.. betapa senang hati ini melihat pemandangan yang luar biasa indah..

Nampak gunung merbabu terlihat jelas sampai ke jurang-jurang bahkan padang safananya. Lambat laun kabut pun mulai meninggalkan gunung merbabu ini, sehingga sempat terjadi gunung merbabu nyaris terlihat total tanpa kabut.

Pemandangan ini tak hanya terlihat di gunung merbabu saja sob, dibelakang bukit-bukit gunung merapi pun juga ikut menampakan keindahanya. Bahkan diujung jauh sana nampak puncak gunung sumbing juga tak mau ketinggalan. Masya Allah..

Dan ini adalah gambaran dari lereng gunung merbabu. Nampak hijau dan asri, semoga tetap terjaga dan lestari sampai nanti.

Kami memutuskan untuk beristirahat di salah satu rumah pohon sambil menikmati pemandangan yang ada, nah disini sendiri ada banyak rumah pohon jadi kalau misalkan kamu pas kesini bisa memilih rumah pohon yang mana yang pas buat menikmati pemandangan gunung merbabu, cuma kalau misalkan kamu kesini pas hari libur nasional ya musti ngantri dulu sob..

Pemandanganya sungguh sangat luar biasa.. Masya Allah..

Pemandangan yang indah ini rupanya tak berlangsung lama sob. Tak beberapa lama kemudian hembusan angin membuat kabut kembali menyelimuti gunung merbabu dan sekitarnya. Hawa dingin  pun kembali terasa.

Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang saja. Nah untuk rute pulang sendiri kami memakai rute yang sama pas kami berangkat, sebenarnya mau lewat Cepogo namun teman-teman lebih memilih lewat ketep pass, jadi ya okelah..

Tips Berlibur Eksotis di Bali

Siapa sih yang tidak ingin berlibur ke Bali? Begitu mendengar kata Bali, kamu pasti membayangkan liburan eksotis yang tak terlupakan selama perjalanan kamu ke Bali karena Bali punya banyak tempat menarik dan pantai ikonik yang tak boleh luput dari daftar kamu. Kalau kamu punya rencana untuk berlibur di Bali dalam waktu dekat ini, kamu perlu menyimak beberapa tips berikut ini supaya liburan kamu makin seru.

  • Beli tiket jauh-jauh hari 

Saat musim liburan tiba, harga tiket ke Bali bakal melonjak naik. Jadi, kalau kamu punya budget terbatas untuk liburan kamu, sebaiknya kamu sudah mulai memesan tiket pesawat pulang pergi mulai dari jauh-jauh hari. Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan tiket pesawat yang harganya masih bersahabat untuk kantong kamu.

  • Rencanakan liburanmu secara matang 

Liburan secara backpacker memang terkadang menyenangkan. Tapi kalau kamu berlibur di Bali ketika high season, kamu bakal merasakan banyak kesulitan ketika tiba di Bali, seperti sulitnya mendapatkan sewa kendaraan, seluruh tempat akomodasi sudah terbooking semua dan sebagainya. Jadi, kamu akan lebih bijak jika kamu merencanakan liburanmu secara matang sebelum kamu berangkat. Kamu juga bisa melakukan riset kecil-kecilan lewat internet tempat mana saja yang akan kamu kunjungi sehingga kamu bisa menjadwalkan liburan kamu. Dengan menyusun itinerary harian ketika kamu di Bali, misalnya, kamu jadi bisa menghemat biaya transportasi yang harus kamu keluarkan dan waktu kamu juga tidak akan habis karena terjebak macet. Jadi, liburan kamu makin asyik kan?

  • Cobain wisata kuliner ala Bali 

Ketika berkunjung ke Bali, kamu tidak boleh melewatkan wisata kuliner khas Bali yang tidak cuma jago soal rasa, tapi kamu juga bisa menikmati pemandangan eksotis sambil memuaskan lidah kamu. Well, bagi kamu yang hanya mengonsumsi makanan halal, kamu harus ekstra hati-hati di Bali karena di sini banyak juga yang menjual makanan non halal. Tapi jangan takut, karena kamu tetap bisa menikmati banyak makanan enak yang halal di sini. Kamu bisa menikmati makanan seafood di pinggir pantai Jimbaran, atau menikmati ayam betutu khas Bali yang pastinya bikin kamu ketagihan.

  • Cari tempat akomodasi yang pas buat kamu

Ketika berwisata ke Bali, kamu pasti membutuhkan akomodasi yang nyaman, bersih dan memiliki lokasi yang strategis. Untuk tempat akomodasi kamu, kamu bisa memilih homestay dengan harga yang terjangkau, hotel yang memiliki harga bervariasi dengan fasilitas yang lumayan, atau menyewa apartemen yang memiliki fasilitas lengkap dengan harga terjangkau. Ya, kamu bisa menjadikan sewa apartemen harian sebagai opsi kamu untuk menyewa akomodasi kamu saat berlibur di Bali. Di Bali, kamu bisa menyewa apartemen yang memiliki lokasi strategis yang dekat dengan fasilitas publik dan tempat wisata menarik.

Di Travelio.com, kamu bisa menemukan beragam pilihan sewa apartemen di Bali dengan semua fasilitas yang kamu butuhkan tapi harganya tetap oke di kantong kamu. Gimana? Liburan kamu tetap seru kan meskipun budget kamu terbatas. Dengan menyewa apartemen, kamu bisa masak sendiri dan pastinya punya privasi sendiri. Apalagi jika kamu mengajak teman-teman kamu, kamu jadi bisa punya ruang sendiri tanpa harus menyewa banyak kamar hotel. Nah, tunggu apalagi? Segera sewa apartemen harian di Bali dari Travelio.com sekarang juga dan dapatkan penawaran menariknya! Klik aja di sini.