Inilah Gancik Top Hill Selo Boyolali, Rekomendasi Tempat Pandang Gunung Merapi

Gunung Merbabu yang berada di Boyolali memang menjadi salah satu gunung favorit bagi para pendaki. Pemandanganya yang indah dan padang safana yang membentang menjadi salah satu alasan kenapa gunung Merbabu disukai para pendaki. Gunung yang memiliki ketinggian 3.145 mdpl ini ternyata memiliki tempat wisata baru. Apalagi kalau bukan Gancik Hill Top. Gancik hill merupakan sebuah bukit yang berada di lerang gunung Merbabu yang menawarkan keindahan berupa pemandangan alam gunung merapi ( Magelang ). Selain digunakan untuk pariwisata Gancik juga menjadi jalur pendakian gunung Merbabu via Selo.




Gancik Hill Boyolali

Berawal dari melihat sebuah gambar yang berada di sosial media membuat saya penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya. Kala itu gambar yang saya lihat begitu terlihat jelas pemandangan gunung merapinya.



Pagi ini cuaca di kotaku sedikit berkabut karena semalam habis diguyur hujan lebat. Walaupun begitu saya tetap melanjutkan perjalanan menuju ke gancik hill pukul 05.30 dari rumah. ( singkat cerita ) Sewaktu saya sampai di Salatiga saya melihat gunung merbabu mulai terselimuti oleh kabut di beberapa sisi. Sedikit terlintas di pikiran bagaimana nanti kalau pas sampai sana ternyata full kabut, nggak terlihat pemandanganya sama sekali. Saya mencoba untuk tetap berfikir positif dan nggak mau menyerah begitu saja. Saya pun tetap percaya diri serta melanjutkan perjalanan menuju ke gancik hill dengan menggunakan rute  Kopeng - Ketep Pass - lalu Selo. Semakin ke atas ternyata kabut semakin tebal sehingga membuat saya bingung mau mengganti tujuan atau tetap ke gancik hill. Tapi kalau ganti ya mau kemana coba? wong dari rumah tujuan saya cuma mau ke gancik hill, pikir saya dalam hati.





Setelah melewati ketep pass saya melihat tiga warung tutup yang kosong. Sehingga memungkinkan saya untuk singgah dan beristirahat sejenak disini. Serambi melepas lelah saya melihat kabut di lereng gunung semakin kebawah dan mulai menutupi daerah sekitar. Mungkin kali ini saya belum beruntung. Masih dilanda kebingungan saya masih memikirkan tujuan dari perjalanan ini. Apakah ganti tujuan atau tetap melanjutkan perjalanan ke gancik hill. Tak lama berselang ada sebuah mobil berwarna putih berplat K datang dan beristirahat di tempat yang sama dengan saya. Kemudian turunlah para penumpangnya yang berjumlah 5 orang dan semuanya bapak-bapak.



"Makan mas?" Ujar salah satu dari mereka menawani saya nasi bungkus.

"Iya pak.. sampun (sudah)." Jawab saya.



Sampai mereka selesai makan dan pergi saya masih tertahan di warung kosong ini karena belum ada tanda-tanda kabut berangsur menipis.



Setelah tak pikir-pikir kayaknya kalau disini terus nggak bakalan membuahkan apa-apa nih, yang ada malah buang-buang waktu aja. Maka dari itu saya mulai berani melanjutkan perjalanan menuju ke gancik hill meski kabut masih tebal dan bergerak kepenjuru sudut.



Hawa dingin mulai menyelemuti tubuh, hanya berbekal kaos dobel dan hem panjang perlahan lahan saya menembus kabut di lereng gunung merbabu ini. Saya paham bagaimana kondisi hawa pegunungan yang dingin maka dari itu dari rumah saya sudah memakai kaos dobel. Sampai tiba di perbatasan Magelang Boyolali belum ada tanda-tanda intensitas kabut mulai berkurang. Malah saat diperjalanan saya berjumpa dengan anak-anak SD yang pada pulang sekolah. Dan salah satu diantara mereka ada yang mencegat saya.



"Mas nunut mas (nebeng)?" ujarnya.



Saya pun menghentikan laju kendaraan dan mempersilahkanya membonceng. Ya lumayanlah buat teman perjalanan berubung saya kesini juga sendirian.



"Kamu tau Gancik nggak dek?" ujar saya membuka percakapan.

"Enggak mas." jawabnya.

"Kalau Selo?" tanya saya lagi.

"Kalau Selo tau mas, kalau dari sini 8 samapi 10 Km." jawabnya.

"Ohh.. Ini jalanya baru diperbaiki ya?" tanya saya mengalihkan pembicaraan.

"Iya mas, saya turun di gapura depan itu ya mas?"

"Ohh.. oke.



Setelah kami berpisah saya kembali lagi fokus ke perjalanan. Saat meninggalkan Magelang dan berganti Boyolali jalanan beton yang bagus mulai menghilang dan berganti jalanan aspal biasa dan terdapat beberapa kerusakan di beberapa sisi. (05/11/16) Tidak ada perubahan saat terakhir saya kesini beberapa bulan yang lalu. Lah kalau udah pernah lewat sini ngapain tadi tanya Selo dimana? Ya basa-basi dikitlah. Hehehe..



Masih diliputi rasa was-was saya melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Sempat terlintas dibenak bagaimana kalau nanti turun hujan. Bawa mantol mungkin bisa tapi jalanan yang naik turun kayaknya kalau diterjang ya beresiko juga, pikir saya dalam hati. Sesekali kabut menghilang dan sinar matahari kembali bersinar. Kemudian balik lagi tertutup. Begitu seterusnya...





Sampai saat di dekat New Selo datanglah sebuah keajaiban. Disini kabut nyaris bersih total dan nampak gunung merapi dan merbabu terlihat begitu jelas. Masya Allah.. Alhamdulillah.. Saya semakin bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini. Hal yang tidak terfikirkan sama sekali olehku ternyata tidak semua sisi gunung diselimuti kabut.





Karena tadi saya pakai rute Selo maka tak kasih rutenya dari Selo aja ya sob? Sampai di New Selo masih lurus terus sampai di kantor kecamatan Selo. Kemudian belok kekiri di jalan kampung nomor 2. Dari situ bablas saja naik terus. Lumayan juga sih naiknya. Saya juga sempat agak kaget melihat ikon Gancik di puncak bukit itu. Tinggi banget. Saran sih pakai motor yang bener-bener full stamina dan full bensin. Kalau bawa mobil (ma'af) sih saya nggak tau ya lewatnya mana.



Sesampainya di dusun Selo Nduwur ada beberapa papan penunjuk arahnya, sehingga memudahkan bagi para pengunjung yang baru pertama kali datang kesini. Tak beberapa lama saya sampai di tempat pembelian karcis. Harganya juga cukup terjangkau hanya Rp.7.000 saja sudah termasuk parkir (05/11/16). Saya pun menanyakan lokasi bukit Ganciknya apakah masih jauh atau tidak. Mereka bilang sih sudah dekat. Oke, lanjut lagi..



Semakin keatas jalanya semakin wow. Yang tadinya ada 2 jalur sepeda motor sekarang cuma ada 1 jalur. Alamat kalau berpapasan musti pinter-pinternya si pengemudi ambil celah nih. Agak ngeri juga sih pas lewat sini, meskipun jalananya sudah beraspal bagus tetap saja medanya menanjak curam.



Akhirnya saya tiba di warung terakhir. Rencananya sih saya mau bablas terus sampai diatas pakai sepeda motor. Karena sendirian saya pun tidak berani mengambil resiko. Jadi saya memarkirkan kendaraan di warung terakhir ini. Syukurlah si pemilik warung dengan senang hati mempersilahkan. Kendaraan sudah terparkir kini saatnya berjalan kaki menuju ke bukit gancik.





Alhamdulillah sampai sini pun cuaca masih bagus. Nampak gunung merapi terlihat jelas dan menjulang di depan mata. Perjalanan menuju ke bukit Gancik sih nggak jauh-jauh amat. Nggak sampai 1 Km kalau saya perhatikan. Cuma medan yang terjal serta menanjak itulah yang menguras banyak energi. Saran juga nih, kalau kamu mau naik jangan lupa bawa bekal minuman. Ya walaupun ada warung juga sih nanti dilokasi. Ohh ya.. disini ada juga jasa ojek. Mereka akan mengantarkan kamu sampai ke bukit. Nah untuk masalah biaya sendiri sih saya kurang paham ya sob, soalnya tadi enggak pakai jasa ojek. Tak jarang para pengunjung yang nekat bawa motor sampai ke atas musti kecewa karena tak kuat menanjak, hingga sampai mogok, bahkan ada yang sampai jatuh. Kalau tidak berani jangan coba-coba ya sob? ya cuma ada 2 pilihan itu tadi, jalan atau pakai jasa ojek.



Sesekali saya beristirahat sebentar dan mengisi energi dengan air minum yang saya bawa. Jika sudah merasa agak enakan barulah saya lanjut lagi.



Singkat cerita saya sudah sampai di lokasi. Alhamdulillah... pemandanganya masih indah dan suasananya begitu asri. Anginya sepoi-sepoi sehingga membuat keringat yang bercucuran akibat menempuh perjalanan yang menanjak hilang begitu saja. Setelah memperhatikan situasi saya melihat ada satu gubuk yang kosong. Wah cocok nih buat berbaring dan melepas lelah. Tanpa basa-basi saya langsung menghampiri gubuk tersebut.





Gancik hill memiliki banyak rumah pohon yang didesain sedemikian rupa agar para pengunjung yang datang kesini bisa puas menikmati pemandangan yang ada. Di depan salah satu jembatan pohon nampak terdapat tulisan Gancik Hill Top yang merupakan ikon wisata yang satu ini. Jembatan kayu yang membentang saling berhubungan, sehingga membuat para pengunjung bisa bebas berjalan kesana kemari menikmati pemandangan yang ada.



Menurut salah satu sumber bukit Gancik merupakan wisata baru yang berada di desa Selo. Baru dibuat kemarin habis lebaran Idul Fitri (2016). Wah masih fresh ya sob? Nah, awalnya dulu tempat ini adalah ladang perkebunan kemudian di rombak menjadi tempat wisata. Ini berkat inisiatif para warga. Hingga sampai saat ini Gancik Hill Top masih dikelola swadaya oleh warga sekitar.





Tadi pengunjung yang datang kesini jumlahnya lumayan, puluhanlah. Mereka tersebar di beberapa titik rumah pohon. Saat sedang asyik menikmati pemandangan alam tiba-tiba datanglah 2 orang pria yang mengabadikan momen di depan gubuk yang saya pakai untuk bersantai. Dan salah satunya membuka percakapan dengan saya, alhasil kami malah jadi ngobrol panjang lebar dan bercanda tawa. Cuma apa yang kami bicarakan enggak saya tulis disini. Bisa-bisa nggak habis-habis nih postingan. Hehehe..





Kalau pas cerah gini pemandanganya Masya Allah.. nampak gunung Merapi terlihat jelas di depan mata disertai dengan terasiring perbukitan dan rumah-rumah penduduk membuat mata pengunjung seolah dimanjakan oleh keindahanya. Kalau lihat pemandangan gunung gini jadi ingat Posong di Temanggung nih hehehe.



Sebenarnya disisi lain terdapat satu objek lagi, yaitu rumah pohon. Cuma tadi saya tidak sempat kesana karena lokasinya berada di bukit sebelah. Alasan capek dan medan yang menanjaklah yang membuat saya enggan kesana. Beberapa kali saya juga melihat banyak para pendaki yang mulai berangkat siang ini dengan menggunakan jalur bukit Gancik. Ada juga yang istirahat dulu disini beberapa saat barulah kemudian melanjutkan perjalanan ke atas lagi (gunung Merbabu).





Saya perhatikan puncak gunung merapi sesekali diselimuti oleh kabut, namun tak lama kabut tersebut pudar. Begitu seterusnya.. Masya Allah. Di balik rerimbunan bukit dan hutan gunung merapi di puncak gunung nampak terdapat bekas jalan lahar akibat letusan gunung merapi beberapa tahun silam. Seperti yang kita ketahui gunung merapi merupakan salah satu gunung aktif yang berada di pulau Jawa.



Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, walaupun disiang bolong seperti ini tak nampak panas. Hawa dingin lebih mendominasi, ya maklum juga sih. Karena berada di dataran tinggi. Mengingat sudah waktunya sholat Dzhuhur, ditambah disini juga belum ada mushola kayaknya saya harus pulang sekarang.



Selamat tinggal Gancik Top Hill..

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama