Mengunjungi Wisata Legendaris, Pantai Parangtritis Dan Pantai Karang

Bantul - Oke jadi di postingan kali ini saya nggak akan membahas tuntas mengenai pantai Parangtritis, ya karena diluar sana udah banyak yang menyinggung masalah objek wisata yang satu ini, jadi saya mau bercerita aja.



Parangtritis memang merupakan pantai fenomenal di daerah Yogyakarta, khususnya di daerah Bantul. Bagaimana tidak dahsyatnya ombak sampai-sampai ada aja berita duka datang dari pantai ini. Walaupun demikian tidak menyurutkan rasa penasaran dan ingin singgah kesini bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.




Bantul | Pantai Parangtritis | Wisata Yogyakarta

Saya pribadi terakhir kesini kapan ya? Entah masih SD kelas berapa gitu pokoknya. Wah pokoknya beda banget deh sama yang dulu. Yang bikin tambah heran adalah saya punya keluarga yang tinggal disekitar sini, bahkan ayah saya juga lahirnya didesa dekat sini. Memang sih selama lebaran silaturahmi kesini doang terus pulang ( nggak nginep ). Makanya maklum saja kalau nggak mampir ke pantai parangtritis.



Perjalanan kami mulai dari rumah sekitar jam 7 pagi dengan menggunakan rute Kendal - Sumowono - Bandongan - Magelang - dan seterusnya, sampai pantai parangtritis sekitar jam 12 lebihlah. Kami? ya maksudnya saya dan kedua sahabat saya. Itu sudah termasuk istirahat di pom bensin. Hanya berbekal GPS saja Alhamdulillah kami sampai tujuan dengan selamat, tanpa ada kekurangan.



Singkat cerita kami udah sampai ke lokasi, biaya tiket masuknya cukup murah kok sob, cuma Rp.4.000/ orang saja. Nah dari pintu gerbang tempat pengambilan karcis kita perlu maju sedikit lagi buat cari lokasi parkir yang nyaman. Untuk menuju kemari kita bisa menggunakan sepeda motor, mobil, dan bus besar sekalipun.



Lagi-lagi kejadian! kami nggak belajar saat kemarin main ke Dieng, yaitu nyari mini market buat nyemil dilokasi nanti. Mini market itu ada, banyak malah. Cuma karena kami suka menunda nunda "Ahh nanti aja disana", "Nanti di kiri jalan biar nggak nyebrang", "Itu ada, lah udah kelewat nanti aja didepan". Ya jadi seperti itulah problem kami. Alhasil sampai di tempat tujuan kami ( Lagi-lagi..!! ) nggak bawa apa-apa. #ngenes. Tapi enggak separah itu kok, Alhamdulillahnya ada mini market di dekat parkiran jadi kami jalan kaki lagi kurang lebih 200 meter buat nyamperin si mini market itu.





Udah beres semua sekarang lanjut menuju ke bibir pantai.  Nah sebelum memasuki pantai kami disambut dengan pintu gerbang bertuliskan PARANGTRITIS. Nampak dari gerbang kami melihat deburan ombak yang saling sahut menyahut. Wah jadi nggak sabar ingin segera ke sana.





Setelah sampai pun kami masih perlu berjalan kesana kemari mencari tempat yang enak untuk istirahat. Dari tadi nggak sabar pengen ndang tekan. Tapi setelah sampai apa coba? kami malah tiduran malas malasan di warung yang tutup. Iyalah kalau buka disemprot sama yang punya kali ya? Hahaha.. Jadi alasan kami kenapa kok malah tiduran di warung nggak langsung cus ke bibir pantai adalah karena secara ini kan siang bolong ya, jadi kemungkinan panas banget kan kalau langsung ke sana. Ya itung-itung sekalian ngisi tenaga setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh.



Waktu udah menunjukan jam 2 siang, akhirnya saya memberanikan diri buat muter-muter disekeliling pantai. Ternyata nggak seperti yang saya pikirkan, pantainya nggak panas-panas banget kok. Sebenarnya mau ke ujung Timur pantai, karena disana kayaknya bagus banget. Pantainya ada karang-karangnya gitu. Tapi mengingat di warung tadi ada salah satu temen yang jaga barang-barang akhirnya saya memutuskan untuk berkeliling didekat dekat sini saja terus nanti kembali ke warung dan mengajak temen-temen untuk mengeksplorasi pantai parangtritis, mumpung cuaca sedang cerah.



Nah disini banyak banget hal yang bisa kita lakukan nih sob. Mulai dari bersantai di bibir pantai, berbaring di tenda yang sudah disediakan, naik kuda, bermain ATV, naik dokar, bermain layang-layang. Atau sekedar jalan-jalan kesana kemari.




Pantai Karang | Wisata Bantul | Pantai Yogyakarta

Yang menarik lagi adalah jika kita perhatikan di ujung Timur maka kita akan melihat bebatuan yang tinggi ( karang ), seperti yang saya katakan tadi kalau saya masih penasaran dengan yang ada disana, ada apa ya kira-kira? memang untuk menuju kesana nggak dekat. Dibutuhkan waktu kira-kira 15 sampai 20 menit jalan kaki agar bisa sampai kesana. Tapi kalau mau nyewa dokar juga nggak masalah sih. Usut punya usut ternyata ini pantai karang, masih satu lokasi dengan parangtritis namun udah beda nama. Wah keren banget deh sob.





Disini banyak sekali batu-batu karang yang terpampang luas. Bahkan ngeri juga kalau berada di bawahnya langsung. Bagaimana tidak sobat, bayangkan saja kita berada di batu yang besar sekali dan tingginya berlipat-lipat tinggi badan kita? Hahahaha.. ya kalau ngeri nggak usah dibawahnya juga nggak papa kok. Karang ini masih alami dan yang pasti bakalan sakit kalau kena kulit, karena batu karang kan secara permukaanya kasar. Dibandingkan di pantai Parangtritis memang disini sedikit sepi ( waktu saya kemari ) nggak jarang pula ada dokar sampai sini nganter pelanggan. Itu sih cuma sebentar kemudian balik lagi.





Waktu udah semakin sore, akhirnya saya dan teman-teman bergegas meninggalkan pantai karang ini. Ya nggak sore-sore banget sih, sekitar jam 4. Sebelum pulang kami mengunjungi sebuah tugu. Apa hayo? cuma tugu bertuliskan parangtritis gitu aja sih, Hahaha.. nggak tau kenapa disini ramai banget. Mungkin karena ini adalah salah satu ikon pantai parangtritis kali ya #NebakAja.



Ada sedikit informasi nih sob. Buat kalian yang mau kesini ati-ati ya sob. Jadi gini. Kalau kalian lihat ada tikar atau bangku kosong jangan diduduki kalau nggak mau disamperin sama orang terus disuruh bayar. Tapi kalau kalian emang mau bayar sih nggak masalah, takutnya nanti malah kalian kecewa. Makanya dari awal saya ingatkan.



Setelah puas melihat pantai parangtritis, pantai karang, dan tugunya kami memutuskan untuk pulang. Bukan pulang kerumah yang ada di Kendal tapi ke rumah saudara temen saya yang ada di Sleman. Walaupun saya sendiri juga punya saudara disini tapi kami memilih di Sleman karena lebih dekat kalau mau pulang besok. Waktu semakin sore, nggak mau kemalaman akhirnya kami cus tancap gas ke Sleman.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama