Header Ads

Hamparan Gunung Merbabu Dari Oemah Bamboe New Selo

Selo. Ya begitulah nama sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Boyolali sekaligus menjadi perbatasan antara Magelang dan Boyolali. Mendengar nama Selo mungkin sudah banyak yang tidak asing lagi dengan istilah tersebut, terutama para pendaki. Karena digunakan sebagai jalur pendakian gunung Merapi & Merbabu maka tak heran namanya sudah dikenal oleh kalangan para pendaki.

Beberapa waktu lalu saya sempat posting mengenai Gancik Top Hill yang berada di lereng merbabu. Bukit Gancik merupakan tempat wisata yang berada di jalur pendakian gunung Merbabu yang menawarkan keindahan alam berupa pemandangan gunung Merapi.

Jika di lereng gunung Merbabu mempunyai objek wisata Gancik Top Hill lain halnya dengan lereng gunung Merapi yang mempunyai objek wisata New Selo. Walaupun terbilang lawas namun New Selo juga nggak mau ketinggalan dengan Gancik Top Hill, kini New Selo mengembangkan fasilitas lagi yaitu Oemah Bamboe yang menawarkan keindahan alam berupa pemandangan gunung merbabu. Wah seperti apa ya kira-kira?

Oemah Bamboe New Selo
Pemandangan gunung Merbabu dari Oemah Bamboe New Selo

Berawal melihat gambar di sosial media membuat saya penasaran akan oemah bamboe yang ada di New Selo. Perasaan waktu kemari beberapa waktu lalu belum ada hloh.

Seperti biasa kali ini saya berangkat sendiri dari rumah sekitar pukul 05.30. Cuaca pagi ini terlihat cerah nampak gunung Ungaran, Sindoro dan Sumbing terlihat jelas saat saya melewati daerah Singorojo.

Untuk perjalanan kali ini saya menggunakan rute Kendal - Sumowono - Ambarawa. Nah saat melewati daerah Bandungan saya melihat hamparan pegunungan terlihat jelas semua. Ada Sindoro, Sumbing, Andong, Telomoyo, Merbabu, bahkan Merapi. Wah rasanya jadi pengen cepet sampai nih.

Ini rencana saya mau lewat Kopeng. Biasanya kalau main ke daerah sekitar Kopeng saya menggunakan rute Ambarawa - Banyubiru - kemudian ambil jalan alternatif ke Kopeng dengan melewati Getasan. Saat melewati daerah Ambarawa saya iseng-iseng membuka google maps untuk menunjukan rute tercepat. Siapa tau ada jalur yang lebih cepat dari yang biasa saya lewati. Dan... Ting.. Tung.. rute sudah dapat kini saatnya saya melanjutkan perjalanan lagi.

Saat ngikutin rute saya rasa ada yang aneh. Soalnya dari Ambarawa jebol ke Bawen terus lewat jalur lingkar Salatiga. Ya betul juga sih kalau mau ke Kopeng bisa lewat jalur lingkar, saya kira ya lewatnya situ. Ehh.. ternyata enggak, masih bablas saja. Hingga sampai Boyolali dan lewat Cepogo.

Kalau di pikir ini lebih lama deh. Soalnya akses jalanya banyak yang rusak. Iyaa mungkin si maps nyebutnya paling cepet tapi kalau dibanding saya lewat Kopeng - Ketep perasaan lebih cepet lewat situ karena jalanya sudah bagus. #Yaelah. Makin lama si maps bikin geram juga karena ngasih rute jalan yang syalalala...

Pemandangan gunung Merapi dari Cepogo
Dan ini gunung Merbabu dari Cepogo

But Wait. Rasa geram saya seolah menghilang saat melewati daerah Cepogo, entah nama desa apa saya kurang paham yang jelas pemandangannya Masya Allah.. Nampak gunung Merapi dan Merbabu terlihat jelas dihiasi dengan perbukitan sekitar ditambah dengan hijaunya pepohonan membuat mata seolah dimanjakan oleh panorama alam yang ada. Masya Allah..

Pas lagi asyik menikmati pemandangan saya melihat ada papan penunjuk arah menuju ke bukit batur. Bukit batur juga merupakan tempat wisata baru yang menawarkan pemandangan gunung Merbabu. Dengan percaya diri saya mengikuti arah menuju ke bukit batur. Semangat.. Semangat..

Wait! pas sampai di ujung desa saya berfikir sejenak. Ini kok saya malah ke bukit batur yak? tanyaku dalam hati. Kan dari rumah saya mau ke New Selo? kenapa malah jadi kesini sih? #Ea... Alamat putar balik lagi beberapa kilometer untuk menuju ke Selo. Sayang juga sebenarnya karena udah mau sampai, tapi mau bagaimana lagi wong dari rumah niatnya mau ke New Selo. Karena saya melihat kabut mulai menyelimuti gunung merapi dan merbabu kayaknya musti pilih salah satu. Bukit batur atau new selo. Kalau keduanya nggak mungkin rasanya.

Setelah melewati medan yang curam dan kesasar akhirnya sampai juga saya ditujuan. Alhamdulillah.. New Selo..

Pas saya tiba disini suasananya belum terlalu ramai. Saya lihat ada beberapa bule yang nongkrong diwarung. Entah mau ndaki atau baru ndaki. Ohh iya.. gunung merapi ini udah go Internasional juga hloh. Beberapa kali saya kesini dan selalu saya lihat ada bule yang nongkrong di warung.

Tak mau membuang waktu lebih lama saya berjalan ke atas menuju ke Oemah Bamboe. Jaraknya dari new selo paling 50 meter kurang lebih.

Bangunan oemah bamboe terlihat klasik dan bergaya. Dibuat pula beberapa menara untuk memandangi gunung merbabu. Saya lihat suasananya belum begitu ramai cuma ada beberapa pengunjung yang berkeliling di sekitar oemah bamboe. Nah untuk masuk kedalam sini kita perlu merogoh kocek sebesar Rp.10.000/ orang.

"Ini baru ya pak?" tanyaku kepada penjaga tiket.
"Iyaa baru.. baru 5 bulan." jawabnya.
"Lama ya pak pembuatanya?" tanyaku lagi.
"Iyaa.. itu pembuatanya dari 5 bulan yang lalu mas." jawabnya.
"Soalnya terakhir saya kesini belum ada ini ( Oemah Bamboe ). Hehe.." ujarku.
"Hehe.. Iya mas. Baru dibuat kemarin habis lebaran Idul Fitri. Ini juga belum selesai."
"Hloh.. Ini belum selesai to?" aku keheranan karena udah top gini tapi belum clear total.
"Idenya siapa ini pak, warga?" tanyaku lagi.
"Iya.." jawabnya singkat.
"Yang mengelola juga masih warga sekitar ya?" tanyaku lagi.
"Iya.. yang mengelola warga sekitar sama yang punya lahan ini." jawabnya.
"Ohh milik lahan pribadi.."
"Kok masih sepi ya pak?" tanyaku lagi.
"Biasanya ramai mas kalau minggu." jawabnya.
"Kalau sama Gancik duluan mana pak?"
"Ya hampir barenglah mas."

Setelah bercakapan dengan si penjaga tiket saya langsung cus berjalan-jalan mengelilingi oemah bambo..

Saya jelasin lagi mungkin ada yang belum paham mengenai percakapan saya dengan bapak si penjaga tiket. (19/11/16) Jadi oemah bamboe ini baru dibuat sekitar 5 bulan yang lalu sob. Rumah pohon ini berdiri diatas lahan milik perorangan. Desain dan idenya sendiri dari warga sekitar, sampai sekarang yang mengelola juga masih warga sekitar. Sampai sekarang oemah bamboe juga masih dalam tahap pengembangan. Alias belum selesai 100%. Jika tidak berkabut kita bisa melihat panorama alam berupa gunung merbabu di depan dan gunung merapi di belakang.

Sampai diatas saya lihat gunung merbabu mulai diselimuti kabut. Saya bersyukur sekali karena masih ada bagian yang belum tertutup. Nampak terlihat jelas terasiring dan hutan gunung merbabu. Nah dari sini juga saya melihat bukit gancik. Perlu kejelian untuk menemukan tulisan Gancik diantara perbukitan.

Saat sedang asyik berkeliling saya berjumpa dengan pengunjung lain dan mereka malah ngajakin saya buat gabung. Wah seneng juga rasanya karena ada teman ngobrol.

Pengunjung yang sedang melihat pemandangan alam

Diantra beberapa menara yang terdapat di oemah bamboe saya tertarik untuk memanjat ke tempat yang ada di paling depan. Tempatnya asyik dan seru untuk dijadikan tempat bersantai. Dengan melihat pemandangan dan menikmati suasana alam membuat pikiran kita menjadi fresh. Saya dan kawan baru saya menghabiskan waktu disini ngobrol bersama, bercerita mengenai objek wisata yang pernah dikunjungi, saling bertukar informasi, dan bercanda ria.

Tak jarang pula ada pengunjung yang masih takut berjalan disekitar oemah bamboe ini. Nah buat kamu yang masih takut berjalan jalan di oemah bamboe Bismillah dulu ya sob Insya Allah aman..

Nah yang perlu diingat lagi adalah tetap menjaga aturan yang berlaku. Misalnya kapasitas orang, jangan duduk di pagar, buang sampah pada tempatnya dan lain sebagainya. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama pastinya.

Menurut kawan-kawan saya tempat ini indah, bagus, dan siplah pokoknya. Saya pun juga sependapat dengan mereka. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi. Saya lihat kabut juga semakin menyelimuti gunung merapi dan merbabu. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan duluan.

Semakin siang pengunjung yang datang pun semakin banyak. Tidak hanya para pengunjung yang ingin ke oemah bamboe saja namun ada sebagian yang ingin tracking ke gunung merapi. Semoga saja oemah bamboe di kawasan new selo ini lekas rampung dan menjadi tempat pandang gunung merbabu yang nyaman dan aman.

(19/11/16) Ohh ya. Untuk biaya parkirnya Rp.3.000/ motor dan Rp.5.000/ mobil ya sob.

38 comments:

  1. Tiap liat postingan disini pasti selalu keren keren abis deh pemandanganya... jadi pengen liburan...

    ReplyDelete
  2. Saya mah kalau liat pemandangan gunung seperti ini suka pengen langsung pulang mang... soalnya saya juga asalnya dati gunung alias urang lembur, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha.. anak gunung ya mas??
      Seger ya udaranya :D

      Delete
  3. Wah, lewat juga di desaku, Sumowono :)
    Selo deket Jatinom, rumah mbahku. Emang bagus pemandangannya. Pas merapi njeblug kemarin pada ngungsi lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jatinom ??
      pernah denger cuma belum pernah kesana. Hehehe..

      Delete
  4. Aku belum pernah sama sekali ke daerah Boyolali dan sekitarnya. Kalo udah wisata alam gini emang nggak ada tandingannya deh. Semoga nanti bisa kesana juga. Aamiin :D

    ReplyDelete
  5. omah bambonya kuat gak kalo saya sekeluarga naik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah kuat mbak :) jangan lupa Bismillah..

      Delete
  6. Namanya udah mirip objek wisata luar negeri New Selo, hehehe

    ReplyDelete
  7. Kelihatan ngeri jembatannya. Tapi bikin penasaran. :D

    ReplyDelete
  8. Oemah bamboenya keceh ya.
    Hahaha, hampir disetiap postingan, mas selalu nanya sama warga sekitar, ini baru ya pak/bu? dikelola oleh warga sekitar atau?

    ReplyDelete
  9. Perjuangannya patut diacungi 2 jempol mas eksa, nyamp atas uda deh langsung ilang segala capek

    ReplyDelete
  10. Ini tempat outbond yang di start pendakian gunung merapi ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masalah itu saya kurang paham gan..

      Delete
  11. Indah banget pemandangannya. Mau ke sanaaaa aaaak!

    ReplyDelete
  12. Memandangi gunung Merbabu sambil ngopi. Topp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sayang banget ane kurang suka ngopi mas. Hehehe

      Delete
  13. mau mendaki merapi juga bisa lewat sini kan mas?? mantap dah para pendaki inih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, denger-denger jalur pendakian favorit mas..

      Delete
  14. Masih ingin ke sini, meski dalam mimpi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bisa beneran dong mbak. Hehehe

      Delete
  15. Replies
    1. Keren kalau kesana langsung mbak :)

      Delete
  16. Masya Allah indahnya, semoga kelak Allah izinkan saya nanti ke sana bersama keluarga. :)

    ReplyDelete
  17. Terakhir naek merbabu hampir 7th lalu. gara2 liat postingan ini, kayanya awal tahun pasti bakal naek lagi nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah good luck ya mas :D
      ane belum pernah ke puncak malahan..

      Delete
  18. Wah keren banget... Saya yang rumahnya Boyolali malah belum ke sana :D

    ReplyDelete

Powered by Blogger.