Destinasi Wisata Baru Kendal, Pulau Tiban Kartikajaya

Pulau tiban merupakan salah satu wisata yang baru-baru ini sedang naik daun, khususnya bagi warga Kendal dan sekitarnya tak segan untuk berbondong-bondong berkunjung kemari. Umumnya para wisatawan yang berkunjung kemari karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi demi melihat keindahan pesona laut yang ada.

Sampai saat ini objek wisata pulau tiban masih dikelola oleh warga sekitar, meski terkonsep sederhana namun sudah termasuk bagus dan layak dijadikan tempat wisata. Terus kenapa kok bisa dinamakan pulau tiban? Ini dia nih keunikannya. Pulau tiban terbentuk karena munculnya permukaan tanah dari laut, lama kelama'an tanah tersebut semakin luas dan semakin menjorok memanjang hingga hampir 1 kilometer. Oleh warga sekitar dulu dicoba ditanam tanaman cemara. Ternyata setelah dibiarkan bertahun-tahun pohon tersebut tumbuh subur dan tidak tersapu ombak. Sehingga munculah ide warga untuk ditanami pohon cemara dan mangrove. Semakin lama pulau tersebut semakin banyak pohonya dan dijadikan tempat wisata seperti yang sekarang ini. Yang menjadi daya tarik tersendiri dari pulau tiban adalah pengunjung perlu naik prahu terlebih dahulu agar bisa sampai ke lokasi. Seru sekali bukan?

Pulau Tiban KartikaJaya
Pulau tiban sendiri berada di desa Kartikajaya, kecamatan Patebon, kabupaten Kendal. Agar kamu bisa sampai kesini tidak terlalu sulit. Ada 2 rute yang bisa kamu lalui. Yang pertama dari alun-alun Kendal di lampu merah lurus saja ke Utara. Kemudian ambil arah ke Kartikajaya / Patebon. Setelah sampai ke Jl. Kartikajaya ambil arah ke Utara lagi. Ikuti petunjuk jalan menuju ke pulau tiban ( kawasan wisata ). Yang berikutnya melalui Patebon / Jambearum. Dari batas kota Kendal Patebon ambil masuk ke jalan kecil di kanan jalan ( kalau dari Semarang, sebelum kantor pos ). Lurus terus sampai mentok ke pertigaan. Ambil kiri kemudian pertigaan kedua belok kanan. Ikuti petunjuk jalan yang ada. Kalau masih bingung silahkan coba saja tanyakan kepada warga sekitar mengenai lokasi pulau Tiban.

Setelah sampai ke lokasi silahkan parkirkan kendaraan anda ke lokasi yang telah disediakan. Untuk biayanya cukup terjangkau. Hanya Rp.2000/ sepeda motor, dan Rp.5.000/ mobil. Langsung lanjut ya perjalananya. Oke, kemudian silahkan beli tiket masuknya terlebih dahulu. Disini terdapat 2 paket. Yang pertama Rp.13.000 untuk paket biasa dan Rp.20.000 untuk paket premium. Bedanya kalau yang yang paket premium pengunjung akan dinaikan speedbot, atau prahu mesin yang agak canggih gitu kali ya. Sedangkan kalau yang biasa prahu kecil biasa yang terbuat dari kayu, yang biasanya digunakan para nelayan mencari ikan. Untuk kedua paket tersebut tentunya sudah dilengkapi dengan atap prahunya supaya pengunjung tidak kepanasan saat naik prahu.

Jika semua sudah siap langsung saja tancap gas naik prahu. Untuk prahunya sendiri memang belum dilengkapi pelampung, namun jangan khawatir karena menurut narasumber air sungai ini tidak terlalu dalam. Lagipula sudah ada nelayan yang professional. Ya memang bagi yang belum pernah naik prahu rasanya agak-agak merinding gimana gitu. Saya rasa itu bukan masalah berarti bagi para pecinta traveling.  Hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit saja kamu akan sampai ke tujuan. Selama perjalanan kamu akan melihat berbagai area pertambakan, jajaran hutan mangrove, dan beberapa para nelayan yang sedang mencari rejeki. Wah dijamin seru deh pokoknya.

Setelah sampai ke lokasi kamu akan melihat sebuah tugu yang terbuat dari semen bertuliskan "Selamat Datang di Pulau Tiban". Ini tandanya kita sudah sampai dan saatnya untuk mengexplorasi pulau tiban.

Disini banyak lokasi yang bisa kamu jadikan tempat beristirahat sambil menikmati hembusan angin laut. Bisa di pos-pos yang telah disediakan atau di bawah pohon cemara. Bentuk dari pulau Tiban ini memanjang dari Barat ke Timur. Di sekeliling pulau tiban akan nampak banyak tanaman mangrove, meskipun masih kecil. Ini adalah bentuk wujud kepedulian salah satu komunitas wisata Kendal yang mengadakan acara tanam mangrove bersama di pulau tiban.

Memang untuk masalah fasilitas disini masih dalam tahap pembangunan. Untuk kamar mandi sudah ada di daerah pucuk Barat. Hanya ada 2 sih, tapi rencananya mau dibangun lagi. Kalau misalkan kamu lupa bawa bekal disini juga sudah ada beberapa warga yang berjualan makanan, rujak, dan berbagai minuman. Yang tak kalah penting lagi adalah bagi para pengunjung yang sehabis makan minum jangan lupa untuk membuang sampahnya ke tempat yang sudah disediakan. Supaya tempat ini tetap bersih dan enak dipandang. Untuk masalah tempat ibadah kamu bisa cari di sekitar area perkampungan.

Nah pas saat mau pulang saya pribadi sempat bingung karena nggak ada satupun prahu yang bersandar di dermaga. Akhirnya kami coba tunggu di pos dekat dermaga. Tak lama kemudian datanglah prahu yang membawa rombongan kesini. Setelah semua penumpang sudah pada turun, barulah kami naik. Giliranlah istilahnya..

6 comments:

  1. Pengen nyobain naik perahunya haha

    ReplyDelete
  2. kenapa sih foto2mu itu sellau bagus ya, hiiiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya tentunya ada bantuan editing mbak. Hehehe

      Delete
  3. wah keren ya, banyak tumbuhan teratai yg berbunga. itu sejenis kelasnya tumbuhan teratai kan mas? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang sering dipinggir pantai mbak nggak tau apa namanya. Hehehe

      Delete

Powered by Blogger.