Pantai Morosari Sayung, Wisata Pantai, Hutan Mangrove, Dan Religi Di Demak

Demak - Pantai Morosari, merupakan salah satu wisata pantai yang ada di kabupaten Demak. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya, hanya berjarak sekitar 3 Km dari jalan raya. Pantai ini dikenal dengan keindahan panorama alamnya yangindah. Selain wisata pantai kita juga dapat mengunjungi salah satu hutan mangrove yang ada disebrang pulau dengan menaiki prahu.

Saya kemari dengan rekan sejati saya, kami berdua berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 pagi, karena jika kesiangan udaranya cukup panas jadi saya dan teman saya memutuskan untuk berangkat pagi-pagi saja. Perjalanan kesana kami tempuh dengan menggunakan sepeda motor. Seperti apa sih keindahan, fasilitas, dan panorama di pantai Morosari ini? Mari kita simak sama sama pembahasannya.

Pantai Morosari | Demak

Yang pertama kita bahas lokasi pantai Morosari dulu ya sob?
Morosari adalah nama sebuah dusun yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, provinsi Jawa Tengah. Persisnya dari jalan Raya Semarang Demak Km. 9. Rute paling mudah untuk kesini pada jembatan Sayung dari arah Semarang menuju Demak belok kekiri menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 4 km kearah laut ( utara ). Disitulah pantai Morosari berada.

Medan menuju ke pantai Morosari
Medan menuju kesana 85% nyaman, karena jalanya sudah dicor dengan beton, mulai agak bergelombang saat mendekati gerbang pintu masuk itu pun beberapa meter dari gerbang saja, jadi nggak begitu masalah kan son? di sepanjang perjalanan ke Wisata pantai Morosari kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam berupa area pertambakan ikan bandeng, perkampungan pesisir, dan hutan mangrove. Selain itu penduduk pesisir yang ramah juga akan menambah suasana nyaman menuju ke pantai Morosari. Untuk bisa sampai ke sini kita bisa menggunakan sepeda motor atau mobil.

Biaya yang kita keluarkan juga masih terjangkau kok sob.

Untuk masuk ke pantai pengunjung akan dikenakan biaya yang murah pastinya.
Tiket masuk : Rp.5.000/ orang.
Sewa Prahu : Rp.15.000/ orang
Termasuk murah sekali ya ?

Yang nggak kalah menarik adalah kita nggak perlu jauh-jauh jalan agar bisa sampai ke pantai. Karena lokasi parkirnya sudah berada persis di bibir pantai, mantap kan sob? Sampai sini silahkan dulu lihat-lihat pemandangan yang ada, yah walaupun kondisi pantai morosari masih ada sampah berserakan. Kalau mau istirahat dulu juga sudah ada beberapa pos-pos yang telah disediakan pihak pengelola, pasti enak ya bersantai dipinggir pantai gitu. Mas, katanya ada hutan jatinya? Ehh mangrove maksudnya? kalau mau kesana lewatnya mana ya? Oke nanti dulu ya sob, sebelum kita lanjutkan perjalanan menuju ke hutan mangrove kita bahas fasilitasnya terlebih dahulu.

Fasilitas yang ada di pantai Morosari

1. Area parkir yang cukup luas
Bagi anda yang berkunjung kemari tidak usah khawatir kehabisan tempat parkir karena area parkir disini cukup luas, dan dikelilingi pepohonan. Sehingga nyaman dan teduh.

2. Kamar mandi
Buat kalian yang datang dari jauh dan ingin buang hajat tidak usah khawatir, karena disini ada beberapa kamar mandi yang bisa anda gunakan. Selain untuk buang hajat kamar mandi ini juga bisa anda gunakan untuk ruang ganti dan bilasan setelah bermain air di pantai.

3. Rumah makan terapung
Rumah makan terapung ini berada di ujung utara pantai yang menyediakan berbagai masakan laut dengan bumbu khas balijawa, seperti Udang, kakap, Gurame, Cumi-cumi, Kepiting dan masih banyak lagi menu-menu makanan laut lain dengan rasa yang lezat dan harga yang sangat terjangkau.

4. Pantai
Yang berikutnya adalah pantai Morosari itu sendiri. Anda juga bisa bermain air di bibir pantai, meskipun sedikit pengunjung yang bermain air. Biasanya mereka kalau nggak bersantai di pinggir pantai ya ke hutan mangrove.

Kemudian ada beberapa fasilitas lain seperti mushola, jajaran pohon di bibir pantai yang indah, wisata bahari naik prahu, wisata religi berupa ziarah ke makam.

Hutan Mangrove, Sayung | Demak

Kalau udah puas di pantai, lanjut ke hutan mangrovenya yuk..
Ini dia yang menjadi salah satu ikon dan buruan para pengunjung, apalagi kalau bukan wisata hutan mangrove. Asyik.. kalau kesana lewat mana mas? Mudah sob, nanti sudah ada loket pembayaran di dekat dermaga. Pertama-tama kita bayar bilang dulu sama nelayannya. Kalau kita bawa rombongan misalnya sekitar 6 orang, maka langsung di berangkatkan. Tapi kalau cuma berdua ya kita harus sabar menunggu pengunjung lain yang ingin kesana. Nah, kita cukup membayar Rp.15.000/ orang saja agar bisa sampai kesana, itu sudah pulang pergi loh ya. Setelah semua beres kita akan langsung berangkat. Perlu waktu 30 menit agar kita bisa sampai kesana, perjalanan menuju kesana terbilang sangat seru dan menyenangkan. Bagaimana tidak, karena selama perjalanan kita dapat melihat para nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar pantai, kemudian kita juga bisa melihat beberapa pulau kecil yang rimbun serta ditumbuhi pohon mangrove yang lebat.

Kalau sudah sampai gambaranya kurang lebih seperti pada gambar diatas. Di hutan tersebut ada sebuah jembatan. Dimana jembatan ini berfungsi sebagai jalan kita menyusuri kawasan hutan. Disini kita dapat melihat berbagai jenis burung laut, terutama burung kuntul dan blekok. Mereka akan senantiasa bersaut satu sama lain yang akan menambah keramaian suasana di hutan mangrove ini. Kelihatanya mereka sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, tak jarang mereka akan turun ke rawa-rawa mencari makanan. Wah seru sekali ya sob? pastinya bikin penasaran yang belum pernah kesana. Sayang sekali di sini terdapat banyak sampah yang berserakan, semoga para pengunjung yang datang kesini sadar akan bahaya sampah.

Wisata Religi Di Demak

Ziarah ke Makam Syekh Abdullah Mudzakir Dan Desa Yang Tenggelam.
Kenapa disebut dengan desa yang tenggelam mas? Karena disini terdapat banyak sekali rumah-rumah yang hampir tenggelam karena terkena rob air laut. Pemandangan desa yang tenggelam ini akan anda temui saat anda hendak menuju ke makan Syekh Abdullah Mudzakir. Selama perjalanan menuju ke makan perhatikanlah sekeliling kanan dan kiri, Maka anda akan melihat sisa-sisa puing rumah yang sudah termakan oleh air laut. Nah untuk kesini udah beda komplek dari pantai Morosari, namun masih satu jalan. Deket kok lokasinya. Saat anda hendak menuju ke makam patuhilah aturan yang ada, dan mohon jangan dilanggar ya sob.

Enaknya Datang ke pantai Morosari pas pagi-pagi, karena masih sejuk dan segar. Saat ke hutan mangrove nikmatilah pemandangan dan kesegaran alamnya yang sejuk. Kalau kamu hendak ziarah kubur ke makam Syekh Abdullah Mudzakir patuhilah tata tertib disana, dan jangan pernah anda coba langgar, seperti dilarang membawa kamera kalau mau bawa harus ijin dulu, jika memang kamu ingin bawa ya ijinlah terlebih dahulu, jangan  diumpetin ya sob. Pokoknya jangan dilanggar apapun itu alasannya. Yang terakhir jika kamu bawa bekal makanan sendiri tolong buang sampah pada tempatnya, kalau tidak lihat tempat sampah simpan dan bawa dulu kemudian kalau ketemu tempat sampah baru dibuang disana.

No comments

Powered by Blogger.