Jembatan Biru, Cara Asyik Menikmati Keindahan Danau Rawa Pening

Semarang - Banyak pilihan tempat wisata di sekitar danau rawa pening, namun siapa sangka ternyata ada salah satu tempat yang pastinya nggak kalah keren dengan wisata lainya. Apalagi kalau bukan jembatan biru rawa pening. Jembatan ini unik, karena bentuknya memanjang ke tengah danau, jadi saat kita berjalan ke tengah jembatan seolah-olah kita sedang berada di tengah danau rawa pening, wah seru banget ya kayaknya?

Belakangan ini jembatan biru ikutan eksis di media sosial, sehingga membuat pengunjung yang datang kemari juga semakin ramai. Menurut informasi sebenarnya jembatan biru bukanlah tempat wisata, melainkan hanya sebuah jembatan sebagai mana fungsinya. Hlah kalau bukan tempat wisata kenapa bisa terkenal mas? Ini karena banyak orang yang penasaran berkunjung kemari demi melihat keindahan danau rawa pening dari sini, mungkin karena banyak yang bilang bagus membuat orang-orang yang datang semakin banyak.

Jembatan Biru Rawa Pening
Jembatan ini berada di desa Sumurup Tuntang/ Asinan. Nah bagi yang sering melewati daerah Tuntang pas mudik atau liburan pasti kamu nggak asing dengan yang namanya jembatan. Jembatan besar ini akan kita jumpai setelah melewati daerah perkebunan kopi Banaran. Kalau misalkan kita dari arah Semarang berarti kita harus putar balik setelah melewati jembatan Tuntang, kalau dari arah Salatiga habis melewati jembatan belok ke kiri langsung, atau jalur alternatif Yogyakarta/ Ambarawa. Nah, kemudian lurus saja terus kurang lebih 200 meter nanti akan ada beberapa papan penunjuk arah mengenai letak jembatan biru. Kalau nggak tau silahkan tanya ke warga sekitar.

Kalau udah sampai silahkan parkirkan kendaraan kamu ke lokasi yang telah disediakan, tenang saja ada banyak kok. Tempat parkirnya juga nyaman. Mas untuk bisa sampai kesini kita bisa naik apa aja ya? Nah untuk menuju kemari kita bisa menggunakan sepeda, sepeda motor, dan mobil.

Sekilas mengenai jembatan biru Tuntang

Menurut informasi jembatan ini sudah lama berdiri, walaupun ada beberapa bagian yang baru. Jembatan ini memiliki panjang menjorok ke tengah danau kurang lebih 70 meter. Wah lumayan juga ya sob? Mas, kok bisa dinamakan jembatan biru? Ya karena memang jembatanya warnanya biru, kalau warnanya merah namanya jembatan merah. Hahahaha... Ohh gitu, terus gambaran jembatanya kayak apa sih mas? Selain berwarna biru yang tak kalah menarik adalah jembatan ini berlantaikan keramik, istimewa. Kemudian juga sudah ada pengaman berupa pagar pembatas besi. Selain jembatan utama disini ada sub jembatan lagi yang bentuknya cekung atau setengah lingkaran.

Lanjut ke cerita yang tadi ya sob. Setelah memarkirkan kendaraan kita bisa langsung berjalan menuju ke lokasi. Bentar mas, nggak bayar tiket masuk to? Karena bukan tempat wisata jadi nggak ada tiket masuknya sob, kamu hanya dikenakan biaya parkir saja Rp.2.000/ sepeda motor. Murah ditambah banget ya? Oke, saat hampir sampai ke depan jembatan nanti kita akan melewati rel kereta api. Harap hati-hati ya sob pas mau menyeberang, tengok kanan kiri biar aman. Loh mas kok ada rel kereta apinya? emang di daerah Salatiga ada jalur perlintasan kereta api? kayaknya nggak ada deh? Hlah kata siapa sob? ada yo.. walaupun cuma melayani rute Tuntang, Ambarawa, dan Kedung Jati. Cuma kalau digunakan untuk umum atau pariwisata saya sendiri kurang tau, tapi pernah beberapa waktu yang lalu saya melihat kereta uap berjalan disekitar danau.

Kalau udah sampai ke jembatan, silahkan kamu cari lokasi yang nyaman untuk dijadikan tempat menikmati danau rawa pening. Untuk masalah tempat berteduh mungkin di sekitar jembatan masih minim ya, hanya ada beberapa saja. Jangan heran pas kamu kesini banyak orang yang sedang memancing di pinggir danau atau di perahunya. Lokasi ini akan ramai di banjiri pengunjung tiap hari sabtu & minggu, ataupun hari libur nasional.

Keliling Danau Rawa Pening
Buat kamu yang ingin berkeliling danau bisa juga menyewa perahu yang telah disediakan. Nanti pasti ada orang yang menawarkan jasa. Untuk masalah biaya saya rasa cukup terjangkau hanya Rp.15.000/ orang kita akan diantarakan ke lokasi bendera, lokasi ini lumayan kok sob jadi kamu bisa lebih puas menikmati suasana danaunya. Sampai di bendera berapa menit mas? Sekitar 15 menit perjalanan jadi kalau pulang pergi tinggal kalikan 2 saja. Misalkan udah sampai di bendera terus kamu mau nambah lagi bisa juga loh negosiasi sama nelayanya. Tentu saja nambah biaya, banyak atau tidaknya tergantung jaraknya ya sob.

Wah seru sekali pastinya ya sob berkeliling danau sambil menikmati segarnya udara danau, selain itu kamu juga nanti akan melihat hamparan perbukitan dan pegunungan yang ada di sekitar danau. Seperti gunung Telomoyo, Merbabu, dan Ungaran akan nampak terlihat jelas dari sini. Dijamin seru deh sob.

Untuk masalah fasilitas umum disini memang belum begitu lengkap ya sob hanya ada warung-warung makan, yah namanya juga bukan tempat wisata jadi harap maklum kalau fasilitasnya seadanya. Buat para pengunjung jangan lupa sampahnya dibuang pada tempatnya ya, jangan dibuang sembaranga apalagi ke danaunya. Biar tempat ini tetap bersih dan semakin ramai dikunjungi. Semoga kedepan jembatan biru semakin bagus dan semakin berkembang.

22 comments:

  1. Wihh itu mah keren atuh mas cocok dijadikan tempat wisata juga apalagi dengan kebersihan nya yang terjaga. pasti danau rawa pening itu sendiri memiliki cerita di balik namanya yang pening itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas betul sekali, karena ane nggak bahas danaunya jadi cerita dibalik danaunya juga nggak ane bahas :D Hehehehe

      Delete
  2. jembatannya biru, langit biru, air danaunya juga biru. :D kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditambah dengan udaranya yg sejuk mbak :D

      Delete
  3. Dinamai jembatan biru mungkin terinspirasi dengan nama jembatan merah ya mas,?

    BTW : Keren tempat wisatanya, murah meriah.:D

    ReplyDelete
  4. wow keren banget mas,nuansanya kelihatan asri dengan adanya jembatan biru dipinggir danau itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas jadi makin biru aja rawa peningnya :D

      Delete
  5. rawa pening jek akeh eceng gondoknya tidak? iku cedek ambek rumah mbah ku, mbah di sraten

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ijeh mbak :D
      ya besok pas lebaran mampir to mbak :D

      Delete
  6. umm keren deh danaunya, tapi sayangnya tadi lihat fotonya jembatan ada yang coret coret, ckckckkk...

    kayaknya asyik tuh keliling danau, cuman 15 rebu, murah sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga sih mbak, ane lihat kemarin juga banyak yg dicorat coret. Semoga aja besok-besok udah nggak ada lagi yg kayak gini biar makin sip pemandanganya :D

      Delete
  7. instagram-able nih pemandangannya :D

    ReplyDelete
  8. danaunya seperinya masih alami ya sob..
    ditempat saya sudah ngg ada seperti itu airnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan banyak eceng gondok + tanaman airnya juga yang menambah keindahan danau :D

      Delete
  9. Aernya bisa keliatan sebersih itu ya mas
    Kalo saya buka warung di situ bakalan laku kali ya kakakakkkkka

    ReplyDelete
  10. Subhanallah sungguh luar biasa kerennya kang, tempatnya yang terbuka dan bersih juga memiliki cara tersendiri untuk menarik peminat wisatawan untuk berkunjung kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas tempat sip buat melepas penat dan lelah :D

      Delete
  11. bali emang udah tidak diragukan lagi pesona wisata nya ... saya belum pernah kesana .. kapan ya bisa kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bali ??
      bentar omm.. tak pikir sambil salto. wkwkwk

      Delete

Powered by Blogger.